Ratusan Unggas Mati, Dinkes Antisipasi 2 Minggu

Medan - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) dan Dinkes Deli Serdang melakukan siaga selama 2 minggu dengan mendirikan posko di wilayah seratusan unggas yang tewas di Desa Lama, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang guna mendeteksi kesehatan masyarakat di wilayah yang dinyatakan positif terkena flu burung.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Candra Syafei SpOG, Sabtu (26/2) menjelaskan, meskipun belum ditemukan adanya suspect flu burung (H5N1) terhadap masyarakat di wilayah tersebut, ada baiknya Dinkes melakukan kesiagaan dini apabila ditemukannya warga suspect akibat matinya seratusan unggas di wilayah itu. “Dari segi hewan, hal itu dilakukan oleh Dinas Peternakan. Sedangkan tugas kita melakukan antisipasi kejadian ini yang dapat berakibat terganggunya kesehatan masyarakat,” sebut Kadis.

Dirinya menghimbau, kepada seluruh masyarakat di area tersebut agar mendatangi posko yang sudah disediakan untuk mengecek kesehatannya apabila ada indikasi gejala flu disertai demam. “Nantinya, dalam pemeriksaan kesehatan itu, petugas posko akan melakukan pengambilan sample berupa usap hidung tenggorokan (dahak) dan specimen darah. Kemudian, sampel tersebut dibawa ke Balitbang Depkes RI di Jakarta untuk diperiksa melalui laboratorium,” jelasnya.

Untuk kesediaan obat tamiflu, dokter spesialis obstetri ginekologi atau kandungan itu menyebutkan, kesedian obat dinyatakan cukup dan tersedia di Dinkes Deli Serdang maupun buffer stok Dinkes Sumut. “Tamiflu hingga kini masih cukup. Jadi tidak perlu dikhawatirkan. Jika nantinya ditemukan masyarakat yang positif atau pun suspect akan dirujuk ke RSUP H Adam Malik,” tandasnya.

Seperti yang diketahui, di Sumut sendiri, hampir seluruh Kabupaten/Kota sudah tertular virus ini. Namun untuk temuan kasus terbesar terjadi di Tahun 2006-2007 sangat tinggi, apalagi hal itu diikuti dengan kematian terhadap manusia. Tahun 2006 silam, Dinas Peternakan Sumut menerima laporan sebanyak 48.518 ekor unggas yang mati mendadak dan ini terjadi di 18 Kabupaten/Kota seperti Deli Serdang, Medan, Karo, Serdang Bedagai (Sergei), Simalungun, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan (Humbahas), Pak-pak.

“Kalau di tahun 2007, laporan dari Kabupaten/Kota ke kita sebanyak 11.579 ekor unggas dan terjadi di 28 Kecamatan dan tersebar di 27 Kabupaten/Kota,” kata Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Sumut, Mulkan beberapa waktu lalu.

Sepanjang tahun 2008, kasus flu burung tidak ditemukan sama sekali, hanya saja temuan kembali terjadi di tahun 2009 bersifat sporadis atau sewaktu-waktu kasus ditemukan dan temuan kasus kematian tidak banyak, namun pada prinsipnya sudah dapat dikendalikan.

“Meskipun dapat dikendalikan, namun kita tidak boleh lengah dan harus tetap mewaspadai agar jangan kecolongan. Kalau di tahun 2009 terjadi di 23 Kabupaten/Kota dengan temuan 7.720 kasus salah satu daerahnya yakni Kota Medan,” sebutnya.

Dalam hal ini, dikatakan Mulkan, pihaknya melibatkan sebanyak 172 tenaga PDSR yang sudah diberikan pelatihan dan bekerjasama dengan Food and Agriculture Organization (FAO), sehingga tim gerak cepat flu burung (PDSR) ini dengan cepat merespon masyarakat dengan turun langsung ke lapangan.

“Secara aktif dan pasif mereka siap 24 jam. Tindakan yang dilakukan yakni vocal calling yakni dengan melakukan pemusnahan terhadap unggas di suatu daerah yang terinfeksi, agar tidak menyebar ke daerah lainnya,” timpalnya.

Ditanya mengenai efektif pemeliharaan ungggas, Mulkan menjawab, hal tersebut sudah diatur sesuai peraturan Gubernur No 6 tahun 2007, dimana dalam Pergub itu disebutkan tentang penanggulangan penangangan Avian Influenza (AI) dan pemelihara ternak unggas.

Di peraturan itu disebutkan semuanya cara beternak unggas dengan baik dan benar seperti kandangnya, makannya dan jarak pengandangannya juga diperhatikan dengan pemukiman. Berbicara tentang pemberian vaksin terhadap unggas itu dilakukan bermacam-macam cara kapan waktu yang tepat, Mulkan mencontohkan, ketika unggas menderita penyakit Newcastle Disease (ND), unggas tersebut harus divaksin ketika berumur 3 hari, selanjutnya vaksin dilakukan ketika unggas berumur 3 minggu, 3 bulan.

“Dan selanjutnya setiap 6 bulan sekali pemberian vaksin dilakukan,” terangnya. Newcastle Disease (ND) disini sama dengan Flu Burung (H1N1), namun ND ini hanya menular antara sesama unggas saja. “Kalau Flu Burung ini kan tidak, dia menular antara hewan ke manusia saja,” tandasnya.

Secara umum, virus ini hidup dengan kondisi suhu yang lembab dan virus ini penyebarannya cukup cepat karena virus ini dapat menyebar dengan bantuan udara. Dengan adanya potensi flu burung di Sumut ini, Dinas Peternakan Sumut mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar turut berpartisipasi seperti memberikan laporan ketika ditemukannya kasus tersebut.

“Selain itu kita minta agar mereka beternak dengan baik dan benar sesuai dengan peraturan yang ada dan tidak hanya terhadap unggas namun hewan-hewan yang lainnya,” tuturnya.

Untuk vaksinasi hewan ternak, dalam RUU No 18 tahun 2009 disebutkan vaksinasi harus dilakukan oleh masyarakat tersebut, namun masyarakat di Sumut masih dinilai kurang kesadaran untuk memvaksinasi hewannya.

“Namun disini masih dikombinasikan dan diharapkan untuk tahun berikutnya, masyarakat sendiri yang harus melakukannya,” pungkanya. (akb)

Bocah Berusia 10 Tahun Mengalami Tumor di bagian Pipi


Medan - Berawal dari sakit gigi, bocah berusia 10 tahun mengalami tumor dibagian pipi sebelah kanan, dimana akibat tumor tersebut, Yudha anak dari pasangan suami istri, Asiong dan Nasriana mata sebelah kanannya sudah tidak berfungsi lagi karena sudah tertutupi oleh tumor yang dideritanya sejak 7 bulan yang lalu.

Ibunya, Nasriana mengatakan penyakit yang diderita anak pertamanya ini berawal dari sakit gigi yang melandanya sejak 7 bulan lalu. “Pertama sekali Yudha mengeluh karena giginya sakit. Mengetahui dirinya sakit gigi, saya langsung spontan memberinya obat sakit gigi yang saya beli diwarung dekat rumah,” katanya. Sabtu (26/2)

Setelah diberi obat sakit gigi tersebut, sambungnya ternyata sakitnya tak kunjung hilang sampai rasa sakit yang dialami Yudha beranjak dua bulan. “Setelah dua bulan, tiba-tiba muncul seperti nanah dibagian gigi graham sebelah kanan. Mulai dari situlah Yudha sering nangis karena penyakit yang dideritanya sering meradang,” ujarnya seraya mengatakan tiap hari dari pembengkakan yang terjadi di bagian pipi kanannya yang akibat dari penyakit itu sering keluar darah dan mata sebelah kanan Yudha sudah tidak bisa digunakan lagi karena tertutup dengan besarnya tumor dipipi sebelah kanan anaknya.

Diceritakannya, sebelum terjadi pembengkakan pada bagian pipi yang mengakibatkan mata sebelah kanannya tertutup, Nasriana sudah membawa Yudha berobat kebeberapa pengobatan dengan harapan anak pertamanya bisa sembuh. “Sudah capek saya membawa Yudha berobat, pertama sekali saya hanya memberinya obat sakit gigi biasa karena dirinya hanya mengeluh sakit gigi bukan yang lain, setelah saya beri obat, ternyata penyakit gigi Yudha tak kunjung sembuh dan saya tetap berusaha untuk mengobatinya, saya sudah membawa Yudha ke paranormal, sense, alternatif, ceragem, dokter gigi, puskesmas, dan bidan,” bebernya seraya mengatakan mereka semua tidak bisa menyembuhkan penyakit anak saya.

Dijelaskannya, setelah berbagai cara dilakukannya untuk kesembuhan Yudha, dirinya tetap berusaha dan membawa Yudha untuk berobat jalan ketempat praktek dokter Chandra. “Saya membawa Yudah ke dokter Chandra karena tempat prakteknya tidak jauh dari rumah saya,” ujarnya seraya mengatakan ternyata dokter Chandra hanya mengatakan anaknya sakit gigi.

Merasa tidak percaya dan ingin terus berusaha demi kesembuhan anaknya, Nasrianan selanjutnya membawa Yudha ke tempat praktek dokter Roberth. “Ternyata tak kunjung sembuh juga, namun kata dokter Roberth kepada saya, kalau seminggu lagi tidak sembuh juga, saya disuruh untuk membawa Yudha kembali berobat ketempat praktek dokter Roberth,” terangnya seraya menyatakan dirinya tidak membawa Yudha ketempat praktek dokter Roberth karena dirinya tidak sanggup untuk membiayai perobatan Yudha.

Karena tidak mempunyai biaya untuk menyembuhkan Yudha di tempat praktek dokter Roberth, Nasriana(42) membawa Yudha ke RSU dr Jasamin Saragih pada Selasa (15/2). “Saya membawa Yudah di kerumah sakit itu berharap Yudha bisa sembuh dan Yudha hanya mendapat perawatan selama enam hari saja,” tuturnya seraya mengatakan pihak RSU dr Jasamin Saragih tidak bisa menangani Yudha karena fasilitas medis dirumah sakit tersebut kurang memadai.

Nasriana yang sehari-hari tinggal di Siantar Jalan Jawa Gang Satebawah Kampung Banten RW 7 Siantar Barat ini akhirnya membawa Yudha ke RSU dr Pirngadi Medan setelah mendapat surat rujukan dari RSU dr Jasamin Saragih Siantar. Dikatakan Nasriana, dirinya membawa Yudha ke RSU Pirngadi Medan Selasa (22/2) dengan harapan anak pertamanya bisa sembuh dari penyakitnya.

Sesampainya di rumah sakit milik Pemko Medan, Nasriana disambut dengan baik dan pihak rumah sakit Pirngadi langsung memberi perawatan kepada Yudha dan sekarang Yudha dirawat di ruang Isolasi lantai IV.

Dirinya mengaku semua biaya untuk perobatan Yudha selama dirumah sakit Jasamin Saragih, memakai kartu Jamkesda dan untuk dirumah sakit Pirngadi, dirinya memakai kartu Jamkesmas rujukan dari Dinkes Sumut.

Ditanya mengenai biaya kehidupan selama dirinya berada di RSU dr Pirngadi Medan, Wanita asal Siantar ini memaparkan kalau biaya untuk kebutuhannya hidup di Medan itu mendapat bantuan dari Walikota Siantar dan masyarakat Siantar.

Diterangkannya, selama di RSU Pirngadi Medan, Yudha mendapatkan perawatan yang intensif dimana sejak masuk tanggal (22/2) Yudha langsung diberi infus dan langsung di ronsen oleh pihak rumah sakit untuk mengetahui penyakit yang diderita anak satu-satunya ini. “Pelayanan rumah sakit ini bagus, anak saya langsung dilayani dan dirawat dengan baik,” terangnya seraya mengataan dirinya tidak mengtahui siapa nama dokter yang merawat anaknya.

Masih Nasriana, pihak rumah sakit belum bisa menangani penyakit yang diderita Yudha karena Yudha belum discaning. “Kemarin mau scaning, tapi karena sudah sore, jadi tidak jadi,” ungkapnya seraya mengatakan pihak rumah sakit merujuk Nasriana untuk menscaning anaknya dirumah sakit lain karena scaning dirumah sakit milik Pemko Medan ini sedang rusak.

Sementara itu Humas RSU Pirngadi Medan tidak mengetahui kalau Yudha, bocah 10 tahun menderita tumor dirawat diruang Isolasi Lantai IV RSU dr Pirngadi Medan. (akb)

Profil Kepala Dinas Kesehatan Medan


Lelaki berkulit sawo matang yang mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dimana dirinya akrab dipanggil dengan Edwin ternyata mempunyai hobi menyanyi. Dirinya mempunyai hobi nyanyi berawal saat dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan di daerah Tebing Tinggi.

Pemilik nama Edwin Effendy sudah 8 tahun mengabdi di Dinkes Tebing Tinggi sejak tahun 1998 sampai Tahun 2006. Setelah kurang lebih 8 tahun mengabdi di Kota Tebing sebagai Kepala Dinas Kota Tebing Tinggi, lelaki dua anak ini juga pernah menjadi Kepala Dinas di Kabupaten Serdang Bedagai dan mengabdi disana selama 4 tahun mulai tahun 2006 hingga . Hal yang sama menantinya di Kota Medan, dirinya kembali menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan sejak bulan April Tahun 2009 sampai sekarang.

Dalam mengemban tugasnya pemilik nama lengkap Dr. Edwin Effendi MSc ini selalu bekerja dengan semaksimal mungkin dan lebih mengarah kepada sifat kekeluargaan dalam memupuk kedekatan dengan para bawahannya. Cara kekeluargaan selalu diterapkannya dalam setiap melangkah dan memimpin sekaligus menjalankan tugasnya sebagai Kepala Dinas Kesehatan.

Kesibukan dan jam kerja yang padat tidak memudarkan hati dan semangat Edwin untuk tetap menjalankan tugasnya sesuai dengan prinsip yang dirinya pegang selama masih duduk dibangku kuliah untuk terus berkreasi dan bekerja keras untuk menghidupi keluarganya.

Walaupun jadwal seorang kepala dinas kesehatan kota medan, terkenal padat dan tidak kenal lelah, Edwin masih sempat menyisahkan waktu dan sengaja diberikannya untuk keluarganya. Karena bagi Edwin keluarga adalah sebagai wadah untuk tempat mententramkan diri. Apabila dirinya mendapat masalah yang tak kunjung bisa diselesaikannya sendiri, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan selalu bertukar pikiran dengan istrinya dr. Hj. T. Erna Lisma, SpA.

Sikap sombong, ria dan takabur tidak pernah terbesit sedikitpun dihati pria asal Medan dan berkulit sawo matang ini. Dirinya juga selalu rendah hati dimana dengan itu, dirinya bisa dekat dengan seluruh jajaran keluarga besar kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan ini mempunyai visi dan misi dimana dengan visi untuk menjadi yang terbaik setiap hari terutama dalam mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dirinya juga mempunyai misi untuk melengkapkan visinya yaitu dengan melakukan kegiatan yang terencana dengan kesiapan untuk memilih alternatif dimana diharapkan juga dirinya bisa menguasai masalah dan mencari solusi alternatif yang terbaik dalam setiap kegiatan dan masalah yang ada.

Pria kelahiran 15 Agustus 1961 ini selalu menginstrospeksi diri apabila ada kesalahan ataupun perbuatan dirinya yang tidak menyengkan hati keluarganya. Apabila ada masalah yang menyinggahi keharmonisan rumahtangganya, pria asal Kota Medan ini harus mengenali penyebab masalah dan mencari penyelesaian masalah tersebut dengan saling berdiskusi agar masalah tidak berlangsung dan berlarut-larut. Dalam mengungkapkan masalah yang terjadi dalam keluarga, Edwin tidak mau bahkan tidak pernah mengambil tindakan apabila konflik sedang memanas.

Dirinya lebih sering mengambil sikap untuk menahan diri sembari memberi kesempatan kepada istrinya untuk mengungkapkan masalah. Setelah masalah redam, Edwin selalu mengajak keluarganya untuk berlibur. Dirinya mengaku, liburan bareng keluarga sering dilakukan. Apalagi setiap libur hari besar. Biasanya Edwin setiap hari Sabtu dan Minggu selalu mengajak istri dan kedua anaknya makan nasi goreng polda yang berada di pojok Jalan Taruna. Dirinya suka makan disitu karena sewaktu kuliah Edwin juga sering makan ditempat itu. Ini menandakan dirinya yang tidak suka dengan ria dan rendah hati.

Edwin juga pernah membawa istri dan kedua anaknya untuk pergi umroh beberapa waktu lalu. Dirinya membawa keluarga untuk umroh supaya memberi informasi dan pengetahuan tentang agama kepada kedua anaknya.

Pengamat Kesehatan Berbicara Masalah Keracunan

Medan - Terkait masalah minuman super juice, pengamat kesehatan dr Delyuzar mengatakan persoalan minuman yang menggunakan zat pewarna semisal rodamin dapat merusak ginjal. "Tapi tidak tahu, zat pewarna yang lain, zat perwarna yang digunakan. Berapa dan berapa konsentrasinya. Karena ini tidak diperiksa oleh BBPOM," katanya. Kamis (24/2)

Dikatakannya, penggunaan zat pewarna rodamin ini sangat jarang akut. Disamping keracunan seperti ini disebabkan tercemar oleh mikrobiologi. "Seperti itu biasanya bisa tercemar bakteri, dan yang langsung begitu. Mikrobiologinya lah yang harus diperiksa," katanya.

Sedangkan penggunaan zat yang ada dalam minuman kemasan ini sangat jarang fatal. Namun jika penggunaannya berlebihan, bisa mengganggu, namun hal seperti ini sangat jarang. Sedangklan jika asam citrit tidak akan membunuh dan paling hanya bisa menyebabkan pendarahan pada sistem saluran percernaan.

"Pasiennya tidak muntah darah, itu menunjukkan hal itu bukan karena itu," ujarnya.

Namun yang dikhawatirkan mikrobiologinya. "Kita curiga itu minuman tersebut tercemar bakteri clospritridium botullinum yang bisa mengakibatkan muntah-muntah dan terjadi ganguan pernafasan. karena dia mengganggu di saraf. Jenis yang sering di minuman kaleng jika tidak memenuhi syarat kesehatan bisa mengakibatkan orang yang meminumnya kejang-kejang dan meninggal dunia," sebutnya.

Sementara itu menurut, dr Umar Zein mengatakan interaksi antara Dinas Kesehatan dengan BBPOM untuk mengungkap penyebab siswa tersebut keracunan. "Untuk mengungkap kasus keracuanan siswa tersebut, harus ada interkasi. Selain itu, konsentrasi yang terdapat dalam minuman tersebut harus disampaikan. Karena dengan konsentrasi tersebut dapat diketahui dampaknya baik dalam jangka pendek maupun panjang," katanya lagi.

Hal yang sama dikatakan dr Rizal Harri Nasution yang juga pengamat kesehatan mengatakan terkait masalah ini, seharusnya BBPOM dan sektor terkait seperti Dinas Kesehatan dan Disperindag harus benar-benar menanggapi hal ini. "Dalam waktu dekat, sudah sekitar empat kali kejadian keracunan yang melanda anak SD," katanya seraya menambahkan seharusnya BBPOM dan sektor terkait harus 24 jam bekerja dan harus mengambil sample makanan dari setiap kantin sekolah yang terdapat di Kota Medan. (Akb)

BBPOM : Keracunan Karena pH Terlalu Rendah

Medan - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) belum bisa memastikan zat berbahaya yang terkandung didalam minuman kemasan yang menyebabkan 30 Siswa Sekolah Dasar (SD) Al-Washliyah keracunan. Hanya saja, salah satu yang menyebabkan anak-anak sekolah dasar ini harus mendapatkan pertolongan di rumah sakit Ibu dan Anak Badrul Aini, dikarenakan kadar keasaman dari minuman super juice yang cukup tinggi.

"PH nya, empat. ini cukup asam bagi anak-anak," kata Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Agus Prabowo yang ditemui diruang kerjanya, Kamis, (24/2)

Dikatakannya dengan PH seperti itu, cukup tinggi dan dapat menyebabkan asam lambung naik, disamping anak-anak juga daya tahan tubuhnya berbeda-beda setiap anak dimana PH normal adalah tujuh.

Untuk diketahui minuman botol yang dikonsumsi anak-anak dengan komposisi food colour, grafe flavour, sodium cyclamate, sugar, citrit acid. "Dimana zat Sodium cyclamate berlebihan bisa dan sering menggangu, sedangkan Citrit acid, zat ini gak bisa membunuh, paling pendarahan pencernaan," terangnya seraya menyatakan dengan izin P-IRT No 20933220118 tersebut tanpa menyebutkan besaran zat-zat yang digunakan dalam minuman tersebut.

Sejauh ini sambung Agus pihaknya juga mengaku bingung kenapa puluhan anak-anak setelah mengkonsumsi minuman yang diproduksi industri rumah tangga asal Jawa Tengah-Indonesia tersebut bisa keracunan. Karena hasil uji laboratorium sementara, tidak ditemukan zat-zat
berbahaya seperti logam, nitrit, sianida maupun arsenit. Sedangkan untuk mikrobiologi, pihaknya belum bisa memastikan.

"Hasil cemaran tidak ada. Bakteri juga belum ada ditemukan, dan masih butuh waktu. Namun sampai saat ini masih memeriksa, dan sampai saat ini belum ditemukan," katanya. Diterangkan Agus, dengan tingkat keasamanan yang tinggi yakni dengan PH (keasaman-red) empat, meski masih dalam tahapan yang diperbolahkan, namun tetap saja kondisi ini bisa memicu iritasi pada lambung. Dengan ditemukannya, minuman yang menyebabkan puluhan siswa keracunan ini, pihaknya akan menyurati BBPOM pusat serta selanjutnya berkoordinasi dengan BBPOM di Jawa Tengah. "Hal ini untuk memastikan produk yang beredar di Medan ini legal sesuai dengan izin P-IRT yang diberikan Dinas Kesehatan setempat," ujarnya.

Ditambahkannya, food colour dalam makanan dibenarkan. Namun ada batasan pewarnanya. Namun tidak dibenarkan penggunaan pewarna kimia. "Sama halnya dengan pemanis buatan (sodium cyclamate) yang digunakan tersebut sebenarnya bukanlah bahan yang dilarang dalam makanan, tetapi dengan batasan yang ditentukan. Akan tetapi biasanya pemanis buatan ini diperuntukkan bagi orang yang diet atau penyakit gula darah yang tinggi," bebernya seraya menambahkan sedangkan pada anak-anak jika penggunaannya berlebihan dapat menyebabkan mual dan pening.

Masih Agus, untuk anak-anak pemanis buatan seperti ini sangat tidak dianjurkan. karena bahan tersebut mengandung kalori yang rendah. "Hal ini tidak dibolehkan karena anak-anak masih dalam tahap pertumbuhan," ungkapnya.

Sementara itu menurut Kabid Sertifikasi dan Pengawasan BBPOM, Sacramento mengatakan atas temuan ini BBPOM dan lintas sektor terkait kedepannya akan mengecek dan menurunkan personel untuk mengambil masing-masing sample makanan yang terdapat disetiap sekolah yang ada di Kota Medan.

Terpisah, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendy mengatakan, Kedepan pihaknya akan mengupayakan legalisasi penjual dan jenis makanan minuman jajanan sekolah. Artinya supaya pihak sekolah harus mendata semua penjual disekolah, dimana penjual harus dketahui dan terdaftar untuk dapat diberikan penyuluhan tentang kebersihan dan penyediaan makanan yang sehat.

"Semua jenis makanan dan minuman jajanan sekolah yang dijual belikan disekolah, harus terdaftar dan memenuhi syarat kesehatan," ujarnya seraya menambahkan, kalau ada penjual jenis maknana tidak terdaftar itu perlu diawasi dan diwaspadai oleh pihak pengelola sekolah secara langsung.

Dengan melegalkan itu sambungnya, jangan sampai ada penjual dan jenis makanan yang tidak terdaftar. "Dari Dinkes secara berkala, akan melakukan pembinaan dan pengawasan, baik penjual ataupun jenis makanan yang dijual," ungkapnya.

Kedepan, masih Edwin, Tim terpadu Pemko Medan, yang melibatkan sektor terkait seperti Badan Ketahanan Pangan, BBPOM, Dinas Pendidikan dan Dinkes Medan akan melakukan pembinaan dan pengawasan yang intensif secara berkala. "BBPOM, Dinas Pendidikan, BKP akan lebih ketat mengawasi produk IRT yang diperjualbelikan dilingkungan sekolah," katanya lagi. (Akb)

Ranperda HIV Masih Dalam Pandangan Fraksi

Medan - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang merupakan inisiatif beberapa anggota DPRD Medan hingga saat ini masih dalam pandangan dari masing-masing fraksi. Hal ini dikatakan Ketua Fraksi PKS DPRD Medan, Muslim Maksum saat dikonfirmasi mengenai masalah Ranperda yang merupakan insiatif dewan. Kamis (24/2)

Dikatakannya, Mengenai perkembangan HIV di Kota Medan saat ini terjadi pertambahan kasus dari tahun ke tahun. "Makanya Ranperda HIV itu nantinya harus segera diselesaikan karena ini sangat diperlukan di Kota Medan untuk antisipasi laju HIV yang nantinya mengutamakan pencegahan," kata Muslim.

Politisi PKS ini menjelaskan hal yang paling efektip dalam pencegahan HIV adalah dengan melakukan hubungan seks sehat yaitu berhubungan dengan pasangan sendiri dan menjauhi seks bebas.

Dicontohkannya, dengan rumus ABC yaitu A anda jauhi seks bebas, B berhubungan dengan pasangan sendiri yang syah dan C cegah dengan kondom bila free seks bebas. "Tapi ini bukan melegalkan kondom," katanya seraya menambahkan pencegahan seks juga dilakukan terhadap waria dan pelanggannya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Medan, Bahrumsyah menerangkan untuk membahas ranperda inisiatif ini akan dibentuk pansus HIV/AIDS yang kemungkinan akan dijadwalkan Banmus besok Jumat (25/2) yang melibatkan anggota DPRD, Komisi dan Inisiator.

"Bila sudah ada kepastian tentang ranperda itu, baru pansus yang mengagendakan pembahasannya sekalian mengundang mitra yang berhubungan dengan HIV/AIDS, guna meminta masukan dan ditampung dalam pembahasan," katanya.

Terpisah, kondisi NS bocah berusia 8 tahun menderita suspect HIV yang menjalani perawatan, kondisinya saat ini sudah membaik. "Saya lagi mengurus surat-surat yang diperlukan bagi NS untuk diusahakan didaftarkan sebagai dana talangan pempropsu," kata Maria dari LSM Medan Plus yang mendampingi bocah tersebut. (Akb)

Ranperda HIV Masih Dalam Pandangan Fraksi

Medan - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang merupakan inisiatif beberapa anggota DPRD Medan hingga saat ini masih dalam pandangan dari masing-masing fraksi. Hal ini dikatakan Ketua Fraksi PKS DPRD Medan, Muslim Maksum saat dikonfirmasi mengenai masalah Ranperda yang merupakan insiatif dewan. Kamis (24/2)

Dikatakannya, Mengenai perkembangan HIV di Kota Medan saat ini terjadi pertambahan kasus dari tahun ke tahun. "Makanya Ranperda HIV itu nantinya harus segera diselesaikan karena ini sangat diperlukan di Kota Medan untuk antisipasi laju HIV yang nantinya mengutamakan pencegahan," kata Muslim.

Politisi PKS ini menjelaskan hal yang paling efektip dalam pencegahan HIV adalah dengan melakukan hubungan seks sehat yaitu berhubungan dengan pasangan sendiri dan menjauhi seks bebas.

Dicontohkannya, dengan rumus ABC yaitu A anda jauhi seks bebas, B berhubungan dengan pasangan sendiri yang syah dan C cegah dengan kondom bila free seks bebas. "Tapi ini bukan melegalkan kondom," katanya seraya menambahkan pencegahan seks juga dilakukan terhadap waria dan pelanggannya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Medan, Bahrumsyah menerangkan untuk membahas ranperda inisiatif ini akan dibentuk pansus HIV/AIDS yang kemungkinan akan dijadwalkan Banmus besok Jumat (25/2) yang melibatkan anggota DPRD, Komisi dan Inisiator.

"Bila sudah ada kepastian tentang ranperda itu, baru pansus yang mengagendakan pembahasannya sekalian mengundang mitra yang berhubungan dengan HIV/AIDS, guna meminta masukan dan ditampung dalam pembahasan," katanya.

Terpisah, kondisi NS bocah berusia 8 tahun menderita suspect HIV yang menjalani perawatan, kondisinya saat ini sudah membaik. "Saya lagi mengurus surat-surat yang diperlukan bagi NS untuk diusahakan didaftarkan sebagai dana talangan pempropsu," kata Maria dari LSM Medan Plus yang mendampingi bocah tersebut. (Akb)

Konjen Malaysia Kerjasama PMI Dalam Hal Donor Darah


Medan - Dalam rangka membantu mengatasi kebutuhan darah di Kota Medan, Konsul Jenderal (Konjen) Malaysia bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar bakti donor darah dimana rencananya kegiatan tersebut dilaksanakan di kantor Konjen Malaysia Jl Diponegoro Medan tanggal 19 Maret mendatang.

"Kita sangat merespon dan menghormati niat baik konsul Malaysia yang peduli dengan kebutuhan darah khususnya di KOta Medan," kata Sekretaris PMI Kota Medan drg Susyanto, Rabu (23/2) di kantor PMI Kota Medan. Rabu (23/2)

Dikatakan Susyanto, PMI membutuhkan sebanyak 100 kantong darah per hari sementara yang dapat dipenuhi hanya 30 persen saja. Oleh karena itu, rencana bakti donor darah yang direncanakan diperkirakan diikuti 100 orang warga Malaysia yang berdomisili di Medan, baik mahasiswa, agency dan staf Konjen Malaysia akan sangat membantu untuk menutupi kebutuhan darah di KOta Medan.

Sementara itu, Konsul Jenderal Malaysia Norlin Othman didampingi RMAF Liaison Officer Major Rohimi Bin Hj Aziz RMAF mengatakan bakti donor darah yang diikuti oleh mahasiswa, agen dan staf konsul Malaysia ini untuk menghidupkan kembali kegiatan serupa yang pernah diadakan dan sempat terhenti beberapa tahun lalu.

Diterangkannya, di Malaysia, kegiatan donor darah memang digalakkan dan diikuti oleh pejabat, masyarakat dengan memiliki tabung darah yang diberikan kepada mereka yang butuh darah.

"Setiap bulan di semua tempat diadakan donor darah, jadi jarang kekurangan darah kecuali mungkin pada bulan Ramadhan. Waktu masuk fakultas juga diadakan donor darah, momen pada hari ibu, hari tentara dan perayaan lainnya," terang konsul jenderal Malaysia.

Namun, bedanya PMI dengan Malaysia soal donor darah, menurut Norlin Othman di Malaysia pendonor mendapatkan sertifikat seperti mau pergi ke RS mendapatkan perawatan gratis dan juga diberikan apresiasi. Biaya untuk keperluan darah ditanggung oleh kerajaan, tetapi donor pengganti disarankan mengganti darah yang sudah dipakai.

Sedangkan di PMI Kota Medan, menurut Susyanto dan Ketua PMI Delyuzar, yang memerlukan darah harus mengganti biaya pemeriksaan seperti terhadap empat penyakit dan kantung darah sebesar Rp 200 ribu.

Warga Malaysia yang berada di Indonesia, papar Norlin yang studi di USU sebanyak 1053 orang, IAIN 50 orang, Unimed 20 orang. Kegiatan ini juga terbuka untuk umum bagi yang mau mendonorkan darahnya. (akb)

30 Siswa SD Alwasliyah Keracunan


Medan - Sekitar 30 orang siswa SD Alwasliyah yang terletak di Jalan Bromo Medan keracunan minuman kemasan Super Juice yang dijual di kantin sekolah. Akibat kejadian ini sebanyak 14 orang siswa SD Alwasliyah dilarikan ke rumah sakit Ibu dan Anak Badrul Aini yang terletak di Jalan Bromo lorong Sukri No 18 Medan untuk mendapatkan perawatan medis. Rabu (23/2)

Ke 14 siswa tersebut, Wahyudi 6a, Alvira 6, Rafly Ardiansyah 6a, Hendri Rahmadsyah 5b, Rahmad Hidayat 4a, Indo Rasyid 6a, Tiara Lestari 4, Ilham 6b, Rinaldy Gunawan 6b, Lian Rudka, Putra Alamsyah, M. Iqbal 6, Bulan, Willy. Sedangkan 16 siswa lainnya tidak dirawat dirumah sakit karena kondisi mereka tidak terlalu parah.

Seperti yang dialami Renaldi warga Jalan Bromo Gang Pinang Raya anak kelas 6 SD saat dikonfirmasi di rumah sakit Ibu dan Anak Badrul Aini mengatakan dirinya membeli minuman super juice sewaktu istirahat pertama sekitar pukul 10.00 wib. "Saya membeli minuman itu sewaktu istirahat pertama. Setelah meminum super juice," katanya seraya mengatakan setelah dirinya menghabiskan minuman, dirinya mengalami pening dan muntah.

Hal yang sama dikatakan Tiara Lestari warga Jalan Rawa Gang Mesjid yang juga siswa SD Alwasliyah mengatakan dirinya juga pening setelah meminum super juice sewaktu istirahat pertama sekitar pukul 10.00 wib. "Istirahat pertama saya membeli minuman super juice dan setelah saya habis meminum, Tiara langsung pening," katanya seraya menambahkan minuman super juice baru pertama dijual di kantin sekolahnya.

Sementara itu, menurut dr. Fitra mengatakan sebanyak 14 siswa SD Alwasliyah dirujuk ke rumah sakit Ibu dan Anak Badrul Aini karena mengalami keracunan minuman. Dikatakannya siswa yang datang kerumah sakit itu penyebab mereka keracunan karena meminum minuman super juice. Karena sambungnya, mereka mengalami pening dan mual setelah meminum super juice.

Dikatakannya, semua murid langsung diberikan pertolongan pertama dengan memberi infus kepada korban keracunan. "Pertama sekali kita langsung memberi pertolongan dan langsung memberi infus," katanya seraya mengatakan didalam minuman tersebut terdapat racun dan gas kritis dispepsia.

Sambungnya, pihaknya memberi korban minuman susu kental supaya racun yang sudah masuk kedalam tubuh dimuntahkan. "sekaligus juga diberi obat untuk mencegah shok, juga diberi sulfus atrofin, NaCl dan cairan langsung atau infus," terangnya.

Terkait masalah ini, Kepala Sekolah SD Alwasliyah, Lindung Siregar mengatakan pihaknya menanggung semua biaya perobatan. "Kita yang membiayai langsung semua biaya perobatan siswa. Baik itu siswa yang berobat jalan maupun opname," katanya seraya menjelaskan pemilik kantin tersebut adalah miliknya yang dijaga oleh anaknya bernama Romi.

Dijelaskannya, minuman super juice itu baru saja dijual dikantin sekolah. "Super juice itu baru saja dijual disekolah, dan baru diterima dari grosir didepan sekolah, pemilik grosir Salimin Suyatno," terangnya.

Sementara itu menurut Kabid Farmasi Jaminan dan Sarana Kesehatan Dinkes Mefan, Drg Johana Siregar MKes mengatakan sample sudah diserahkan ke BBPOM. "Kalau sudah ada kejadian seperti ini, ada tiga yang harus kita antisipasi, pertama observasi kepada produksinya, dan melacak produsennya dan yang terakhir hasil produksinya seperti apa," katanya.

Diterangkannya, Kejadian di SD Alwasliyah dimana sudah menelan korban 14 siswa karena meminum Super Jus dimana minuman tersebut beragam rasa, rasa anggur, jeruk, strobery yang dikemas di dalam kemasan botol plastik. Pada botol minuman, terdapat Izin Depkes RI SP No 30/11.20/90 Produksi Superstar. "Minuman ini diterima tadi pagi jam 07.00 wib sekitar 3 kotak isi 24x290 ml Oleh Romi (penjaga kantin)," katanya lagi.

Masih dikatakan Johan, Minuman tersebut dibeli anak SD Alwasliyah dengan harga 1000 sekitar jam 11.00 siang dimana setelah meminum Super Juice, anak SD Alwasliyah yang membeli minuman tersebut mengalami pusing dan mual.

"14 anak yg menderita keracunan dirujuk ke RS Ibu dan Anak Badrul Aini," ujarnya seraya menerangkan sebagian anak diobati di SD Alwasliyah dimana pihak dari Puskesmas atas panggilan Kepala SD Alwasliyah,"katanya lagi. Menurut informasi yang dihimpun, minuman tersebut produksi Jawa tengah PIRT 209.33.22.08118. (Akb)

BBPOM Perkuat Kordinasi Dengan Lintas Sektor


Medan - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatera Utara memperkuat koordinasi dengan Pemko / Pemkab sekaligus lintas sektor lainnya dalam mengantisipasi dan menindaklanjuti Jajanan Anak Sekolah (JAS) tidak sehat menyusul Wapres RI, Boediono 31 Januari 2011 mencanangkan gerakan jajanan sekolah sehat dan bersih.

“Secara teknis ini dilakukan kerjasama dengan lintas sektor lainnya sesuai fungsi masing-masing,” kata Kepala Bidang (Kabid) Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen (LIK) BBPOM Sumut, Drs Yulius Sacramento Tarigan Apt, Minggu (20/2).

Dikatakannya, pihaknya dan lintas sektor lainnya melakukan peningkatan program khusus jajanan anak sekolah. "Hal ini dilakukan karena selama ini banyak JAS yang menimbulkan korban dan itu semua anak yang duduk dibangku SD," terangnya seraya menerangkan peningkatan program tersebut antara lain, program pengawasan produksi, peredaran dan melakukan sosialisasi pemberdayaan konsumen.

“Diharapkan program ini nantinya bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya. Selain itu, pihaknya setiap tahun melakukan dialog dan seminar dalam jajanan sekolah sehat dan bersih ini sekaligus meminta masukan-masukan efektif.

Secara spesifik, sambungnya JAS tidak sehat dikatakannya tidak ada. Akan tetapi secara potensi, kondisi jajanan sekolah tidak sehat selalu ada. “Seperti, penjual jajanan makanan di sekolah mendagangkan jualannya di area terbuka dan terdapat selokan kotor tanpa penutup. Ini dapat memicu jajanan sekolah menjadi tidak sehat,” paparnya.

Masih Sacramento, BBPOM Sumut tidak merekomendasikan anak sekolah mengonsumsi minuman mengandung pemanis buatan (siklamat). Sebab, dalam segi gizi kalori, kandungan ini tidak ada di dalam jenis minuman tersebut.

“Kita menghimbau kepada anak-anak sekolah agar menkonsumsi makanan yang terlindung dengan baik. Kepada orangtua, diharapkan selalu memberikan sarapan pagi kepada anaknya sebelum berangkat sekolah. Jangan biarkan anak berangkat sekolah dengan perut kosong,” terangnya.

Sementara itu, gabungan antar kementrian yakni Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Kementrian Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Pemberdayaan Anak (PA) menemukan 40-45 persen jajanan anak sekolah tidak higienis.

"Di Sumatera Utara, jajanan makanan tidak higienis masih ada ditemukan, namun dari tahun ke tahun kondisi ini sudah menurun," papar Sacramento seraya mengatakan dirinya tidak mendetailkan secara rinci persentase jajanan sekolah tidak higienis di Sumut terutama daerah mana saja yang sering ditemukan kasus seperti ini.

“Untuk persentase dan daerahnya saya tidak tahu, karena data saya lagi tidak ada. Tapi temuan ini tidak terlalu tinggi,” ungkapnya.

Selain himbauan kepada anak sekolah dan orangtua, dirinya juga menghimbau kepada produsen agar membeli bahan untuk dikelolanya dan diketahui persis. Jangan berjualan di tempat terbuka dari selokan kotor, kemasan harus benar-benar steril. Sedapat mungkin, produsen atau penjual makanan sekolah dapat memeriksakan mutu makanan di laboratorium.

Diketahui, tidak semua produsen khususnya pedagang makanan sekolah memiliki banyak uang untuk pemeriksaan mutu makanan yang dikelolanya ke laboratorium. Dalam hal ini, Sacramento mengarahkan pedagang untuk meminta bantuan kepada Pemko/Pemkab untuk pemeriksaan ini. “Pemko/Pemkab sudah ada program untuk itu. Pasti mereka (Pemko/Pemkab) mau membantunya. Saya yakin itu,” tegasnya. (Akb)

Guru SD Muhammadiyah Menangkan Hadiah Umroh


Medan - Guru SD Muhammadiyah 18, Ratna warga Jalan Bambu Gang A No 11 mendapat hadiah Umroh dari PPP setelah mengikuti kegiatan jalan santai yang merupakan kegiatan rutin dari PPP.

Ratna yang baru mengajar di SD Muhammadiyah 18 ini terharu dan seakan tidak percaya kalau dirinya bisa mendapatkan doorprice berangkat Umroh dari PPP. "Subhanallah, saya tidak percaya kalau saya bisa Umroh hanya karena saya mengikuti kegiatan jalan santai yang diadakan PPP," kata guru SD Muhammadiyah yang belum sebulan mengajar di sekolah tersebut. Minggu (20/2)

Ditanya mengenai alasan apa dirinya mengikuti kegiatan jalan santai yang diadakan PPP, Ratna mengatakan dirinya tidak mengetahui atas dasar dan alasan apa dirinya mengikuti acara tersebut. "Saya tidak tahu alasan apa, saya diajak sama teman saya dan saya ikut mendaftar. Apalagi salah satu persyaratan khusus untuk mengikuti kegiatan ini harus beragama islam," ujarnya seraya mengucapkan beribu terima kasih kepada semua yang hadir dalam acara jalan santai ini sambil mengeluarkan air mata.

Menurut Ketua DPW PPP Sumut, H Fadly Nurzal SAg mengatakan hadiah umroh ini kita persembahkan untuk membagi kebahagian kepada masyarakat luas dan yang beruntung mendapatkan hadiah Umroh adalah seorang ibu guru agama islam SD Muhammadiyah 18 dalam rangka kegiatan jalan santai.

"Guru adalah segala-galanya khususnya dalam hal pendidikan karena tanpa adanya guru, negara ini tidak akan ada bagusnya dan tanpa ada guru, manusia tidak akan mengenal huruf," paparnya.(Akb)

Memperingati Hari Ultah, PPP Membuat Jalan Santai


Medan - Dalam rangka memperingati hari lahir yang ke 38 tahun dan juga dalam rangka menghadapi Musyawarah Wilayah (Muswil) ke enam, Partai Persatuan Pembangunan (P3) membuat kegiatan jalan santai, dimana Jalan Santai ini dimulai dari Jalan Pulau Pinang, Lapangan Benteng, kantor DPW P3 yang terletak di jalan Raden Saleh kemudian berakhir di Lapangan Merdeka.

"Acara jalan santai dan lomba paduan suara mars P3 ini kita lakukan untuk merayakan hari jadi P3 yang ke 38 dan juga untuk menghadapi Muswil ke enam," kata Ketua DPW P3 Sumut, H Fadly nurzal SAg. Minggu (20/2)

Dikatakannya, dalam acara jalan santai ini, diikuti oleh seluruh masyarakat muslim yang ada di Sumut. "Ada 5000an orang yang ikut jalan santai, dan semuanya masyarakat muslim," ujarnya.

Dalam kegiatan ini, sambungnya persyaratan pertama dalam mengikuti kegiatan jalan santai ini harus masyarakat beragama islam. "Ini bertujuan untuk memupuk tali persaudaraan sesama muslim yang selama ini sudah rapuh," terangnya seraya menambahkan dalam kegiatan jalan santai ini hadiah utamanya adalah umroh.

Sementara itu menurut, Ketua Panitia Drs H Yulizar Parlagutan Lubis mengatakan acara ini merupakan kegiatan rutin P3 dimana ini semua bertujuan untuk peduli kepada masyarakat luas.

Dikatakannya, Secara momentum kegiatan ini untuk menghadapi rangkaian kegiatan Muswil ke enam P3 Sumut. "Jadi ada kegiatan sosial, olahraga, agama dan tentu ada kegiatan politik nantinya," ujarnya seraya menambahkan kegiatan politik nanti di Muswil yaitu tanggal 25 sampai 27 Februari dan diadakan di Asrama Haji.

Dirincikannya, kegiatan rutin yang sering dilakukan P3 yaitu selain Jalan santai, P3 juga mempunyai kegiatan sosial seperti berkunjung kepanti sosial, sedangkan untuk kegiatan agamanya seperti membuat majlis taklim dan liqo.

Masih dikatakannya, Dalam rangka membangun kebersamaan dan persaudaraan, P3 membuat berbagai rincian dimana bertujuan untuk membugarkan masyarakat. "Itu akan sangat mempengaruhi produk yang kita utuskan, dimana kesehatan akan melahirkan pikiran yang sehat pula," paparnya seraya menyatakan, Suasana kebersamaan akan sangat mempengaruhi ketentraman kepada masyarakat. (Akb)

Gawat, Baru VI Kabupaten/Kota Mengirimkan Data Kepesertaan Jamkesmas

Medan - Sebanyak 30 kabupaten/kota di Sumatera Utara, baru 6 kabupaten/kota yang mengirimkan data kepesertaan Jaminan Kesehatan Masyarakat ke pemerintah pusat. Sedangkan 24 kabupaten kota lainnya belum jelas kapan menyerahkan data kepesertaan tersebut.

“Sebenarnya, 31 Desember tahun lalu merupakan hari terakhir penyerahan data peserta Jamkesmas harus dikirim kepusat. Namun karena semuanya telat, jadi kita perpanjang lagi waktunya hingga 15 Februari 2011," kata Kepala Seksi Jaminan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumut, Alexander Gultom seraya mengatakan hingga saat ini, baru 6 kabupaten kota yang sudah mengirimkan data kepesertaan Jamkesmas. Sabtu (19/2)

Dikatakannya, keenam kabupaten/kota yang sudah menyerahkan data kepesertaan Jamkesmas yaitu, Tanjung Balai dengan kuota 45.065 jiwa, Tapanuli Utara dengan kuota 114.795 jiwa, Serdang Bedagai dengan kuota 180.404 jiwa, Tapanuli Selatan dengan kuota 286.905 jiwa, Asahan kuotanya 258.746 jiwa dan Tobasa kuotanya 82.031 jiwa.

“Kuota kepesertaan Jamkesmas tahun 2011 tidak berubah dengan kuota 2010, walaupun pada dasarnya penduduk miskin turun menurut BPS pada tahun 2008, tapi data yang dipakai tetap data penduduk miskin tahun 2005. Kalaupun berkurang penduduk miskin, sisanya dicari oleh pemkab/pemko sendiri, diutamakan peserta yang lama yang ada penyakit kronisnya,” katanya.

Diterangkannya, belum ada informasi dari pusat kapan batas waktu yang diberikan untuk mengirimkan datanya. Namun, pihaknya akan mengirimkan surat lagi ke kabupaten / kota untuk mendesak agar secepatnya mengirimkan data peserta Jamkesmas. Sambung Alex, kalau terlalu lama mengirimkannya kabupaten kota sendiri yang akan rugi.

Ditanya mengenai alasan apa yang menyebabkan lamanya pengiriman berkas kepesertaan Jamkesmas, Alexander memaparkan hal itu kemungkinan karena data kepesertaan yang lama harus diketik ulang dan tidak mudah mengetik ulang karena datanya mencapai ratusan ribu.

"Itu dikarenakan data kepesertaan yang lama disimpan dalam bentuk data PDF makanya tidak bisa diedit. Tapi, dalam waktu dekat akan kita surati lagi, supaya cepat dikirim datanya. Kita beri waktu mungkin 2 minggu lagi dalam bulan ini. Karena kalau terlalu lama, daerah itu yang akan rugi,” ujarnya.

Sedangkan untuk Kota Medan sendiri sambungnya, terlalu lama mengirimkan data peserta Jamkesmasnya dimungkinkan karena memilah warga yang mana masuk dalam kepesertaan Jamkesmas dan JPKMS (Medan Sehat). “Mungkin, Medan mau benar-benar menentukan warga miskin yang mana masuk program Medan Sehat dan Jamkesmas, makanya lama,” paparnya.

Terpisah anggota Komisi E DPRD Sumut, Nur Azizah mengaku, curiga atas lambatnya kabupaten kota menyerahkan data peserta Jamkesmas. "Hal ini sangat berbahaya, apalagi saat ini dana talangan yang bersumber dari APBD sumut, jumlahnya kini menipis," terangnya seraya memaparkan, pendataan itu sebenarnya tidak sulit. Artinya, ada indikasi pendataannya tidak beres.

Dikatakannya, sebelumnya sudah ada data, hanya tinggal memfalidasi saja. Seharusnya, sebentar saja selesai untuk penyerahan kepesertaan Jamkesmas. "Kita curiga, dengan proses pendataan yang dilakukan dengan benar. Kita akan pertanyakan alasan lamanya kabupaten/kota. Gawat sekali jika seperti ini. Kita akan undang pihak terkait, karena beberapa hari belakangan ini kita menerima laporan dari warga yang kartu kepesertaannya habis masa berlakunya,”katanya lagi. (Akb)

Sekolah SMP Puteri Cahaya Mengadakan Olimpiade Olahraga Seni dan Sains


Medan - Sekolah SMP Puteri Cahaya mengadakan olimpiade olahraga seni dan sains dimana olimpiade ini bertujuan untuk mempublikasikan sekolah agar kedepannya bisa lebih dikenal masyarakat banyak. Hal ini dikatakan Ketua Panitia, Drs. Timbul Nadeak.

"Kita sudah mengadakan acara ini sebanyak dua kali dan sangat disambut dengan antusias dari para peserta," katanya seraya mengatakan dalam olimpiade ini kita sengaja mencari peserta dari anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Dikatakannya, acara olimpiade ini selain bertujuan untuk membina bakat-bakat yang dimiliki para murid juga untuk mempublikasikan sekolah SMP Puteri Cahaya kemasyarakat. Jadi sambungnya selain mengasah kepintaran anak didik, sekolah SMP Puteri Cahaya ini juga melihat bakat olahraga yang mereka miliki. "Dimana kegiatan ini bertujuan juga selain mengasah otak juga mengasah otot," ujarnya.

Dirincikan Timbul acara Olimpiade ini terdiri dari beberapa kategori, yaitu kategori Seni dimana olimpiade yang termasuk dalam kategori tersebut adalah Olimpiade Tari, Karoke, dan Mewarnai tingkat SD. "Dimana untuk Olimpiade dengan Kategori Seni dimulai pada Selasa (8/2) hingga Sabtu (12/2). Saat acara ini berjalan, sembari pula kita mengadakan Olimpiade Futsal dimana para pesertanya juga yang kita ikutsertakan merupakan murid yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar," bebernya seraya mengatakan untuk Olimpiade Futsal finalnya pada Selasa (22/2) mendatang.

Masih dikatakan Timbul, Setelah Final untuk Olimpiade Futsal, Rabu (23/2) sampai Kamis (24/2) baru kita mengadakan Olimpiade Sains dimana dihari itu juga kita mengumumkan pemenang dan pemberian hadiah sekaligus penutupan oleh panitia pelaksana.

Sementara itu, Menurut Kepala Sekolah SMP Puteri Cahaya, Mualdin Sinurat SpD mengatakan kegiatan Olimpiade ini kita persembahkan untuk mencari bibit-bibit dari generasi muda dalam pengembangan prestasi dan siap bersaing dalam kompetisi. "Olimpiade ini kita adakan pertama kali Tahun lalu bulan Februari dan sekarang merupakan acara yang kedua kalinya dimana acara ini kita buat lagi karena pada tahun kemarin, acara Olimpiade ini sempat mendapat respon dari masyarakat banyak," katanya.

Ditanya mengenai alasan apa yang menjadikan dirinya lebih memilih anak SD untuk mengikuti Olimpiade ini, Mualdin menjelaskan itulah satu faktor yang nantinya bisa memajukan sekolah ini juga. Dirinya memilih anak SD karena mereka kedepannya pasti akan menduduki bangku SMP. "Nah disinilah peran kita untuk memperkenalkan seperti apa sekolah yang kita miliki kepada murid-murid yang sekarang masih duduk antara kelas III sampai Kelas IV," terangnya.

Dikatakannya, acara ini diikuti sebanyak 760 orang dimana 450 orang diantaranya merupakan peserta yang lebih memilih mengikuti sains, 250 orang lainnya untuk mengikuti Olimpiade Futsal dimana dari 250 orang tersebut, dimana dari 250 orang tersebut terbentuk sekitar 52 tim dengan sistem gugur. "Semua peserta kita ambil dari seluruh anak SD di Kota Medan baik itu negeri maupun swasta," katanya seraya menyatakan dengan kita buat para peserta Olimpiade seluruh anak SD yang berada di Kota Medan, kedepannya mereka bisa memilih SMP Puteri Cahaya untuk sekolah lanjutan tingkat pertama yang mereka pilih dimana seluruh peserta itu duduk di kelas empat sampai kelas enam SD.

Masih dikatakan Mualdin, dalam kegiatan belajar dan mengajar, SMP Puteri Cahaya mempunyai kegiatan ekstrakurikuler dimana itu diadakan setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu. "Dari ketiga hari yang kita tentukan untuk melakukan kegiatan ekskul, para siswa bisa memilih sesuai dengan apa yang mereka inginkan," ujarnya seraya mengatakan ekskul untuk dilapangan itu terdiri dari Futsal, Basket, Bulu Tangkis dan renang. Sedangkan untuk ekskul yang berada di dalam ruangan meliputi, bidang Fisika, Matematika, Biologi, IPS dan perdebatan tentang pelajaran bahasa Inggris.

Masih Mualdin, Sedangkan untuk Ekskul Seni, SMP Puteri Cahanya mengadakan Ekskul paduan suara, Band, Melukis dan Tari. "Jumlah murid yang berada di SMP Puteri Cahaya sebanyak 654 orang dimana itu semua dibagi dalam 15 kelas," katanya seraya mengatakan dari 15 kelas ada 1 kelas yang menjadi kelas unggulan. Dikatakannya yang bisa masuk kedalam kelas unggulan adalah murid-murid yang medapat nilai bagus pada pelajaran yang di Ujian Nasional (UN). (akb)

Polisi Sudah Mengantongi Persembunyian Wulan

Medan - Kasus penganiayaan yang terjadi di Deliserdang dimana putri kandung menganiaya kedua orang tuanya sudah menemukan titik terang. Pasalnya pihak kepolisian dari Poldasu sudah mengantongi tempat persembunyian pelaku penganiayaan. Hal ini dikatakan Plt Kabid Humas Poldasu, Heri Sofyan saat dihubungi melalui selularnya. Sabtu (19/2)

Dikatakannya, pihaknya sedang melakukan pengejaran keseluruh wilayah Deli Serdang. "Kita sudah mengantongi tempat persembunyian Wulan," katanya seraya menjelaskan pihaknya akan melakukan penyisiran disetiap rumah keluarga Wulan.

Ditanya mengenai apakah kalau stres tidak bisa diperiksa, Heri membantah hal tersebut, kalau tersangka tertangkap, pihaknya bisa langsung memeriksa tersangka walaupun tersangka dalam keadaan stres. "Kalau Wulan tertangkap, kita langsung memeriksa tersangka," ujarnya seraya memaparkan setelah tersangka ditangkap, pihaknya akan melakukan pemeriksaan ke psikiatri untuk mencari tahu dan memastikan apakah tersangka mengalami gangguan jiwa atau tidak.

"Setelah tertangkap, kita akan memeriksakan tersangka kepsikiatri untuk mengatahui apakah dirinya mengalami gangguan jiwa atau hanya sekedar stres setelah membunuh," ujarnya.

Diterangkannya, bisa saja tersangka menganiaya dulu namun karena ketakutan, tersangka menganggap dirinya stres karena baru ditinggal pergi suaminya. "Ini yang harus kita antisipasi, kalau semua orang menganggap dirinya stres setelah membunuh atau membuat keonaran hanya karena ingin bebas dari hukum, hancurlah kita," bebernya.

Masih dikatakan Heri, menurut pasal 44 tentang hukum pidana, tersangka yang mengalami gangguan jiwa, itu terbebas dari jeratan hukum. "Maka dari itu setelah tertangkap, tersangka kita bawa ke psikiatri guna mendapatkan kepastian tentang dirinya gila atau hanya sekedar stres," katanya lagi. (Akb)

Murhaty Sudah Bisa Bicara, Namun Tingkat Kesadarannya Menurun Karena Benturan Cangkul yang Begitu Kerasnya

Medan - Murhayati warga Jalan Dusun Manggisan, Desa Tumpatan Kecamatan Beringin Deli Serdang sudah menjalani operasi di RSUP H Adam Malik setelah kepalanya dicangkul oleh anaknya sendiri saat dirinya hendak melaksanakan solat dzuhur Jumat (18/2) kemarin.

Setelah kejadian Murhayati (korban) dibawa langsung ke RSUP H Adam Malik Jumat (18/2) sekitar pukul 17.55 wib untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menurut Kabag Humas RSUP H Adam Malik Medan, Sairi membenarkan kalau Murhayati benar dirawat di RSUP H Adam Malik Medan. "Korban benar dirawat di Adam Malik, masuk ke Adam Malik Jumat (18/2) sekitar jam 17.55 Wib dan langsung dibawa ke IGD," kata Sairi. Sabtu (19/2)

Dikatakannya, setelah mendapat perawatan pertama di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sekitar pukul 23.30 Wib, korban masuk keruang operasi untuk dilakukannya operasi. "Korban dioperasi oleh tim dokter bedah plastik. Operasi berjalan selama tiga jam. Masuk keruang operasi jam 23.30 selesai pukul 02.30 Wib Sabtu (19/2) dini hari," paparnya seraya menyatakan setelah operasi korban dipindahkan ke ruang Rindu A4 sekitar pukul 09.35 wib.

Ditanya mengenai seperti apa kondisi Murhayati pasca operasi, wanita berkacamata ini memaparkan, pasca operasi kondisi Muryati bagus dan saat ini sudah sadar. Namun sambung Sairi, tingkat kesadaran korban menurun karena kepalanya terbentur. "Memang setelah operasi kondisi korban bagus dan sudah bisa bicara namun karena benturan cangkul begitu keras, jadi tingkat kesadarannya berkurang, namun masih bisa diatasi" terangnya seraya menerangkan korban mengalami luka pada kening sebelah kanan.

Menurut pantauan Tribun di RSUP H Adam Malik Medan, Murhayati ditunggu oleh dua orang keluarganya dimana seorang laki-laki sekitar usia 42 tahun memakai baju kaos bekerah warna putih dan seorang lagi wanita berjilbab dan baju warna putih.

Menurut informasi yang dihimpun, kedua keluarga korban itu enggan untuk memberi informasi lebih lanjut dan pihak keluarga tidak mau difoto karena ini merupakan aib keluarga.

Terkait masalah ini wartawan berkordinasi kepada Humas agar bisa diberi izin untuk memoto korban, Sairi mengatakan pihaknya tidak bisa memaksa pasien dan keluarga pasien untuk meminta izin memoto. "Sudah ada perjanjian kita dan peraturan dirumah sakit ini, kalau keluarga pasien dan pasien yang bersangkutan untuk melarang dipublikasikan seperti difoto, maka saya tidak berani, karena itu melanggar peraturan dan hak pasien," katanya lagi seraya mengatakan korban merupakan pasien Jamkesmas. (Akb)

Anak Cangkul Orangtuanya

Medan, Nurhayati (55) warga Dusun Lestari, Desa Pasar V Kebun Kelapa Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang, kritis setelah dibacok oleh anak perempuannya, Wulan (25). Selanjutnya korban langsung dilarikan ke RSUP H Adam Malik untuk mendapat perawatan intensif, Jumat (18/2).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh , korban saat itu berada dirumah anak keempatnya di Dusun Manggis Desa Tumpatan Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang. Namun, saat korban sedang melaksanakan shalat Ashar, sekitar pukul 15.30 WIB, entah mengapa, Wulan bungsu dari lima bersaudara ini dan saat itu juga berada dirumah, tiba - tiba mendatangi korban kemudian membacok kepala nya menggunakan cangkul.

Seketika korban tak sadarkan diri dan bersimbah darah atas kejadian tersebut. Selanjutnya, korban dilarikan ke RSUP H Adam Malik untuk mendapatkan perawatan intensif. Berdasarkan pantauan, korban masih menjalani perawatan di Ruang IGD dengan kondisi terbaring lemah dan dipasangi infus. Sementara itu, keluarga korban tidak dapat dimintai keterangannya lebih lanjut.

Humas RSUP H Adam Malik, Sairi Saragih mengatakan belum dapat dikonfirmasi mengenai masalah tersebut. "Saya belum dapat memberi keterangan. Karena saya juga belum mengetahui kondisi korban secara pasti. Selain itu, keluarga korban juga tertutup dan tidak mau memberi keterangan. Sekarang pasien masih mendapat perawtan di ruang IGD. Tapi besok akan saya cek, dan melihat kondisinya,"ujarnya. (akb)