Star Rooms Menjalin Ukhuwah

Kemarin Jumat (11/6) usai mencari berita bagi Jurnalis dan menyusun naskah dari masing-masing Jurnalis yang Live Report bagi Produser. Semua pihak Star Rooms mengadakan Sholat Maqrib berjamaah dilantai IV Gedung Star Indonesia Group. Hal ini sengaja dilakukan untuk mengikat tali Silaturrahmi dan Ukhuwah yang diharapkan akan terjaga hingga akhir hayat nantinya, Amiiinn.

Adapun yang menjadi Imam malam itu Jumat (11/6) adalah Koordinator Liputan (Korlip-red) Amrizal dan yang menjadi Makmum itu Pemred (Pemimpin Redaksi-red) Aulia Andri, dan beberapa wartawan yang diantaranya Akbar yang sekaligu Menjadi Muazzin malam itu, Suhardi, Ahmad Rizal dan beberapa dari Produser.

Setelah melakukan Sholat Maqrib berjamaah, Star Rooms mengadakan acara makan malam bersama yang sering dilakukan para Jurnalis Starberita.com yang tidak lain tidak bukan untuk mendekatkan dan menyatukan kami menjadi keluarga Star Rooms. Malam itu yang menjadi donatur utama adalah Pemred Aulia Andri.

Menurut Korlip Amrizal, mengatakan kalau bisa setiap Maqrib kita mengadakan Sholat Maqrib bersama. "Ada baiknya kita melaksanakan Sholat Maqrib berjamaah agar kita bisa mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa,"jelasnya.

Sedangkan menurut Pemred Aulia Andri, mengatakan sebaiknya kita harus mengadakan Kuliah Tujuh Menit (Kultum-red) setiap selesai Sholat Maqrib. "Suhardi kan tamatan dari IAIN, jadi kita harapkan dia bisa mengisi Kultum setelah selesai mengerjakan Sholat Maqrib berjamaah,"jelasnya.

Hal ini, diusahakan akan terus berjalan biar kedekatan kita bukan sekedar tahu bentuk fisik dan suara, melainkan jiwa dan hati kita serta sifat harus kita ketahui satu sama lain yang nantinya bermanfaat bagi kita untuk saling melengkapi dan menutup segala kekurangan dengan kelebihan yang kita miliki. Sukses buat kita semua. Mantap Jaya. .


Itu Aku

Aku sering dipanggil dengan sebutan Akbar, aku anak kedua dari empat bersaudara. Aku lahir didunia ini hasil buah cinta dari Bapak Sutrisno dan Ibu Nuraida M Pardede. Aku dilahirkan tepat tanggal 7 November 1987 di Rumah Sakit Elisabeth. Aku dibuai dan dimanja dan diberi kasih sayang hingga aku bisa masuk di Sekolah.

Waktu itu aku sekolah di SD 066667 yang terletak di Jalan Kiwi III terletak tidak jauh dari rumah tempat aku tinggal yang kemarin masih di Jalan Kiwi I No XVIII Perumnas Mandala Medan. Aku masuk di Sekolah itu mulai tahun 1993 saat aku berusia 6 tahun dan aku bisa menyelesaikan Sekolah Dasar ku tahun 1999 saat aku berusia 12 tahun. Sebelum aku tamat dari Sekolah Dasar, kami sempat pindah rumah ke Jalan Gagak Raya Perumnas Mandala tahun 1997. Sewaktu aku tamat dari SD Inpres 066667 saat ingin melanjut ke SLTP, aku disunat seminggu sebelum masuk untuk MOS (Masa Orientasi Siswa-red) di Sekolah Lanjutan Tahap Pertama (SLTP). Alhamdulillah aku bisa menyelesaikan study aku tepat tiga tahun dan aku tamat dari SLTP pada tahun 2002 saat aku berusia 15 tahun.

Aku semakin bertambah besar, aku terus melanjutkan study aku untuk mencapai cita-citaku menjadi orang yang berguna bagi Agama, Bangsa dan bagi Kedua Orangtuaku. Karena hal tersebut aku melanjutkan study aku di SMA Negeri 5 Medan tahun 2002 yang terletak di Jalan Pelajar No 17 Medan yang letaknya sekitar 7 Kilometer dari rumah aku yang berada di Jalan Gagak Raya Perumnas Mandala. Sewaktu SMA aku merasa kepribadianku dibentuk sewaktu aku SMA, hal ini bisa aku rasakan karena saat aku SMA, aku diajak untuk masuk kesalah satu organisasi yang bergerak dibidang ke Islaman, nama organisasi itu disingkat dengan SKI (Seksi Kerohanian Islam-red).

Lama kelamaan, aku menjadi pengurus di SKI. Jabatan pertama sekali yang aku pegang di SKI tersebut adalah Wakil Sekretaris Umum itu sekitar tahun 2002 tidak jauh dari aku masuk di SMA tersebut. Setelah aku naik ke kelas II, aku menjadi Wakil Bintal (Bina Mental-red) di SMA Negeri 5 Medan tahun 2003 sekaligus aku menjadi anggota Pramuka saat itu. Banyak acara yang kami buat saat kami beneran jadi Pengurus SKI saat itu. Diantaranya kami membuat acara Sholat Idul Adha berjamaah di Halaman SMA Negeri 5 Medan, setelah itu kami membuat Pesantren Kilat, Rihlah, Tafakur Alam dan Tadabur Alam.

Dari semua kegiatan yang kami lakukan ternyata mengikat kami menjadi lebih kenal satu sama lain. Kenal bukan hanya sekedar kenal, kami kenal hingga ke sifat-sifat teman kami.
Setelah setahun kami melakukan aktivitas untuk SKI, kami pun naik kelas III. Saat kami duduk di Kelas III, aku menjadi ketua kelas yang dulunya waktu kelas II aku hanya menjadi Wakil Ketua Kelas. Saat aku kelas III aku teringat tepatnya tahun 2004 tanggal 24 bulan desember terjadi gempa yang berpusat di Aceh. Akibat gempa tersebut tahun 2005 sewaktu sudah mau dekat Ujian Nasional (UN), SMA Negeri 5 mendapat murid dari Aceh yang mereka merupakan korban yang selamat dari Tsunami yang melanda Aceh silam.

Ada 4 Orang Aceh yang disekolahkan di SMA Negeri 5 tepatnya di Kelas 3 IPA 2 tepat di kelas yang aku pimpin saat itu. Pengalaman yang aku alami, saat kami kelas III, kami tidak pernah belajar serius sewaktu di semester II padahal sebentar lagi kami menghadapi UN. Tapi ya namanya juga anak SMA. Alhamdulillah, aku lulus dari SMA Negeri 5 tahun 2005.

Setelah aku tamat dari SMA Negeri 5 dengan nilai rata-rata 8, aku berniat untuk menyambung study aku ke jenjang yang lebih tinggi. Maka dari itu aku sempat mengikuti Belajar Intensive di Medica untuk mempersiapkan diri mengikuti SPMB tahun 2005.

Selama persiapan untuk SPMB, aku mengikuti PMP yang ada dari Sekolahku. Tepatnya kemarin untuk kuliah di Jogja, sebelumnya aku minta izin untuk mengirim berkas dan melengkapi persyaratan PMP kepada kedua orangtuaku. Alhamdulillah kemarin aku dipanggil untuk kuliah di sana, tapi orangtua tidak mengijinkan aku kuliah disana.

Gara-gara itu, aku sempat membatalkan niatku untuk kuliah. Karena kemarin orangtuaku ingin aku masuk kedokteran biar aku jadi dokter kelak, tapi aku gak mau dan gak suka jadi dokter. Setelah aku berpikir dan terus berpikir, ternyata aku harus kuliah karena kalau hanya tamat SMA, ntar payah cari kerja. Jadi aku berniat untuk mendaftar kuliah. Kemarin yang tersirat di pikiranku aku harus mendaftar di UISU.

Dan saat itu, aku masih disuruh untuk mendaftar di Kedokteran UISU. Aku tidak mau dan akhirnya aku sedikit mencari akal untuk bisa tidak kuliah dengan jurusan kedokteran. Aku mencari tahu kapan Fakultas Kedokteran tutup. Aku mendaftaran Kedokteran saat penerimaan di Kedokteran sudah tutup. Jadi saat aku tanya, jurusan apa yang masih buka di UISU periode ke-III, dan mereka bilang, tinggal Fakultas Teknik Jurusan Informatika bang. Ehm, ya sudah, aku daftar di situ saja.

Awalnya aku kuliah beranggapan ketimbang dirumah bengong-bengong tidak jelas. Tapi seiring dengan waktu, aku bisa menikmati kuliah aku. Semester demi semestera aku hadapi dan akhirnya aku tiba di Penulisan Skripsi.

Pada saat penulisan skripsi, aku kesal dengan Pembimbing satu aku, karena seakan-akan dia ingin memperlama aku untuk tamat. Karena hal tersebut, aku jadi ikut wisuda gelombang ke-III. Tapi Alhamdulillah aku bisa tamat dari UISU dan mendapat gelar, sehingga nama aku sekarang menjadi M.Sofyan Akbar, ST.

Alhamdulillah tidak lama dari aku Wisuda Desember tahun kemarin, aku mendapat pekerjaan di media online yang dikenal dengan sebutan www.starberita.com
ternyata dunia wartawan itu sangat menyenangkan, dan akhir kata aku sampaikan dan beritahu kalian kalau Itulah "Aku".

Kasih Saiank Ibu Sepanjang Masa

Kasih sayang ibu sepanjang masa, sedangkan kasih sayang anak sepanjang galah. Mungkin itu adalah satu kalimat yang harus kita ingat agar kita menyayangi Ibu kita. Didunia ini tidak ada yang rela mati demi Ibu, tetapi Ibu rela mati hanya untuk melahirkan kita.

Tiada orang hebat tanpa kasih sayang dari seorang Ibu, Ibu adalah wanita yang terhebat, bahkan dia lebih hebat dari semua orang hebat yang ada di muka bumi ini. Seorang Ilmuwan sekalipun, seorang Astronot, Pilot, Tentara, Polisi, dan bahkan Presiden tidak akan ada tanpa kasih sayang dari seorang Ibu.

Seorang Ibu sering memberi kita arahan, pandangan hidup buat kita, ingin memberikan yang terbaik buat kita. Karena seorang Ibu tidak mau melihat anaknya menjadi orang yang tidak berguna dan menjadi "Sampah" Masyarakat.

Tetapi hal tersebut disalah artikan oleh seorang anak. Anak berpikir kalau Ibu menyuruh, melarang dan menasehati adalah mengekang seorang anak yang ingin bebas dan hidup sesuai dengan lingkungannya.

Terkadang kita sering salah artikan makna kasih sayang dari seorang Ibu. Kita beranggapan kalau Ibu sayang sama kita, dia tidak pernah memarahi kita, dia tidak pernah melarang kita, dan dia akan membebaskan kemana dan apa yang akan kau lakukan. Itu hal yang salah, karena kita tidak tahu hal apa yang akan terjadi pada kita kalau kita melakukan hal tersebut tanpa ada dorongan dan bantuan sekaligus arahan Hidup dari seorang Ibu.

Sahabat Nabi Muhammad SAW pernah bertanya kepada Rosul, Ya Rosul siapa yang pertama sekali yang harus kita sayangi didunia ini, dan seketika itu Rosul menjawab "Ibumu". Sahabat kemudian bertanya terus siapa yang harus kita sayang untuk yang kedua ya Rosul, dan Rosul menjawab "Ibumu". Kemudian untuk yang ketiga kali, sahabat bertanya kepada Rosul, siapa yang harus kita sayangi untuk yang ketiga ya Rosul, dan seketika itu Rosul menjawab, "Ibumu"dan yang terakhir Sahabat bertanya , Lalu ya Rosul, siapa orang yang keempat yang harus kita sayangi, Rosul menjawab dengan singkat dan padat, "Ayahmu".

Dari sini kita bisa tahu betapa pentingnya kita harus menyayangi Ibu kita. Lakukanlah yang terbaik untuk Ibumu. Kamu tidak akan rugi kalau kamu membantu Ibumu. Ingat, Hanya Ibu yang rela mati untuk kita.

Ingatlah, walaupun Ibu sering memarahi kita, tidak lain tidak bukan hanya untuk kebaikan kita hari ini dan hari yang akan datang.

Ibu, Aku Sayang Padamu...

Jamkesmas Untuk Wira Penderita Tumor di Pipi

Baluap - Medan, Wira Ardiansyah (5) anak dari pasangan Afrida Nuryana (38) dan Safaruddin yang masih terbaring di ruangan Rindu anak B-18 RSUP H. Adam Malik Medan yang menderita Tumor Ganas di bagian pipinya semenjak tiga bulan lalu, kini sudah ada perkembangan Rabu (9/6)

Setelah di rawat di RSUP H Adam Malik Medan, Wira seorang anak yang menderita Tumor Ganas di Pipi sebeleh kirinya, kini sudah ada sedikit perkembangan.

Menurut Humas RSUP H Adam Malik Medan, Sairi M. Saragih. DCN. Mkes saat dihubungi melalui selular, mengatakan kondisi Wira Ardiansyah anak dari pasangan Afrida dan Safaruddin kini sudah ada perkembangan, tetapi kondisinya belum begitu pulih.

Saat ditanya sudah sampai mana penanganan yang dilakukan pihak Rumah Sakit, Sairi, menjelaskan sejauh ini sudah kami lakukan pemeriksaan setiap hari untuk mengecek kesehatan Wira, dan kalau kesehatannya sudah pulih total, kami akan mengoperasi Wira.

Menyangkut masalah biaya perobatan, Sairi menjelaskan untuk masalah itu, kami sudah mengeluarkan Jamkesmas untuk membiayai semua perobatan Wira.
Orangtua Wira kini bisa sedikit lega saat mendengar masalah biaya sudah ditanggung oleh dana talangan Jamkesmas. (AKB)

Selama 2 Bulan, Baru 2 kali Buang Air Besar

Baluap - Medan, Nurul Hasanah bayi umur 2 bulan anak dari pasangan Ahmadin (32) dan Sri Hayani (27) kini terbaring lemah di Ruang XI RSU Pirngadi Medan karena diserang penyakit Hichprung Diases (sistem syaraf usus tidak berfungsi-red) yang dideritanya sejak 2 hari setelah kelahirannya. Karena penyakit yang dideritanya, menyebabkan perut Nurul menjadi membesar. Rabu (9/6).

Dua hari setelah kelahiran Nurul pada 12 Maret 2010 kemarin, Nurul diserang demam. Mengetahui hal tersebut Ahmadin yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan membawa anak keduanya ke Rumah Sakit Katarina untuk diberi pengobatan.

Menurut Ahmadin saat diwawancara baluapberaniberani di Ruang XI RSU Pirngadi, mengatakan sejak dia lahir sampai sekarang, Rabu (9/6) anak saya baru dua kali buang air besar (BAB-red). "Selain terkena demam, anak saya baru dua kali buang air besar, dan itu yang menyebabkan perut anak saya membesar sampai sekarang,"jelasnya.

Menurut Tim Kesehatan klinik Nabila, Aldi Hasibuan, mengatakan kemarin bayi tersebut sempat dibawa ke Rumah Sakit Katarina guna mendapat perawatan yang intensif. Namun sekitar 15 hari di RS Katarina, selain karena keterbatasan biaya dan perlatan dari Rumah Sakit Katarina, Ahmadi yang sehari-hari tinggal bersama mertuanya di Desa Sei Kamah II Kec. Sungai Dadap Kisaran, akhirnya memindahkan buah hatinya atas rujukan Aldi ke RSU Pirngadi Medan.

"Saya yang mengantar Nurul dan keluarganya ke RSU Pirngadi Medan karena masalah biaya dan peralatan yang kurang lengkap dari Rumah Sakit Katarina,"papar Aldi.

Setelah ditangani oleh dr. Jeni Diantoro SpA, bayi yang bernama Nurul mengalami kelainan pada usus atau sistem syaraf pada usus Nurul tidak berfungsi dengan baik.

Sebelumnya, saat ditanya baluapberaniberani, tindakan yang sudah dilakukan untuk kesembuhan Nurul, Ahmadin menjelaskan usai 15 hari di RS Katarina, Nurul kami bawa ke orang pintar untuk penyembuhan. "Saya melakukan hal tersebut, karena penyakit Nurul tak kunjung sembuh walau sudah dirawat di RS Katarina selama 15 hari,"paparnya. Ahmadin juga menambahkan kalau dirinya sudah 6 kali membawa Nurul ke orang pintar.

Humas Pirngadi Medan Edison Parangin-angin, mengatakan pihaknya akan mengusahakan dana talangan untuk Nurul dan kami akan memasang alat bantu Soster (Nama alat bantu-red) untuk mengeluarkan kotoran didalam perut Nurul.

"Saya sangat mengharapkan anak saya Nurul sembuh dari sakitnya, kasian dia masih kecil sudah mengalami sakit kayak begitu,"ungkapnya. (AKB)

Saat itu pun Terjadi

Hujan deras yang menghampiriku malam ini seakan menggambarkan suasana hatiku yang sedang murung. Udara yang dingin dikarenakan hujan seakan menemani malamku yang sedang murung ini. Ntah apa yang aku pikirkan satu hari ini, ntah hal apa yang membuatku jadi seperti ini, seakan aku mendapat kutukan yang sangat dalam. Kutukan yang seakan tidak pernah aku tahu kenapa terjadi.
Pagi, siang, sore hingga malam aku selalu teringat akan masalah yang selalu datang dan seakan tidak mau pergi dari kehidupanku. Mulai aku terbangun dari tidur hingga aku tertidur kembali, setiap hari, setiap bulan bahkan setiap tahun dalam hidupku aku selalu memikirkan bagaimana mengatasi dan memecahkan masalah yang kualami mulai 2 tahun silam. Murung kenapa ko baluap??? mengapa dikau murung???
Aku murung dikarenakan masalah yang aku hadapi tak kunjung hilang. Aku udah berusaha tegar, tapi dari kemarin tetap saja gak bisa. Karena masalah ini, aku sering kena marah, aku sering menjadi korban untuk menyelesaikan masalah ini.
Masalah yang aku hadapi seakan-akan seperti hujan turun yang membasahi bumi. Terkadang hujan, terkadang tidak turun. Terkadang masalah yang aku hadapi diungkit terkadang tidak diungkit.
Ntah sampai kapan aku bisa tahan dengan masalah ini, ntah sampai kapan aku harus selamanya begini. Adakah akhir dari masalah ini merupakan hadiah yang menggembirakan? ? ??
Aku ingin akhir dari masalah ini bisa membuat semuanya senang termasuk aku.
Tapi aku tetap bersyukur dengan semua masalah yang menimpa aku, karena yang aku tahu "Allah tidak akan memberi cobaan kepada hambaNYA, kalau hambaNYA tidak sanggup"
Dan saat itupun terjadi, saat-saat sedih yang aku takuti telah menjadi bagian dari hidupku karena saat-saat senang yang kujalani kemarin, seakan tidak pernah kembali lagi. Walau begitu, aku tetap berdoa agar semua akan kembali seperti yang dulu lagi. Bersatu seperti dulu dipenuhi canda tawa yang hangat. Karena gak selamanya yang salah itu harus tetap divonis salah untuk selamanya.

Entah Apa yang Mereka Mau

hari ini';aowtkv'ovjlhjcuytvyv

awltucaltoyc a4iytbvliw4bvul rta

tvajlritcy aliw4yt ;liw4tvn;laiurtva

rtvalieryveirutnv;loiuy'v;oseruivnert

cairthnlrieutna;liutnvliuretcn;aoitrv

tvmpseruynbpuitncpur tpurtnl;ear8unloauc

arpotynpoeirn;liaeurtcnpawtou put[awt

feroicnpaeri7tpoaw7cnpoa7tcn aw'tp8cpnaeorutcaw

poriutcnpoe8rutpco7e4utc oaiweutnvpo9ertc

awotiycnpowe87r6pvo9eur tc[wep9r7tcpoei7rv]eartocyqw

tcqwo8ytcbpoqw876p cwpeor8t7c[qwp8tnc[aw

\0tpnoaw47tpo9vu4ntpo58eycnpoa875paw

prutnco8u5c;o9;ioune5a

li4ouncau94;a7w9puvnpe9ua;lskjg'paw94u7[jp0rivn

qw4jipotcn[aw49uv[qwpjt'a;kt['it[5uybn]qw4t

votierwpnuvyn[wqoe5y9u7qwporjtcm[pawo59ivn[peruoyjv [apw94utncoiywhtcn[qw46

aeporitycpqw9ruynv[]uitn]qtuv wyt

]

ini semua karena video bokep ariel, lunamaya, cut tari yang beredar.



Bocah Periang itu Pun telah terbaring Lemah. .

Baluap - Medan, Bocah Periang yang tinggal dikeluarga sederhana ini terpaksa terbaring di tempat tidur akibat benjolan yang terletak di lutut kirinya sebesar bola basket. Kecerian itu hilang sejak Februari 2009 lalu. Bocah yang sering di panggil dengan sebutan Jesica (15) ini sempat berobat, baik itu ke tukang urut atau ke Rumah Sakit. Namun tetap saja tidak ada membuahkan hasil, Senin (7/6)

Jesica yang merupakan anak sulung dari pasangan suami istri Disel Sibeua (44) dan Renti Simorangkir (38), mengatakan awalnya Jesica tiba-tiba demam, selain itu Jesica kelihatan tertatih-tatih saat berjalan. "Saat mengetahui hal tersebut, Orangtua Jesica langsung membawa Jesica untuk kusuk. Saat dikusuk, tukang kusuk itu menyatakan kalau engselnya lari,"jelasnya.

Karena benjolan dikaki kirinya terus membesar, atas saran tetangganya, Jesica dibawa ke RSU Swadana Tarutung, dengan rujukan menggunakan kartu Jamkesmas. Sesampainya disana, kaki Jesica difoto. Tetapi dokter yang memeriksa mengaku belum bisa mendiagnosa apa penyakit yang diderita Jesica.

“dokter hanya menduga tulang Jesica retak, setelah itu Jesica diberi tiga macam obat,” papar Renti. Tiga minggu berlalu, namun tetap tidak ada perubahan pada kaki kiri Jesica, malahan benjolan dikakinya semakin membesar. Mengetahui hal tersebut, dokter yang merawat Jesica menyuruh Jesica dibawa ke RSUP Adam Malik Medan. Setelah dilakukan beberapa test, akhirnya Jesica terdiagnosa penyakit Tumor Ganas dan harus diamputasi.

"Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, ternyata Jesica terkena Tumor Ganas dan harus diamputasi karena gumpalan daging dan cairan dikaki kiri Jesica,"papar Renti.
Renti menambahkan, kalau bisa kaki anak saya jangan diamputasi.

Saat ditanya Baluapberaniberani terkait masalah pendanaan, Renti mengatakan, kami sudah menggalang dana dari Tarutung. Tetapi tidak menutup kemungkinan, saya masih membutuhkan uluran tangan dari para dermawan yang mau membantu untuk kesembuhan Jesica. (AKB)