LBH : CBD Bahayakan Penerbangan - Tribun Medan

LBH : CBD Bahayakan Penerbangan - Tribun Medan

Jauh Dari Profesionalisme, Pengurus Tak Mau Publikasi Kontrak Pemain - Tribun Medan

Jauh Dari Profesionalisme, Pengurus Tak Mau Publikasi Kontrak Pemain - Tribun Medan

Jerman-Belanda Bertemu di Grup Maut - Tribun Medan

Jerman-Belanda Bertemu di Grup Maut - Tribun Medan

Tango 12, Bola Resmi Piala Eropa 2012 - Tribun Medan

Tango 12, Bola Resmi Piala Eropa 2012 - Tribun Medan

Stop Kekerasan atau Hadapi Perang Saudara - Tribun Medan

Stop Kekerasan atau Hadapi Perang Saudara - Tribun Medan

Wali Kota Makassar Bandingkan Titiek Puspa dengan Mobil Tua - Tribun Medan

Wali Kota Makassar Bandingkan Titiek Puspa dengan Mobil Tua - Tribun Medan

Jadwal Pertandingan Uero 2012 - Tribun Medan

Jadwal Pertandingan Uero 2012 - Tribun Medan

KNPI Kutim Minta Dokumen RAPBD dan APBD 2012 Dipublikasikan - Tribun Medan

KNPI Kutim Minta Dokumen RAPBD dan APBD 2012 Dipublikasikan - Tribun Medan

Tim SAR Gabungan Fokus Angkat Satu Mobil - Tribun Medan

Tim SAR Gabungan Fokus Angkat Satu Mobil - Tribun Medan

Polygon Keluarkan Sepeda Seri 2012 - Tribun Medan

Polygon Keluarkan Sepeda Seri 2012 - Tribun Medan

Wali Kota Makassar Bandingkan Titiek Puspa dengan Mobil Tua - Tribun Medan

Wali Kota Makassar Bandingkan Titiek Puspa dengan Mobil Tua - Tribun Medan

Launching PSMS Tanpa Rahudman - Tribun Medan

Launching PSMS Tanpa Rahudman - Tribun Medan

Wali Kelas: Ikuti Saja Permainannya


Pengutipan iuran untuk perbaikan instalasi listrik di SMAN 7 memberatkan orangtua murid. Hal ini terlihat dari perkataan orangtua murid kepada www.tribun-medan.com.

Orangtua siswa SMAN 7, Anwar mengatakan iuran wajib itu harus segera dibayarkan kalau tidak siswa tidak bisa mengikuti mid semester. "Mau tidak mau ini harus dibayar," kata Anwar.

Menurut Anwar kerusakan instalasi listrik telah terjadi tahun ajaran 2010/2011. Tetapi kondisi listrik di kantor guru dan kepala sekolah terus menyala sedangkan ruang kelas tidak tersuplai listrik. Bahkan, sambung Anwar renovasi sekolah yang sedang dilakukan selalu menggunakan listrik.

"Hal ini sudah saya laporkan kepada wali kelas murid, tapi wali kelas yang bernama Boston Pasaribu cuma mengatakan dirinya tidak bisa membantu banyak. Malah dia mengimbau saya untuk mengikuti permainannya saja,"kata Anwar kepada www.tribun-medan.com, Jumat (2/2) diwarung kopi dikawasan Hotel Polonia.

Mengenai Iuran Perbaikan Listrik, Daud "No Comment"

Iuran yang ditetapkan pihak SMAN 7 Medan kepada siswa yaitu uang perbaikan instalasi listrik sebesar Rp165Ribu membuat Orangtua siswa memberitahu bahwa ketua komite sekolah tidak lain adalah Kepala Sekolah SMAN 7 Medan. Muhammad Daud.

Berdasarkan laporan tersebut, www.tribun-medan.com berusaha menemui Kepala SMAN 7 guna mendapatkan pernyataannya. Namun tepat pukul 11.23 WIB beberapa guru yang dijumpai terkesan menyembunyikan keberadaan pimpinannya.

Akhirnya sekitar lima menit berselang tepatnya 11.28 wib www.tribun-medan.com berhasil menemui Kepala Sekolah SMAN 7, Muhammad Daud tepat didepan ruangannya. Namun Daud ketika disinggung persoalan itu tidak banyak berkomentar. Dirinya terus menyebutkan "Selesai Jumatan ya, saya mau jumatan, nanti saja ya," Sembari meninggalkan ruangannya Daud tampak panik dan gugup.

Takut Gak Ikut Mid, Anwar Terpaksa Bayar

Kebijakan sekolah yang tidak bisa dirubah lagi membuat orangtua siswa bernama Anwar terpaksa membayar permintaan sekolah tersebut dengan alasan agar anaknya bisa ikut ujian mid semester.

Setelah pembayaran Anwar mengaku tidak menerima kwitansi sebagai tanda bukti pembayaran. Bahkan ketika disinggung mengenai hal itu wali kelas menyebutkan sudah aturan dari komite sekolah.

"Saya tidak mendapat kwitansi dari iuran yang saya bayarkan untuk perbaikan instalasi listrik di sekolah tempat anak saya menimba ilmu," kata Anwar kepada www.tribun-medan.com.

Mendapatkan jawaban yang tidak menyenangkan dari wali kelas, Anwar mempertanyakan kepada Kepala SMAN 7, Muhammad Daud. Namun apa yang diterima Anwar, Kepala Sekolah SMAN 7 Medan mengatakan hal yang sama.

"Semuanya melemparkan ke komite ketika saya tanya. Kasihan sekali siswa-siswa yang tidak mampu harus mencari duit. Rp165ribu itu termasuk besar bagi beberapa orangtua murid/wali murid," terang Anwar.

Perbaikan Listrik, SMAN 7 Medan Libatkan Murid


Listrik merupakan kebutuhan sehari-hari yang sangat diperlukan dan apabila listrik tidak mengalir, maka manusia akan sangat terganggu karena ketiadaannya.

Seperti halnya SMAN 7 Medan yang sedang merencanakan perbaikan instalasi listrik. Namun sayangnya, dalam perencanaan perbaikan instalasi listrik, pihak sekolah melibatkan anak didik yang sama sekali bukan merupakan urusan mereka.

Hal ini tentu sangat memberatkan orangtua siswa karena merasa terbebani dengan penambahan iuran perbaikan instalasi listrik yang akan dilakukan pihak sekolah. Seperti yang diutarakan orangtua siswa kepada www.tribun-medan.com, mereka terpaksa membayar iuran tersebut karena takut anaknya tidak bisa mengikuti mid semester.

Anwar selaku orangtua siswa kelas 10 SMAN 7 mengatakan anggaran wajib itu sudah ditagih sejak pertengahan September lalu. Beberapa siswa sempat menolak mengeluarkan uang sebesar Rp165Ribu untuk membantu perbaikan instalasi listrik di sekolah mereka. Namun pihak sekolah mendesak siswa kelas 10-12 segera melunasi iuran perbaikan listrik di SMAN 7. (*)

Wow, Teknik Bercinta Diajarkan di Sekolah?


Sebuah sekolah khusus mengajari teknik-teknik bercinta dan cara memuaskan pasangan kini telah dibuka di Wina, Australia. Demikian dilansir Daily Mail, Kamis (1/12/12011).

Kepala sekolah asal Swedia, Ylva-Maria Thompson, membuka sekolah internasional untuk mengajari siswanya menjadi seorang pasangan yang hot dan hebat di ranjang.

Sekolah bernama The Austrian International Sex School menawarkan pelajaran dengan biaya 1.400 poundsterling satu semester. Sang kepala sekolah menambahkan, siapapun yang berusia di atas 16 tahun bisa mengajukan aplikasi ke akademi tersebut.

Para siswa akan tinggal bersama-sama dengan lawan jenis di sekolah berasrama dan mereka diharapkan bisa mempraktikkan pekerjaan rumah mereka. Setelah lulus, mereka kemudian dianugerahi semacam sertifikat dan kualifikasi.

"Pendidikan utama kami bukan secara teoris melainkan praktik. Ini memberikan tekanan bagaimana menjadi seorang kekasih yang hebat," jelasnya.

"Akan diajarkan posisi bercinta, cara menyentuh pasangan, bahkan dilengkapi dengan gambaran anatomi," demikian disampaikan juru bicara Melodi Kirsch sembari menambahkan sekolah ini bakal meraih sukses yang sangat besar di masa mendatang.

Sekolah ini sudah menjadi kontroversi di negara itu setelah sebuah iklan memperlihatkan pasangan bercinta dilarang tayang di televisi. (*)

Inilah Nama Korban Longsor Nias - Tribun Medan

Inilah Nama Korban Longsor Nias - Tribun Medan

Arototona: Belum Dapat Dipastikan Berapa Kerugian - Tribun Medan

Arototona: Belum Dapat Dipastikan Berapa Kerugian - Tribun Medan

30 Orang Masih Tertimbun - Tribun Medan

30 Orang Masih Tertimbun - Tribun Medan

Longsor, 37 KK Kehilangan Keluarga - Tribun Medan

Longsor, 37 KK Kehilangan Keluarga - Tribun Medan

Hujan 3 Hari, Nias Longsor - Tribun Medan

Hujan 3 Hari, Nias Longsor - Tribun Medan

Hujan 3 Hari, Nias Longsor - Tribun Medan

Hujan 3 Hari, Nias Longsor - Tribun Medan

Tanah Menentukan Finishing Perumahan - Tribun Medan

Tanah Menentukan Finishing Perumahan - Tribun Medan

Monyet Bikin Gadis Cantik Ini Terkenal


Charmian Chen, mahasiswi asal Taiwan, tidak pernah menyangka bahwa insiden memalukan saat dua ekor monyet ekor panjang membuat atasan bikininya melorot justru membuat dia jadi tenar di dunia maya. Chen, yang kebetulan seorang model, mengunjungi kawasan Sacred Monkey Forest di Ubud, Bali, bulan lalu saat dua primata yang "kurang ajar" itu "menggerayangi" dia dan membuat atasan pakaiannya melorot.

Mahasiswi berusia 22 tahun itu sedang berlibur dan tengah memberi makan monyet-monyet ketika peristiwa tersebut terjadi. Dua monyet itu rupanya melihat ada biji jagung yang jatuh mengenai bagian atas tubuh Chen. Primata tersebut menginginkan biji jagung itu.

Meskipun Chen berusaha keras mengusir para monyet itu, salah seekor berhasil menarik bikini model itu hingga melorot. Chen pun jadi malu dan berusaha untuk menutupi dirinya sebaik mungkin dengan menggunakan tangannya.

Peristiwa liburan yang membuatnya malu dan terasa konyol itu justru telah membuat Chen jadi bintang tenar di internet. Foto-foto kejadian itu menjadi berita utama di Taiwan, sejumlah stasiun televisi meminta dia untuk tampil dan berbicara tentang kejadian tersebut. Foto-foto tersebut juga telah menyebar ke seluruh dunia, muncul di situs blog, forum, serta media di AS, Inggris, dan Eropa, demikian antara lain menurut Daily Mail dan The Sun, Selasa (29/11/2011).

Chen bilang, "Saya sedang berlibur dan pada awalnya foto-foto itu lucu saja. Namun, ketika saya kembali ke Taiwan, semua orang mencoba menambahkan saya sebagai teman mereka di Facebook. Saya berpikir, ini agak aneh."

Ia melanjutkan, "Kemudian salah satu dari mereka bilang, mereka sudah melihat foto-foto (saya) itu dan saya benar-benar terkejut. Hal berikutnya yang saya tahu adalah saya mendapat telepon dari stasiun televisi. Saya sedang berlibur di Bali, jadi saya tidak keberatan. Tapi, kembali di Taiwan, saya masih ingin belajar, jadi saya tidak ingin menjadi terkenal hanya karena payudara saya. Tapi sesungguhnya itu menyenangkan, orang mendatangi saya dan bilang 'you're the monkey girl' dan hal itu membuat saya tertawa."

Chen mengatakan, monyet-monyet itu, selain lapar, juga tertarik pada bikini-bikini yang dipakai banyak pengunjung. Dia menambahkan, "Saya pikir, ketika monyet-monyet itu menarik pakaian saya, itu karena ada jagung. Namun, staf taman itu mengatakan, pengunjung yang berbikini cerah memang menarik perhatian para monyet. Saya pikir, warna-warna cerah itu mereka kira mungkin buah. Saya tidak tahu tentang hal itu (sebelumnya), tapi sangat aneh ketika itu."

Bagai "Ejakulasi Dini" - Tribun Medan

Bagai "Ejakulasi Dini" - Tribun Medan

Kurang Air, Pihak Properti Bangun Sumur Bor - Tribun Medan

Kurang Air, Pihak Properti Bangun Sumur Bor - Tribun Medan

Hunian 100 Unit Rumah Hemat Pakai PDAM - Tribun Medan

Hunian 100 Unit Rumah Hemat Pakai PDAM - Tribun Medan

Pengguna PDAM 80 Persen Warga Kota Medan - Tribun Medan

Pengguna PDAM 80 Persen Warga Kota Medan - Tribun Medan

Kenaikan Tarif PDAM Harus Dipikirkan - Tribun Medan

Kenaikan Tarif PDAM Harus Dipikirkan - Tribun Medan

PDAM Bantah Tarif Listrik Sosial Komersil - Tribun Medan

PDAM Bantah Tarif Listrik Sosial Komersil - Tribun Medan

Airbrush Dominan Pemikat Perempuan - Tribun Medan

Airbrush Dominan Pemikat Perempuan - Tribun Medan

Penampilan Perdana Juara III - Tribun Medan

Penampilan Perdana Juara III - Tribun Medan

Dari Main Jadi Demen - Tribun Medan

Dari Main Jadi Demen - Tribun Medan

Hemat APBD Untuk Korupsi - Tribun Medan

Hemat APBD Untuk Korupsi - Tribun Medan

Peluang Usaha Kripik Singkong Maichih - Tribun Medan

Peluang Usaha Kripik Singkong Maichih - Tribun Medan

Foto Nikita Willy dan Diego Beredar - Tribun Medan

Foto Nikita Willy dan Diego Beredar - Tribun Medan

Wow, Kebutuhan Ikan di Sumut Meningkat - Tribun Medan

Wow, Kebutuhan Ikan di Sumut Meningkat - Tribun Medan