Orang Kaya Lebih Tidak Beretika?


Anda pernah mendengar kisah tentang seseorang yang melakukan suatu pelanggaran, tetapi ketika diprotes malah balik menggertak, "Anda tahu saya ini siapa?"

Ternyata, perilaku seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Amerika. Penelitian baru dari University of California at Berkeley memaparkan, orang yang memiliki kelas sosial yang lebih tinggi cenderung tidak jujur dalam bernegosiasi, melanggar aturan untuk dapat memenangkan hadiah, membuat keputusan-keputusan yang tidak etis, dan perilaku-perilaku tidak beretika lainnya, daripada mereka yang datang dari kelas sosioekonomi yang lebih rendah. Orang berstatus sosial yang lebih tinggi, atau orang kaya, juga cenderung berbohong dan bersikap curang.

Menurut Karl Aquino, profesor bidang perilaku organisasi dan manajemen sumber daya di Saunders School of Business, University of British Columbia di Canada, ada bukti yang menyatakan bahwa orang kaya merasa memiliki kontrol yang lebih besar terhadap lingkungan mereka. Dengan "keuntungan" tersebut, mereka dapat mengurangi stres dan kemungkinan mendapatkan pemahaman yang lebih besar mengenai kepastian hidup.

Dalam eksperimen di jalan raya, peneliti mengamati bahwa pengemudi dengan mobil mahal cenderung untuk memotong jalan para pengendara motor di perempatan jalan yang padat, dan kurang menghargai orang yang sedang menyeberang jalan. Secara kasar, 45 persen pengemudi mobil yang dianggap memiliki status sosial yang tinggi mengabaikan pejalan kaki, dibandingkan dengan pengemudi kendaraan yang lebih sederhana (30 persen).

Eksperimen ini memang tidak membuktikan bahwa pengemudi mobil mewah melanggar peraturan lalu lintas karena kekayaan membuat mereka egois. Namun, pengemudi tampaknya mendahulukan kepentingannya lebih dulu, tanpa memedulikan hukum dan kepentingan orang lain.

"Mereka (pengemudi mobil mewah) itu memprioritaskan diri sendiri," ujar Paul Piff, mahasiswa pasca sarjana University of California, Berkeley, yang memimpin studi ini. "Mereka kurang memikirkan apa yang dilakukan orang lain, dan tampaknya menganggap hukum itu berpotensi untuk dilanggar. Semakin banyak yang mereka miliki, mereka semakin terbiasa memaksakan keinginan mereka sendiri."

Namun, hal ini tidak berarti mereka dengan sengaja melakukannya. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan cara di bawah sadar untuk lebih berfokus pada kebutuhan diri sendiri. Selain itu, peneliti juga mengemukakan bahwa tidak semua orang kaya bertindak kurang etis, sedangkan orang miskin selalu beretika.

Aquino menambahkan, sulit mengatakan apakah karena kaya orang jadi tidak beretika, atau apakah orang bertindak tanpa etika agar menjadi kaya. Namun, "Ada bukti bahwa perilaku 'brengsek' bisa membantu orang menjadi lebih sukses secara finansial, dan kemungkinan ada beberapa karakter lain seperti agresi, kasar, dan kurang berempati menghasilkan kemampuan seseorang untuk mengumpulkan kekayaan."

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini, terlihat juga bahwa orang di kelas sosial yang lebih tinggi seringkali kurang menyadari orang lain, tidak mampu mengenali apa yang dirasakan orang lain, kurang ikhlas, dan menjauhkan diri secara sosial. Contohnya, kerap sibuk dengan ponselnya, atau mencoret-coret kertas, ketika berinteraksi dengan orang lain. (*)

Mawar dan Marwan

Oleh: Ira Arindhini Sitepu

Sore itu pertemuan dengan orang tersayang akhirnya terjadi persisnya disebuah cafe ternama di daerah pelataran Ibukota. Disudut pojok café pilihanku untuk duduk menunggu seseorang yang telah kujanjikan bertemu.

Sore itu, ditengah keramaian kota, dari sudut pintu masuk café terlihat sosok lelaki yang aku nantikan. Lelaki yang aku kagumi selama bertahun-tahun karena sifat baiknya. Lelaki yang hendak aku temui ini sangat akrab dipanggil Marwan.

Perkenalan kami sudah berjalan 5 tahun, entah bagaimana tuhan menakdirkan diriku mengenal sosok lelaki berkulit putih ini. Perkenalan ini berawal dari bangku SMA persisnya kelas II. Waktu itu, sahabatku memperkenalkan aku padanya. Semenjak hari itu, kami dekat sampai saat ini.

Pertemuan hari ini dikarenakan ada yang ingin Marwan katakan kepada diriku. Seminggu sebelum pertemuan di café ini, hubungan kami dingin karena Marwan memilih untuk mendiamiku. Fine, aku berpikir bahwa ini satu diantara cara untuk sendiri. Meski aku mengetahui apa yang membuat lelaki yang aku kagumi ini dingin terhadapku.

Disepanjang aku menunggunya, pikiranku terus melayang dan bertanya-tanya. “Kira-kira apa yang hendak Marwan katakan,”tanyaku dalam hati. Apakah kalimat cinta yang memintaku menjadi pacarnya ? atau hanya mengatakan bahwa kedekatan ini hanya sebatas rasa sayang tanpa status.

"Ahh mana mungkin," pikirku. Dia terlalu sibuk untuk fokus melanjutkan study SI-nya demi cita-cita yang sering ia katakan kepadaku. "Lantass apa??," Pikiranku masih bertanya-tanya. Sampai aku menemui sosoknya yang sekarang duduk tepat dihadapanku dan telah meneguk minuman yang tadi ia pesan.

Aku masih memandangi wajahnya membayangkan seribu kata apa yang akan dia ucapkan kepadaku. Sehabis pulang kerja membuat pakaiannya yang mulai kusut. Walaupun begitu, aku terus memandang semua bagian tubuhnya, berharap menemukan sedikit ‘clue’ percakapan yang akan Marwan mulai di detik berikutnya.

"How are you today ?" Marwan membuka percakapan. "So good , meski ada beberapa hal yang membuatku bertanya-tanya untuk beberapa hari ini," sindirku.

"Hahaha okey, maaf membuatmu menunggu sedikit lama dari yang kita janjikan. Karena aku tadi dapat sedikit tambahan kerja," terang Marwan padaku.

"Fine, so apa yang akan harus aku dengar sore ini?" tanyaku sambil tersenyum simpul padanya. Setelah kulontarkan pertanyaan terakhir itu, kulihat wajahnya yang berubah menjadi sedikit kaku dan diam sejenak.

"Hmmm.. I'm not ready to talk this, tapi mungkin ini saat yang tepat sebelum semuanya menjadi lebih jauh lagi mawar" cetusnya dengan nada yang tiba-tiba merendah. "Maksudnya??" sambungku dengan cepat.

" Yahh, aku tau kita sudah saling mengenal beberapa tahun ini. Semua masalah yang pernah aku hadapi, selalu ku share dengan dirimu. Selain itu, kau selalu mengingatkan aku untuk hal-hal yang sering lalai untuk aku lakukan. Sejak SMA kita sudah mulai dekat, namun pertengkaran selalu menghiasi kedekatan kita dan biasanya pertengkaran itu bermula selalu karena diriku yang cuek banget, egois dan mungkin bukanlah orang yang cocok untuk mu saat ini, Mawar,” beber Marwan.


"Maksudnya apa? Aku benar2 gak mengerti apa yang sedang kau bicarakan ?" Sambungku dengan nada sedikit meninggi.

"Mawar, maaf saat ini aku gak bisa menjalani hubungan kita seperti biasanya, aku bakal jelasin ini kenapa dan gak mungkin bagiku. Pertama aku harus bekerja dari pagi hingga sore yang sering lupa untuk mengabarimu bahkan membalas semua sms atau mengangkat telponmu. Aku sadar itu membuatmu sakit,” ujar Warman.

Aku tertegun mendengar kata demi kata yang keluar dari bibir merahnya itu. “Aku sedang sibuk mengurus study ku saat ini. Itu semua aku lakukan demi masa depanku, dan aku ingin membahagiakan orangtuaku. Itu semua menambah waktu kesibukanku dari biasanya,” ungkap Marwan sembari meminum segelas air pesanannya Marwan kembali melontarkan kata-katanya. “Kamu melihat sangat sedikit waktu yang akan kita lalui bersama,” sambung Marwan.

Aku ingin fokus dengan karir dan study-ku Mawar, sepertinya aku tidak mungkin bisa membagi waktu lagi untuk mu.

(Masih dalam percakapan)

Aku memang egois yang gak pernah mau merubah sedikitpun sikapku untuk mengerti posisimu, dan aku sadar akan hal itu Mawar.

“Itulah yang aku takutkan. Kedekatan kita ini semakin jauh dan kamu semakin sakit dan aku gak mau itu. Karena itu aku rasa aku butuh waktu untuk focus dengan ini semua" tegas Marwan dengan segala ketegangannya.

Suasana menghening seketika, aku mencoba menarik nafas panjang menahan air mata yang hampir keluar. “Aku sangat tidak ingin air mata ini keluar saat bertemu dengan orang yang aku sayangi selama bertahun-tahun,” gumamku dalam hati. Disisi lain café itu kulihat, sepasang manusia sedang bercengkrama. Sayang, nasibku tak seperti mereka.

Untuk kedua kalinya aku menarik nafas panjang dan kuhela perlahan mencoba menjawab sekaligus menyanggah semua perkataan yang membuat aku syok sore itu.

"Hhmm, serumit itukah untukmu mnjalaninya?, bukankah dulu kau yang bilang, saat kau memulai perkuliahan ini, aku sering mengatakan bahwa kau akan semakin sibuk dan pastinya waktu untuk sekedar menyapaku akan semakin sedikit dan kau akan semakin sibuk dan kau akan semakin lupa dengan hal-hal kecil yang sering kau lupakan termasuk menjaga kesehatanmu? Lantass apa yang kau jawab saat aku berkata seperti itu? kau menjawab "bukankah aku selalu punya kamu yang akan mengingatkanku untuk hal itu" benar? Itu jawabmu kan? Lantas kenapa kamu mempermasalahkan keberadaanku yang hanya karena kemarin aku sedikit kesal dengan mu dan datang memarah2imu," kata dengan mata berkaca.


Marwan terdiam sambill melihati wajahku yang mungkin sudah sejelek makibau karena mencoba menahan tangis dan berusaha bicara dengan emosi yang tertahan.

"Aku menyayangimu dan aku tak pernah mempermasalahkan sikap cuekmu, egoismu. Aku juga gak pernah melarangmu untuk menggapai semua mimpimu, benar?" Sambungku dengan nada yang sudah mulai parau.

"Sekarang aku tanya kepadamu, benarkah tak ada lagi niat untukmu bersamaku dikemudian hari hanya karena sikapku kemarin yang kau anggap aku sama seperti waktu SMA memarahimu karena kau tak memberiku kabar? Dan apakah hanya karena masalah kemarin, semua perlakuanku slama ini kau anggap tidak nyaman??" Lanjutku sambil memandangi wajahnya.

Kulihat Marwan terdiam mencoba membuang pandangannya dariku. Ntah apa yang dia cari disekeliling pandangannya, aku masih saja melihat sosok yang kukenal lembut itu dengan segala pertanyaanku.

Kulihat dia menggossok-gosokkan hidungnya dengan perut ibu jarinya. Kemudian dia memandang kearahku lagi , kali ini dia mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaanku tadi.

"Mawar, kau tau perasaanku yang sebenarnya tanpa harus aku ucapkan, aku hanya tak ingin menyakitimu lebih dari ini hanya karena keegoisanku, karena aku sedang ingin fokus mee…

"Jawab pertanyaanku Marwan dengan jelas," Tegasku memotong pembicaraannya.

"Okey okey Mawar. Ya aku menyanyangimu, aku ingin bersamamu dikemudian hari nanti, aku juga nyaman dengan semua omelan-omelanmu slama ini, tapi aku ingin fokus Mawar, aku takut menyakitimu, percuma masalahnya tuh tetap sama, selalu seperti ini kan?" Jawab Marwan mencoba menjelaskan.


"Hmm jika memang seperti itu, kau tau kenapa manusia diciptakan berpasangan?? Karena gak da satu pun yang bisa hidup sendiri, dan untuk proses menjadi pasangan yang suci dimata Tuhan itu gak mudah, selalu ada cobaan yang didatangkan-Nya lewat setiap masalah yang kita hadapi bersama, kenapa kau berpikir aku akan sakit hati dan masalah ini akan terus sama? Coba pikirkan sejenak, bukankah untuk menyatukan 2 orang yang berbeda menjadi kesatuan yang sempurna saling melengkapi itu juga bukan hal yang mudah,” terangku kepada Marwan.


Mulai dari masa penjajakan, mengenal lebih lanjut, mendapatkan masalah, memecahkannya bersama,memahami satu sama lain, sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk terus bersama selamanya. “Bukankah itu terlihat tak mudah?” tanyaku.

Aku tak habis pikir dengan sikapmu yang hanya karena masalah kemarin, kau mengambil kesimpulan dari caraku kemarin bahwa aku tak menerima sikapmu selama ini.. Dengan semua alasan yang kau buat, aku tak mengerti kenapa sekarang kau berpikir seperti ini.


Dear, coba sejenak pikirkan, ini semua proses dan proses ini baru dua kali kita hadapi kan, ini semua proses untuk aku dan kamu saling mengenal satu sama lain lebih dalam, biarkan aku terbiasa dengan sikapmu, agar jika Tuhan mengehendakiku untuk terus hidup bersamamu kelak.

Aku benar-benar mengenal sosok itu, melayaninya dan memahami setiap tindakannya. “Kenapa kau takut dengan proses ini?” tanyaku kepada Marwan.

Segala sesuatunya mendapati proses. Aku tahu impianmu yang menjadi prioritasmu saat ini. Aku sadar, mungkin dengan adanya masalah kemarin, membuatmu sadar kau tak bisa fokus dengan impianmu karena ada aku “aku yang membuat pikiranmu terbagi, benar?" tanyaku.

Suasana menghening seketika, aku mencoba melanjutkan berbicara dgn tenang. "Aku hanya ingin mengenalmu lebih jauh, agar aku terbiasa dengan sikapmu, tapi jika hal itu pun membuatmu keberatan untuk tetap bersamaku, aku ikhlas dear, aku ikhlas jika aku harus membiarkanmu pergi untuk menggapai mimpimu.


Kejarlah impianmu selagi masih banyak waktu untuk itu. Kejarlah mimpimu yang didalamnya juga itu sebagian dari mimpiku untuk melihatmu sukses dikemudian hari.


Tangisku mulai menetes membanjiri pipiku tanpa kusadari sejak tadi. Tak tahan membendung semua perasaan ini aku mencoba mengatakan ini sekali lagi kepadanya.

Kalau ini membuatmu bahagia dan membebaskanmu dari segala sesuatu yang memberatkanmu untuk melangkah, pergilah. Aku rela demi mimpi-mimpimu aku harus melewati hari-hariku tanpa mengomelimu, aku rela demi mimpi-mimpimu hari-hariku sunyi tanpa adanya tawa diantara kita lagi.

Aku bahagia jika semua mimpimu terwujud, aku bahagia melihat orang yang aku omelin setiap hari , suatu saat nanti hidup bersama mimpi yang slama ini ia kejar, tapi please jangan kau suruh aku untuk berhenti menyayangimu sampai disini..

Biarlah rasa sayang ini terus ada meski dia tak lagi disambut dengan kasihmu. “Ini suatu perasaan yang terlalu istimewa untuk aku buang," Sambungku dengan nada sangat parau.

Tak kuat dengan ini semua, akhirnya aku menumpahkan semua air mataku dengan berlari menuju toilet yang ada di cafe itu, aku menangis semenjadi-jadinya merasakan seperti sebagian dari tubuhku mati karena rasa sakit yang teramat dalam ketika aku harus mengetahui ini semua, tak perduli dengan orang yang akan mendengarkan tangisanku ditoilet itu, aku terus menangis mencoba melepaskan seseorang yang selama ini kusayangi demi semua mimpinya.

Aku menemukan titik ikhlasku,namun aku kuakui aku tak mampu menahan sakitnya. Setelah beberapa saat kemudian aku menyelesaikan tangisku, kupandangi wajahku dikaca toilet dengan beberapa sisa air mata yang masih menempel di ujung-ujung pelipis mataku.

Mencoba menarik nafas panjang dan siap menemui Marwan kembali disudut cafe yang sejak tadi aku tinggalkan.

Aku melangkah meninggalkan toilet, kulihat Marwan masih dengan wajah tertunduknya sambil memegangi kepalanya, kucoba untuk menenangkan hatiku sebelum menatap wajahnya. Sekarang aku duduk didepannya lagi, perlahan dia menaikkan wajahnya untuk melihatku.

Astaga seperti ada beribu tikaman di dada ini saat mata kami saling bertemu. "Maafkan aku Mawar," serunya memecah keheningan kami.

Aku tak mau perpisahan ini terlihat buruk, aku harus bisa membuatnya percaya bahwa aku orang yang bisa dia andalkan untuk hal ini. Berkali-kali aku mencoba menenangkan hatiku dan mencoba menunjukkan wajah ikhlas kepadanya dengan sesimpul senyum yang aku berikan saat dia menatapku.

Entah dia heran dengan senyuman itu atau apapun yang ada dibenaknya,aku mencoba menahan senyum ini untuk beberapa detik.

"Aku gak papa, aku akan baik-baik saja, lagi pula itu berartikan pekerjaanku untuk mengingatkanmu dan mengomel-ngomelinmu akan tidak ada lagi, dan kau membuat umurku jauh lebih panjang dari sebelumnya karena tidak melakukan hal itu lagi. Benar kan hahaha," Aku mencoba tertawa palsu menahan sakitku saat harus mengatakan itu semua, dan demi suasana yang sudah dari tadi membeku.

Tapi kulihat dia hanya tersenyum, dan itu senyuman paling ‘jelek’ yang pernah kulihat diwajahnya karena dia memaksa untuk tersenyum dihadapanku dengan hati yang juga terluka dan merasa bersalah.

"Yasudah, hari sudah hampir malam, sebaiknya kita pulang agar kamu bisa beristirahat untuk bekerja esok," celotehku sambil berdiri mengisyaratkan untuk segera meninggalkan tempat ini.

Tanpa berkata apapun, dia hanya menuruti apapun yang kukatakan sore itui. Entah itu sebagai tebusan atas rasa bersalahnya, entah karena enggak ada lagi kata yang mampu dia lontarkan, aku tak tahu.

Sore itu dia menawarkan dirinya untuk mengantarkanku pulang sampai kekosan ku. Akupun tak ingin menolak niat baiknya, dan akhirnya dia mengantarku pulang. Dalam perjalanan diam menyelimuti perjalanan kami menuju kosanku.

Sampai didepan kost, kami saling bertatap untuk beberapa menit, sampai pada akhirnya aku menyuruhnya untuk segera pulang karena hari mulai gelap. Dia pun berpamitan kepadaku dan akhirnya melangkah membelakangiku. Ku pandangi punggungnya yang berjalan meninggalkanku sampai sosok itu tak terlihat lagi.


Seperti ada yang hilang ketika dia pergi dari hadapanku sejak tadi. Hari mulai gelap, kumandang adzan mulai terdengar disegala penjuru angin. Aku masuk dan berniat mandi. Selesai mandi aku mengambil waktuku sejenak untuk melaksanakan tugasku sebagai seorang hamba yang lemah menunaikan sholat.

Dibeberapa menit aku mengambil waktu khusyuk bersama-NYA, kini aku ingin bercerita kepadanya lewat doa-doaku.

"Ya Rab, Engkaulah sipemilik kasih yang Maha Mengasihi terimakasih atas setiap kasih yang Engkau berikan sampai hari ini dengan segala nikmat dan karunia yang aku miliki saat ini. Hari ini aku dan dia sudah memutuskan untuk tak menjalani hubungan istimewa ini lagi. Dan Kau tahu ini sangat begitu berat untuk kujalani. Namun peliharalah aku selalu dalam bahagia-Mu meski tanpanya. Aku tak ingin menjadi mahluk egois yang menghambatnya mengejar mimpi-mimpinya, karenanya mudahkanlah selalu langkahnya untuk meraih impiannya. Ya Rabb, Engkaulah yang Maha Mengetahui. Jika didalam hatinya masih tersimpan rasa sayang untukku, jadikan rasa itu penguat untuk hari-harinya yang sejak esok harus tanpa aku disampingnya, jangan jadikan dia lemah karena perasaan itu.

Ya Rab, aku sadar aku mahluk mu yang jauh dari kesempurnaan, dan karena ketidaksempurnaanku itu dia harus mengakhiri ini semua. Namun jangan kau jadikan aku mahluk yang tidak mau berusaha untuk mendekati kesempurnaan itu, tuntunlah aku untuk menjadi hambaMu yang berahlak jauh lebih baik dari hari kemarin yang terus berada dijalanmu. Aku ingin menebus rasa bersalahku yang telah membuat ini semua terjadi dengan berusaha untuk terus menjadi yang lebih baik dari hari kemarin. Jika usaha dan semangatku nantinya Engkau rasa sudah pantas untuk bisa bersamanya lagi dikemudian hari nanti, maka berikanlah kesempatan untuk aku mencoba mengenalnya lagi ya Rabb.

Ya Rab kupasrahkan seluruh hidupku hanya kepada-MU, ku ikhlaskan semua yang terjadi hari ini kepadaMu, hari esok masih misteri bagiku, begitu pula dengan jodohku yang ada ditangan-Mu, namun bolehkah aku berharap dan meminta kepada-Mu dikala suatu hari nanti kau ingin memberikanku pendamping hidup, pertemukan aku dengan dia kembali dalam kasihMu yang suci, aku ingin dia yang menjadi imamku kelak yang akan mengasihiku dan menuntunku untuk terus berada didalam KasihMu ..

Ya Rab,sesungguhgnya Engkaulah Maha Pelindung, Lindungilah dia selalu dari segala macam marabahaya yang ingin melukainya, dan jauhkan dia dari hal-hal buruk yang menyesatkannya.

Ya Rab, terimalah doa-doaku karena sesungguhnya Engkauulah tempat ku memohon dan meminta..
Amin," pintaku dalam doa sehabis sholatku.

Selesai ku bercerita pada-NYa ada ketenangan yang kurasakan, kutitipkan dia bersama cinta Kasih-Nya , biarlah Dia yang menentukan nasib kisah kasih kami ini, pikirku..

Sejak hari itu kujalani hari demi hari tanpa Marwan dengan semangatku untuk juga segera menyelesaikan kuliahku. “Yahh kujadikan rasa sayangku ini sebagai motivatorku untuk terus bisa semangat menjalani hari-hariku tanpanya, karena aku juga tahu, Marwan tak ingin melihat Mawarnya sedih dan tak bersemangat hanya karena perpisahan itu, karena didalam hati kami yakin, jika Tuhan menghendaki kami bersama disuatu hari nanti, maka Marwanku akan menjemputku kembali bersama mimpi yang telah ia capai,” harapku. (*)

Hanya 50 Ribu Pekerja yang Ikut Jamsostek


Jumlah buruh dan pekerja di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) hanya 50.774 orang. Jumlah tersebut merupakan pekerja di 682 perusahaan. Perusahaan kecil hingga menengah masih minim keikutsertaan Jamsostek.

Peserta Jamsostek tersebut, merupakan jumlah yang sedikit dan masih jauh dari jumlah sebenarnya. Dimana, lemahnya sosialisasi yang diberikan, rendahnya kesadaran pengusaha, dan lemahnya pengawasan menjadi faktor penyebabnya. Saat ini, PT Jamsostek (Persero) Kantor Cabang Pematangsiantar yang melingkupi sembilan kabupaten kota sebagai cakupan wilayah kerja tetap berupaya memberikan sosialisasi bagi pengusaha.

Seperti disampaikan oleh Kepala Kantor Cabang PT Jamsostek (Persero) Pematangsiantar, Rasidin SH, Selasa (28/2) dalam "GSS Gathering dan sosialisasi manfaat tambahan program Jamsostek bagi tenaga kerja dan perusahaan" di kantor cabang, Jalan Sakti Lubis Pematangsiantar. "Jumlah ini masih sangat sedikit, masih perlu upaya dan kerja keras dalam upaya sosialisasi bagi perusahaan," katanya. (*)

Koin Untuk Wali Kota Medan


Mengaku prihatin, Aliansi Masyarakat Peduli Hutang Pejabat menggelar Aksi Solidaritas Pengumpulan Koin untuk Membayar Hutang Rahudman Harahap, Senin (27/2).

Aksi yang dilakukan di Pengadilan Negeri Medan ini mendapat perhatian para pengunjung pengadilan. Mereka melihat poster dan kotak berisi uang receh. Koordinator aksi, Ilham Hutabarat mengatakan Aliansi Masyarakat Peduli Hutang Pejabat prihatin Rahudman Harahap punya hutang.

"Kita melihat akhir-akhir ini di media bahwa Pak Rahudman tersandung utang. Kita prihatin masa orang sekelas beliau berhutang?" katanya.

Menurut Hutabarat, saat ini Rahudman punya utang Rp 2 miliar ke seorang anggota DPRD Sumut yang merupakan fungsionaris Partai Golkar. "Kami dengar ini untuk ongkos politiknya. Bagaimana ini? Saya dengar juga anaknya mau mencalonkan diri menjadi Bupati di Tapsel. Nanti bayar perahu politik bisa. Tapi bayar utang ga bisa. Gimana itu?" tambahnya lagi.

Ilham memastikan uang yang terkumpul satu hari ini akan diberikan kepada Rahudman. "Kita belum hitung jumlah yang terkumpul. Tapi ini pasti diserahkan ke Pak Rahudman," ujarnya. (*)

Ini Dia Asal Muasal Becak


Becak berasal dari bahasa Hokkien, be chia yang artinya "kereta kuda" adalah suatu alat transportasi beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia dan juga di sebagian Asia. Kapasitas normal becak adalah dua orang penumpang dan seorang pengemudi. Di Indonesia ada dua jenis becak yang lazim digunakan:

* Becak dengan pengemudi di belakang. Jenis ini biasanya ada di Jawa.
* Becak dengan pengemudi di samping. Jenis ini biasanya ditemukan di Sumatra.

Becak merupakan alat angkutan yang ramah lingkungan karena tidak menyebabkan polusi udara (kecuali becak bermotor tentunya). Selain itu, becak tidak menyebabkan kebisingan dan juga dapat dijadikan sebagai obyek wisata bagi turis-turis mancanegara. Meskipun begitu, kehadiran becak di perkotaan dapat mengganggu lalu lintas karena kecepatannya yang lamban dibandingkan dengan mobil maupun sepeda motor. Selain itu, ada yang menganggap bahwa becak tidak nyaman dilihat, mungkin karena bentuknya yang kurang modern. Satu-satunya kota di Indonesia yang secara resmi melarang keberadaan becak adalah Jakarta. Becak dilarang di Jakarta sekitar akhir dasawarsa 1980-an. Alasan resminya antara lain kala itu ialah bahwa becak adalah "eksploitasi manusia atas manusia". Penggantinya adalah, ojek, bajaj dan Kancil. Selain di Indonesia, becak juga masih dapat ditemukan di negara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Vietnam dan Kuba. Di Singapura, becak kini hanyalah sebuah alat transportasi wisata saja.

Untuk meningkatkan kemampuan becak dan mendorong penggunaan kendaraan tidak bermotor dibeberapa negara maju dikembangkan becak yang menggunaan gigi percepatan/transmisi seperti yang digunakan dalam sepeda modern sehingga bisa melewati tanjakan dengan lebih mudah, desain dibuat aerodinamis serta pengemudinya berada di depan ruang penumpang.

ASAL USUL BECAK

Tahukah Readers, becak ternyata berasal dari Jepang? Kemunculan kendaraan beroda tiga yang ditarik dengan tenaga manusia itu pertama kalinya hanya kebetulan. Tahun 1869, seorang pria Amerika yang menjabat pembantu di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jepang berjalan-jalan menikmati pemandangan Kota Yokohama. Suatu saat dia berpikir bagaimana cara istrinya yang kakinya cacat bisa ikut berjalan-jalan? Tentu diperlukan sebuah kendaraan. Kendaraan itu, pikirnya, tidak usah ditarik kuda karena hanya untuk satu penumpang saja. Kemudian ia mulai menggambar kereta kecil tanpa atap di atas secarik kertas. Orang-orang Jepang yang melihat kendaraan pribadi ditarik manusia itu menamakannya jinrikisha. Penarik jinrikisha biasanya diberi upah tiap minggu. Lama-lama, jinrikisha menarik perhatian masyarakat Jepang, khususnya para bangsawan.

Pada tahun 1800-an jinrikisha akhirnya sampai ke telinga masyarakat di China. Hingga dalam waktu singkat, jinrikisha dikenal sebagai kendaraan pribadi kaum bangsawan dan kendaraan umum. Kendaraan ini diberi nama rickshaw. Sementara penghelanya disebut hiki. Tapi, lama-lama para pemerhati kemanusiaan di China iba melihat para hiki yang kerja bagaikan kuda itu. Mulai 1870 rickshaw dilarang beroperasi di seluruh jalan-jalan negeri China. Sedangkan inrikisha di Jepang sebelumnya sudah lama dilarang. Diilhami jinrikisha dan rickshaw, tiba-tiba saja sekitar tahun 1941 untuk pertama kalinya di kota-kota besar di Indonesia muncul becak. Berbeda dengan jinrikisha dan rickshaw yang beroda dua dengan ban mati, becak sudah lebih modern. Rodanya tiga dan menggunakan ban angin, mengemudikannya dikayuh dengan dua kaki. (*)


Maaf Rakyat Indonesia, BBM Akan Naik


"Maaf kepada rakyat Indonesia karena harga BBM (bahan bakar minyak) akan naik". Begitulah kata-kata yang meluncur dari mulut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik.

Permintaan maaf ini disampaikan kepada para wartawan ketika mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan arahan dan instruksi kepada para diplomat Indonesia di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (23/2/2012). Saat ini, sambung Jero, pemerintah masih menghitung besaran kenaikan harga BBM.

"Kita tengah hitung yang terbaik untuk rakyat. Negara akan melakukan efisiensi. Ada beberapa (proyek pemerintah) yang kita tunda sehingga rakyat tidak terlalu berat," ujar Jero.

Pemerintah, sambungnya, segera membahas besaran kenaikan harga BBM bersama Parlemen. Keputusan menaikkan harga BBM bersubsidi terbentur Pasal 7 UU APBN 2012 yang menolak adanya kenaikan harga BBM. Pemerintah dan DPR harus memutuskan membatalkan ketentuan Pasal 7 ini agar harga BBM bisa dinaikkan.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, demonstrasi terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM tidak dilarang. "Unjuk rasa boleh, yang penting tidak rusuh, asal proporsional, tidak merusak dan mengganggu ketertiban umum," tegas Djoko.

Baik Jero maupun Djoko mengatakan, pemerintah akan memberikan kompensasi kepada rakyat yang terkena dampak langsung terkait kenaikan harga BBM. Pilihan menaikkan harga BBM bersubsidi, menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tidak lepas dari situasi perekonomian dunia yang memburuk.

Belum lagi krisis ekonomi di zona euro dapat diatasi, muncul ketegangan politik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Eropa. Langkah Iran yang menghentikan penjualan minyak ke sejumlah negara di Eropa membuat harga minyak mentah dunia naik.

"(Harga) minyak mentah kita naik sangat cepat dalam beberapa minggu ini. Ini memberikan dampak luar biasa bagi perekonomian banyak negara, termasuk Indonesia," ucap Presiden ketika membuka Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/2/2012).

Hari Rabu, harga minyak mentah di Singapura untuk penyerahan April mencapai 106 dollar AS per barrel. Sementara harga minyak mentah Indonesia (ICP) sudah di atas 110 dollar AS, di atas asumsi makro APBN 2012, yakni 90 dollar AS per barrel. Presiden mengakui, kenaikan harga minyak mentah yang tinggi membuat Indonesia terpukul.

"Kita harus meresponsnya dan mengembangkan berbagai opsi serta kebijakan dengan tujuan menyelamatkan perekonomian, APBN dan kondisi fiskal," tutur Presiden.

Walau harga BBM bersubsidi direncanakan naik, Presiden menegaskan bahwa konversi penggunaan BBM bersubsidi menuju bahan bakar gas (BBG) tetap dilakukan karena akan memberi manfaat besar pada jangka panjang. "Bagaimanapun, untuk jangka menengah dan panjang, konversi dari BBM ke BBG terus kita lakukan," ujarnya.

Pembatasan BBM bersubsidi dijadwalkan pada 1 April 2012. Ada tiga opsi yang disiapkan pemerintah, yakni menaikkan harga BBM bersubsidi, mengalihkan penggunaan BBM ke BBG, dan mengharuskan mobil pribadi memakai BBM nonsubsidi, seperti pertamax. (*)

Universitas Quality Siap Laksanakan Surat Edaran Dikti


Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) mengeluarkan surat edaran pada 27 Januari 2012 tentang "Publikasi Karya Ilmiah" dengan nomor 152/E/T/2012. Surat edaran ini menganjurkan kepada Rektor/Ketua/Direktur PTN dan PTS seluruh Indonesia. Surat Edaran ini dikeluarkan Dirjen Dikti karena karya ilmiah Indonesia sangat jauh tertinggal dengan negara tetangga, Malaysia.

Munculnya surat edaran ini justru sangat positif karena mengingat karya ilmiah dari negara Indonesia begitu sedikit dibandingkan negara lain. Oleh karena itu mulai Agustus mendatang, semua lulusan baik di PTN maupun di PTS harus mempunya portal untuk meng-upload karya ilmiah dari mahasiswa.

Menanggapi hal ini, Drs Eduard MSi Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Politik dari Universitas Quality mengatakan kesiapannya dalam menanggapi surat edaran Dirjen Dikti. "Keluarnya surat edaran tersebut sangat membantu kejujuran akademis," katanya saat mengikut diskusi harian di Tribun Medan. Kamis (23/02/2012)

Dikatakannya, sebelum Dikti mengeluarkan surat edaran ini, Universitas Quality sudah mempunyai portal untuk meng-upload karya ilmiah dari para mahasiswa. "Jauh sebelum surat edaran ini keluar, kita sudah menyuruh mahasiswa untuk meng-upload karya ilmiah mereka ke portal kita," ujarnya seraya mengatakan portal di Universitas Quality ada dua, yaitu Quality Sthepia dan Quality Quantek.

Sementara itu, Ir Rafael R Winardi Dekan Fakultas Pertanian Universitas Quality mengatakan Dikti sudah menyediakan portal untuk karya ilmiah dari berbagai universitas. "Portal buatan Dikti itu bernama Garuda, jadi baik itu PTN maupun PTS semua bisa meng-upload karya ilmiah keportal milik Dikti," katanya.

Ditanya mengenai kesiapan yang harus diambil dalam mengantisipasi surat edaran Dikti ini, Rafael menyatakan kesiapan dan dalam waktu dekat, pihak Universitas Quality akan membuat Workshop tentang surat edaran itu kepada seluruh mahasiswa. "Jadi untuk mengantisipasi hal ini, kita akan mengadakan workshop, mengingat mahasiswa kita banyak yang kurang dalam merangkai kata-kata," kata Rafael.

Dalam acara diskusi di Harian Tribun Medan ini, turut hadir Dr Erna Frida Msi Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas Quality, Drs Eduard MSi Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Politik, Ir Rafael R Winardi Dekan Fakultas Pertanian Universitas Quality dan Drs Periyabar Nalde Sekretaris BPH Universitas Quality. (akb/tribun-medan.com)

Ini Dia Rahasia Hidup Bugar dan Sehat


Sudah sewajarnya jika kita selalu menjaga kesehatan, karena kesehatan punya harga yang mahal. Berolahraga rutin dan menjaga gaya hidup yang sehat mungkin sedikit berat dilakukan, namun efek jangka panjangnya akan jauh lebih menyenangkan.

Dan, meski sudah terbilang cukup untuk menjaga kesehatan, namun ternyata melakukan olahraga dan makan dengan sehat saja belum cukup. "Untuk menjaga pola hidup yang sehat dan bugar, sebaiknya lakukan dengan cara '5S'," ungkap dr Samuel Oetoro, dokter spesialis gizi klinis dari RS MRCCC, dalam acara branding buah nusantara di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Program 5S yang disebutnya terdiri atas:

1. Makan sehat. Agar tubuh tetap sehat, penuhi kebutuhan gizi dengan makanan yang sehat. "Konsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin, serat, dan juga mineral, seperti sayur dan juga buah-buahan," ujarnya.

Hindari menyantap makanan yang banyak mengandung kolesterol, karena akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan mengganggu kesehatan, terutama jantung. Untuk memenuhi kebutuhan asupan vitamin dan serat, Samuel menyarankan untuk mengonsumsi lima buah dalam sehari. "Lima buah ini meliputi lima jenis buah yang berbeda dalam lima warna yang berlainan. Setiap warna buah punya manfaat sendiri, sehingga harus dipenuhi semuanya agar tubuh sehat dan bebas dari penyakit," bebernya.

2. Berpikir sehat. Berpikir secara sehat bisa membantu meningkatkan kesehatan tubuh. Karena tubuh yang sehat tak hanya dipengaruhi oleh makanan saja, tapi juga dari pikiran. Pikiran yang tidak sehat atau stres bisa menimbulkan gangguan kesehatan dalam diri seseorang. "Pikiran yang negatif bisa membebani seseorang, dan akhirnya berpengaruh pada pola hidup yang mengarah ke penyakit," ungkapnya.

3. Istirahat sehat. Orang kerap mengasumsikan istirahat sekadar untuk mengistirahatkan tubuh sejenak. Menurut Samuel, istirahat yang dilakukan harus ada aturannya sendiri, yaitu harus dilakukan minimal selama enam jam. "Biasakan untuk istirahat yang cukup, misalnya tidur selama minimal enam jam, agar tubuh segar kembali," jelasnya. Hindari begadang terlalu sering.

4. Aktivitas sehat. Setiap hari kita melakukan berbagai aktivitas rutin. Namun, ketika tidak melakukan rutinitas seperti bekerja, coba lakukan aktivitas yang sehat seperti berolahraga, membersihkan rumah, atau berlibur bersama keluarga dan teman-teman terdekat untuk menghilangkan stres dan kejenuhan.

5. Lingkungan sehat. Agar sehat dan bugar, lingkungan tempat tinggal yang sehat juga sangat dibutuhkan. Biasakan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah Anda. Dengan lingkungan yang bersih dan sehat, suasana hati menjadi senang, pikiran sehat, dan membuat istirahat semakin maksimal.

Ta'aruf Dimata Islam


Ta'aruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh.

Ta'aruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah - ta'aruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.

Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, ta'aruf sangat berbeda dengan pacaran. Ta'aruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah.

Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Ta'aruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

Perbedaan Ta'aruf dengan Pacaran

Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli mobil second, tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus mobil itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan mobil itu.

Sedangkan ta'aruf
adalah seperti seorang montir mobil yang ahli memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar-menawar. Ketika melakukan taaruf, seseorang baik pihak pria atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetil, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik, sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya. Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi mobil itu sendiri.

Proses ta'aruf

Dalam upaya ta’aruf dengan calon pasangan, pihak pria dan wanita dipersilakan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi, ta'aruf bukanlah bermesraan berdua, tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.

Tujuan ta'aruf

Ta'aruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan. Sisi yang dijadikan pengenalan tidak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting. Misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang seksama, bukan cuma sekedar curi-curi pandang atau ngintip fotonya. Justru Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung face to face, bukan melalui media foto, lukisan atau video.
Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat, jadi tidak ada salahnya untuk dilihat. Khusus dalam kasus ta'aruf, yang namanya melihat wajah itu bukan cuma melirik-melirik sekilas, tapi kalau perlu dipelototi dengan seksama. Periksalah apakah ada jerawat numpang tumbuh di sana. Begitu juga dia boleh meminta diperlihatkan kedua telapak tangan calon istrinya. Juga bukan melihat sekilas, tapi melihat dengan seksama. Karena telapak tangan wanita bukanlah termasuk aurat.

Manfaat Ta'aruf

Selain urusan melihat fisik, taaruf juga harus menghasilkan data yang berkaitan dengan sikap, perilaku, pengalaman, cara kehidupan dan lain-lainnya. Hanya semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan dalam koridor syariat Islam. Minimal harus ditemani orang lain baik dari keluarga calon istri atau dari calon suami. Sehingga tidak dibenarkan untuk pergi jalan-jalan berdua, nonton, boncengan, kencan, nge-date dan seterusnya dengan menggunakan alasan taaruf. Janganlah ta`aruf menjadi pacaran, sehingga tidak terjadi khalwat dan ikhtilath antara pasangan yang belum jadi suami-istri ini.

SEMOGA BERMANFAAT

NB
: Semua kembali kepada individu masing-masing. Ta'aruf ataupun pacaran tidak ada yang salah untuk mengenalkan calon pasangan anda selagi itu masih dalam norma-norma agama.

Sumber

Dunia Islam Modern

Buruan Job Fair Hadir di Kota Medan

Buruan Job Fair Hadir di Kota Medan