Gawat, , , !!!! Tabrak Pohon Tewas...

Baluap - Medan, Adi, warga Jalan Deli Tua Gang Aman, Medan, ditemukan tewas di Jalan Deli Tua KM 10,5 Kamis (20/5), sekitar pukul 01.30 WIB. Pria berusia 35 tahun tersebut diduga meninggal akibat menabrak sebatang pohon saat mengendarai sepeda motor Yamaha Mio tanpa nomor polisi.

Menurut informasi yang diterima baluapberaniberani korban (Adi-red) berboncengan dengan temannya Indra Wijaya Situmorang, yang merupakan warga Jalan Bakti Utara no 17. Saat berboncengan, tiba-tiba mereka menabrak pohon yagn berada dipinggir jalan, lalu keduanya terjatuh. Adi yang membonceng langsung tewas dilokasi kejadia, sedangkan Indra, hanya mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sembiring. Setelah mendapat perawatan, Indra langsung melarikan diri.

Saat ini, jenasah Adi yang sempat bermalam di kamar mayat RSU Pirngadi Medan, telah dibawa pihak keluarga, Kamis (20/5) siang, untuk disemayamkan. (AKB/RIS)

Hati - Hati banyak Mengaku sebagai Oknum PLN


Baluap - Medan, Penipuan kerap terjadi di kalangan masyarakat. Terlebih dalam pelayanan masyarakat. Hati-hati dalam pemasangan baru aliran listrik, karena banyak oknum yang mengaku sebagai pihak PLN.Kamis (20/5)

Menurut pantauan baluapberaniberani di kantor PLN Cabang Medan Rayon Medan Kota jalan Listrik No 8 tepatnya di ruangan P2TL terlihat 2 masyarakat yang merasa tertipu oleh oknum yang mengaku sebagai pegawai PLN ranting Medan Timur yang bernama Khairul.

Dua diantara masyarakat tersebut bernama Sali warga jalan Perwira II ujung Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Kecamatan Medan Timur dan Siska warga jalan Paya Pasir Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli. Kedua masyarakat tersebut merasa tertipu oleh oknum yang mengaku pegawai PLN dengan dalih bisa mengurus pemasangan baru dan penambahan daya di Kantor PLN Cabang Medan jalan Listrik No 8.

Sedangkan menurut pegawai PLN Nuraida Pardede, mengatakan masyarakat harus hati-hati kepada oknum yang mengaku sebagai pegawai PLN yang bisa mengurus tambah daya dan pemasangan baru.

Sebaiknya kalau mengurus pemasangan baru dan penambahan daya, langsung kekantor PLN yang bersangkutan, ujarnya.
Kalau sudah begini, masyarakat yang terkena imbasnya, tambahnya.(FSL/AKB)

Selasa Depan, Warung "Jagung Bakar" Ditertibkan


Baluap - Medan, Terkait dengan kedatangan Front Pembela Islam (FPI) ke Kantor Camat Percut Sei Tuan, guna menyampaikan aspirasi agar dilakukannya penertiban warung "jagung bakar" yang ada di daerah tersebut, pihak Kecamatan dan Kapolsek Percut Sei Tuan, memberikan apresiasi dan akan melakukan penertiban pada Selasa, 25 Mei mendatang.

Penertiban tersebut merupakan hasil musyawarah yang diikuti Koramil setempat, Kapolsekta Percut Sei Tuan, Camat Percut Sei Tuan, dan para pemuka masyarakat daerah tersebut, yang berlangsung di ruang rapat Kantor Kecamatan Percut Sei Tuan, guna mencari jalan keluar dari 'penyakit masyarakat' tersebut, Kamis (20/5).

"Dalam musyawarah tadi pagi, diperoleh hasil, kami akan bersama-sama menertibkan warung yang diduga sebagai sarang prostitusi itu, dan rencananya Selasa depan," ungkap Ketua FPI Cabang Deli Serdang, Darwis Lubis.

Selanjuttnya Darwis mengatakan, bahwa sebenarnya pihaknya tidak ingin warung tersebut tutup, namun harus memiliki peraturan. "Kami juga tidak mau mereka tutup, dari warung itu mereka mencari nafkah, tapi harus dengan peraturan, janganlah pakai penutup segala, jangan menjual minuman keras juga, selain itu selama ini kami melihat banyak sekali pasangan yang berbuat mesum di warung itu," sambungnya.

Darwin menjelaskan, bahwa Camat dan Kapolsek Percut Sei Tuan telah berkali-kali melakukan penertiban warung-warung tersebut, namun beberapa hari kemudian, masyarakat kembali membuka warungnya.

"Camat dan Kapolsek Percut Sei Tuan mengaku kepada kami, bahwa masing-masing pihak mereka sudah berkali-kali menertibkan tempat itu, namun namanya juga penyakit masyarakat dalam beberapa hari kemudian timbul lagi", jelas Darwis.

Dalam 14 tuntutan yang ajukan oleh FPI, termasuk juga didalamnya untuk segera menutup tempat hiburan malam, yakni Barcelona Bar yang terletak di Jalan William Iskandar, Percut Sei Tuan.(NOV)

Antara Loyalitas dan Profesionalitas

Baluap - Medan, Semua dimulai dari Hari Buruh Nasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan 'May Day'. Pada tanggal 1 Mei itu, seperti sudah menjadi warisan atau tradisi bagi para buruh yang ada diseluruh dunia, untuk meluapkan apresiasinya dalam menegakkan ketidak adilan di suatu perusahaan, yang sangat tidak adil bagi mereka. Seperti, masih diberlakukannya Outshorching yang terbukti sangat memberatkan para buruh kontrak, disamping itu sudah banting tulang peras keringat untuk kehidupan keluarga, gaji para buruh masih saja dipotong.

Selain itu, pemecatan sepihak oleh perusahaan yang tidak bertanggung jawab, membuat para buruh yang sudah menggantungkan 'periuknya' diperusahaan itu, membuat mereka tidak bisa melakukan apa-apa, kecuali hanya menangis...

Salah satu contoh, hotel soechi yang telah memecat sepihak 200 lebih karyawannya tanpa memberi pesangon dan penjelasan, mengapa mereka tiba-tiba dipecat. Puluhan aksi sudah mereka lakukan untuk memperjuangkan nasib mereka di berbagai instansi pemerintahan, dari Disnaker, DPRD Medan, sampai ke Pengadilan Negeri Medan, hasilnya NOL..!!

Sampai mereka menginap di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang katanya, sebelum mereka terpilih nanti, mati-matian akan memperjuangkan nasib rakyatnya. Tapi apa?? nyatanya sudah hampir setahun mereka menginap di depan Gedung itu, namun tidak ada tanggapan apa-apa. Masih banyak kasus lagi, seperti pemecatan sepihak oleh PT. WRP dan masih banyak kasus yang memberatkan buruh.

Tapi, diblog ini saya tidak akan membahas buruh-buruh malang yang ditindas perusahaan gila. Saya hanya membahas apa yang sudah dialami oleh perusahaan saya, yang beberapa hari sesudah 'May Day' ditinggalkan begitu saja oleh buruh-buruhnya yang mengakui diri mereka seorang yang 'Profesional'. Agak tercengang mengetahui hal ini, semua berawal dari pagi yang indah, dan saya tidak menduga, bahwa owner saya harus kehilangan 12 buruhnya yang aneh-aneh itu. (Nov)

Eh...uda dulu ya,.ntar kalo lagi mood aq sambung lagi..soalnya mau pelatihan jurnalistik dulu yeeeee.....wslm.....^_^

Humas Pirngadi Pergi

Baluap - Medan,Menurut pantauan baluapberaniberani, kepergian Humas Pirngadi Medan, Edison Parangin-angin untuk belajar mengenai Rumah Sakit dan segala aktivitas Humas Pirngadi Medan digantikan Maryani yang sehari-hari bekerja dibagian Informasi RSU Pirngadi Medan, Rabu (19/5).

Menurut Edison selaku Humas Pirngadi saat dikonfirmasi melalui selular Rabu (19/5, mengatakan dirinya pergi keluar kota sekedar untuk belajar mengenai Rumah Sakit. "Saya pergi ke Jogja tidak lebih hanya untuk mempelajari tentang Rumah Sakit,"ujarnya.

Mengetahui hal tersebut, seluruh wartawan kesehatan yang ingin konfirmasi harus menghadap Maryani, sedangkan Maryani sendiri dia tidak mengetahui dan tidak mau dibilang sebagai pengganti Humas. "Saya tidak mengetahui dan bukan saya yang menghandle semua tugas Humas RSU Pirngadi Medan,"ujarnya saat dikonfirmasi wartawan kesehatan. Kepergian Humas Pirngadi membuat repot wartawan kesehatan untuk konfirmasi. (AKB)

Gawat.....!!!! AIDS bertambah di Bulan Mei


Baluap - Medan, Akibat pergaulan bebas yang semakin merebak, membuat manusia khususnya para remaja terjerat kelembah hitam yang akrab disebut dengan AIDS. Bayangkan kalau dalam bulan ini saja (19/5) Mei, tercatat sebanyak 7 orang yang terkena HIV AIDS positif. Ketujuh orang tersebut masing-masing laki-laki sebanyak empat orang, wanita satu orang dan waria sebanyak dua orang.

Pergaulan bebas yang semakin merebak di Kota Medan membuat remaja Kota Medan tidak bisa mengontrol diri mereka, alhasil mereka terkena berbagai penyakit yang mematikan, diantaranya shypilis, AIDS dan penyakit kelamin lainnya.

Menurut informasi yang diterima Baluapberaniberani, seorang lelaki imigran dari Medan ke Jakarta berusia 31 tahun terkena HIV AIDS positif. Lelaki yang sehari-hari berjualan sebagai pedagang kaki lima (PKL) mengalami HIV AIDS positif. Penyakit HIV membutuhkan waktu kurang lebih 4 sampai 5 tahun untuk menjadi penyakit AIDS, dan itu tergantung kondisi tubuhnya masing-masing.

Bisa kita simpulkan bahwa lelaki yang tidak mau disebutkan namanya itu sudah mulai melakukan seks bebas mulai dia berumur 26 tahun, makanya sekarang dia terjangkit AIDS positif. Menurut informasi yang diterima. Standart WHO untuk CD4 yang dibawah 100 harus sudah mengkonsumsi ARV (Anti Retro Vina-red) setiap hari untuk penyembuhan sebelum AIDS.(AKB)

Platfon RSU Pirngadi Belum juga selesai


Baluap - Medan, Rumah Sakit Umum Milik Pemko Medan ini seolah-olah bermain mata, hal ini terbukti karena Platfon yang berada di psikiatri dan poliklinik yang jebol akibat digunakannya lantai II di Gedung Baru yang berlantai IV kemarin, Rabu (19/5).Padahal ini merupakan minggu kedua dari jebolnya platfon di Psikiatri dan Poliklinik, tetapi belum ada pengerjaan sama sekali.

Rumah Sakit Pirngadi Medan seolah-olah tidak mau bertanggung jawab karena masa pemeliharaan gedung berakhir pada bulan Juni. Kemungkinan karena hal tersebut, pihak Rumah Sakit tidak mau mempercepat pengerjaan platfon tersebut.

Menurut Humas Pirngadi Medan saat dikonfirmasi melalui selular, mengatakan pihaknya sudah melaporkan ke PT.Mahakam. Tapi masalah kapan mereka mengerjakannya, Management Pirngadi tidak mengetahuinya. "Kami tidak mengetahui kapan mereka mengerjakannya, kemungkinan mereka membutuhkan waktu untuk pengerjaan tersebut,"ujarnya.

Sedangkan menurut pantauan starberita, jebolnya platfon tersebut sudah hampir mendekati waktu 14 hari. Tetapi mengapa ini belum selesai juga. Kita bisa melihat kemungkinan pihak Management Pirngadi main mata.

"Kami sudah melaporkan ke PT.Mahakam, tapi kalau mereka belum mengerjakannya juga, nanti saya akan menghubungi pihak Pelayanan, agar mengingatkan pihak PT.Mahakam supaya segera memperbaiki platfon yang rusak yang diakibatkan dari kamar mandi yang berada dilantai II tidak berfungsi dengan baik,"sambung Edison selaku Humas Pirngadi.

Sedangkan masa pemeliharaan gedung sebelum serah terima sama RSU Pirngadi Medan itu berakhir pada bulan Juni, jadi setelah bulan Juni ternyata belum juga selesai, terpaksa pihak Pirngadi yang harus bertanggung jawab terhadap kerusakan tersebut. (AKB)

Waspada DBD


Baluap - Medan, Cuaca yang tidak menentu belakangan ini terjadi melanda Kota Medan membuat semua masyarakat Medan Harus mewaspadai Demam Berdarah Dengue (DBD) dan berbagai penyakit yang berasal dari spesies nyamuk. Karena dimusim hujan saat seperti ini, diwaspadai gejala DBD akan menaik seperti data yang dikutip selama lima tahun terakhir, Selasa (18/5) Siang.

Menurut informasi yang diterima baluapberaniberani, penderita DBD tiga bulan terakhir yang mengancam Sumatera Utara sekitar 897 orang. Sedangkan di Medan sendiri selama empat bulan terakhir sebanyak 661 orang terkena penderit DBD dan 5 diantaranya meninggal.

Terkait data yang menyatakan lima tahun terakhir mulai tahun 2005, bahwa disetiap bulan april, gejala DBD mengalami penurunan sedangkan di bulan Mei gejala DBD kemungkinan meningkat.


Menurut Suhardiono selaku Kasi (Kepala Seksi-red) P3B2 (Pencegahan Penularan Penyakit Bersumber Binatang-red), mengatakan melihat situasi cuaca yang sekarang ini sering terjadi hujan yang melanda Kota Medan, kemungkinan gejala DBD akan naik karena curah hujan yang tidak menentu.

"Saya harapkan kepada seluruh masyarakat Kota Medan agar mereka melakukan pencegahan, karena pencegahan itu lebih bagus ketimbang mengobati,"ujarnya saat dikonfirmasi melalui selular, Selasa (18/5) siang.


"Kalau sudah terjadi demam, segeralah berobat dan periksa ke Rumah Sakit terdekat, karena kalau sudah lama, dokter yang menangani sudah bingung untuk mengobatinya karena virus sudah masuk kedalam tubuh. Kalau terjadi kematian, pasti selalu dokter yang disalahkan karena tidak bisa menangani. Padahal hal itu terjadi bukan kesalahan pihak dokter, melainkan kesalahan pihak keluarga yang kelamaan untuk memeriksa ke dokter,"jelasnya. (AKB)

Selamat Jalan Mama Lauren


Baluap - Medan, Paranormal terkenal ini menghembuskan nafas terakhir Senin sekitar pukul 21.37 di Rumah Sakit PGI Cikini JL Raden Saleh Jakarta Pusat, Selasa (18/5).

Paranormal yang terkenal yang akrab disapa dengan sebutan Mama Lauren menghembuskan nafas terakhirnya disalah satu Rumah Sakit di jalan Raden Saleh Jakarta Pusat. Dikehidupan nya sehari-hari setiap akhir tahun dan akan menghadapi awal tahun, Mama Lauren sering memprediksikan apa yang bakal terjadi di masa depan.


Menurut informasi yang diterima baluapberaniberani, apa yang diramalkan Alm. Mama Lauren bahwa tahun 2010 gelap ternyata memang gelap. Dikatakan gelap karena Alm. Mama Lauren telah meninggal dunia di tahun 2010.

Paranormal yang memiliki nama lengkap Laurentia Pasaribu yang lahir di Belanda pada tanggal 23 Januari 1932 yang besar di Eropa ternyata merupakan Pasangan Suami Istri (Pasutri-red) Anna Breche dan Lau van Hooff yang terkenal sebagai peramal yang meramalkan nasib Indonesia kedepan.

Sejak berada di usia 7 tahun, Mama Lauren memiliki kemampuan yang tidak biasa yang dia miliki. Hal ini dibuktikan karena kemarin sewaktu dia sekolah, Mama Lauren mendengar bisikan untuk menyuruhnya meninggalkan ruangan sekolah. Karena mendengar bisikan tersebut, Mama Lauren langsung memberitahukan kepada Gurunya untuk menjauh dari sekolah, dan apa hasilnya, Mama Lauren malah dimarahi oleh gurunya dan dianggap dia mempermainkan gurunya.

Tidak begitu lama, ternyata bisikan yang Mama Lauren dengar tadi terjadi, dan tidak ada yang selamat karena tidak ada yang mendengarkan dirinya kecuali dirinya sendiri yang sempat keluar karena dihukum oleh gurunya. Ternyata bisikan itu mengartikan kalau sekolahnya terkena Bom.

Sejak hari itu, banyak kejadian yang sering terjadi yang didengar dalam bentuk suara maupun gambar.

MamaLauren ke Indonesia karena menikah dengan lelaki pribumi bernama Natakusuma yang seorang arsitek. Kondisi ekonomi Mama Lauren belum begitu mewah alias pas-pasan karena Nata belum mendapat proyek yang banyak. Namun saat kelahiran anak pertamanya Mario Laurens Natakusuma, ekonomi Lauren membaik.

Sayang 23 Februari 1973 Mama Lauren ditinggal Nata karena meninggal dunia. Jauh sebelum Nata meninggal, Lauren sudah dapat 'melihat', sebelumnya Lauren pernah mengingatkan pada Nata agar menjaga kesehatan, tapi tidak diindahkan oleh Nata.

Kesenangan Mama Lauren bangkit kembali karena dia mengisi rubrik Harian Ibu Kota, dan dari situlah dia mulai terkenal sampai sekarang, sampai dia memprediksikan di tahun 2012 mendatang akan terjadi Kiamat.


Selamat jalan Mama Lauren, semoga amal ibadah diterima di SisiNya.
Kami berharap ada peramal seperti Mama Lauren.
"Mati Satu Tumbuh Seribu". (AKB)

Medan Kembali Mendung


Baluap - Medan, Beberapa hari ini terlihat Kota Medan sering dirundung mendung yang dibarengi hujan lokal dibeberapa daerah, Selasa (18/5) pagi.

Menurut pantauan baluapberaniberani, sejumlah ruas daerah di Kota Medan terllihat diliputi awan yang gelap. Hal ini membuat kita (masyarakat Medan-red) harus lebih hati-hati dan waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi akibat perubahan cuaca dan hujan yang tidak menentu yang bisa terjadi di berbagai tempat (Hujan Lokal-red).

Menurut informasi yang dikutip dari situs Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), bahwa hari ini, selasa (18/5) Kota Medan mengalami hujan ringan dengan suhu 23-33 derajat celcius dengan kelembapan 61-93 persen.

Jadi diharapkan kepada seluruh masyarakat Kota Medan agar mengantisipasi, misalnya segala macam jenis penyakit yang bakal datang seperti DBD, Malaria dan lain sebagainya yang berhubungan dengan iklim karena perubahan cuaca yang tidak menentu, dan bagi kamu yang sedang berada di jalan, harap berhati-hati karena kemungkinan bisa terjadi kabut dan membatasi jarak pandang anda. (AKB)