Workshop CR Berjalan Lancar

Suasana Workshop Citizen Reporter di STIE-STMIK IBBI, Sabtu (5/5/2012)
STIE dan STMIK IBBI Diamond bekerja sama dengan Harian Tribun Medan melaksanakan workshop Citizen Reporter (CR) di gedung STIE-STMIK IBBI Kampus Diamond Jalan Sei Deli Medan, Sabtu (5/5).

Workshop citizen reporter ini merupakan yang keempat diadakan tribun medan.

Wakil pimpinan redaksi tribun medan, Abdul Haerah HR mengatakan

Petai Mampu Membunuh Sel Kanker

Buah Petai
Apa yang anda bayangkan ketika mendengar kata 'petai'? hhhhmmmm, sebahagian orang mungkin akan menganggap makanan ini menjijikkan karena baunya yang sangat menyengat dan tajam. Apalagi bau petai ini menempel di urine. Namun jangan salah, ternyata petai

Alasan Menteri Endang Menginap di Kramat Tunggak

Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih
Almarhum mantan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan bersahabat dengan pelacur bernama Alia di kompleks pelacuran Kramat Tunggak - sekarang daerah itu menjadi Jakarta Islamic Center. Bahkan, Endang pernah bermalam di rumah bordil di sana.

5 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan Orangtua Kepada Anak

Ibu sedang berkomunikasi dengan anak dengan cara menemaninya belajar
Bukan rahasia lagi, orangtua harus memperhatikan cara mereka berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Apa yang kita katakan — dan cara kita mengatakannya — adalah masalah penting. Cara komunikasi orangtua akan memberi dampak pada hubungan orangtua-anak dalam jangka panjang.

Olahraga Saja Tak Bikin Tubuh Langsing

IST-Olahraga
Berbicara tentang lemak, pikiran kita pasti tertuju pada sesuatu yang buruk dan berkaitan dengan naiknya angka di timbangan badan.

Padahal, lemak sebenarnya merupakan sumber nutrisi yang disimpan di dalam tubuh, dan berfungsi sebagai cadangan energi. Lemak umumnya berasal dari makanan yang

Horee, Guru Bisa Kredit Rumah

BNI memberikan fasilitas kredit perumahan bagi PNS dan Non PNS se-Sumut
PT Bank Negara Indonesia (persero) memberikan fasilitas kredit perumahan untuk guru PNS dan non PNS se-Sumatera Utara. Untuk tahun 2012 akan ada sebanyak 32 ribu unit yang disediakan.

Hal ini tertuang dalam MoU antara CEO PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Medan, Achmad Santosa Miad dengan

Siang Hari Dibulan Ramadan

Siang hari ini sama seperti siang hari yang sudah-sudah. Dimana disetiap siang selalu di dunia ini khususnya di Kota Medan matahari selalu mengeluarkan cahayanya begitu menyengat, pertanda ini cobaan bagi mereka yang menunaikan Ibadah Puasa di Bulan Ramadan.

Bagi sebahagian orang tahan melakukan aktivitas di Bulan Ramadan sementara matahari terus dan terus mengeluarkan sinarnya sehingga mengakibatkan panas yang hampir tak berujung. Kerongkongan kering akibatnya dan membuat cobaan semakin berat.

Hari ini, aku sedang berada di Showroom Yamaha yang berada di Jalan AR Hakim Medan, dimana tujuan aku datang ke Showroom untuk service sepeda motorku yang selama ini kurasakan sudah tidak enak untuk dikemudikan.

Bau bensin yang menyengat itu lengket di baju yang aku kenakan dihari yang panas itu. Untung saja ada berapa kipas angin yang mendinginkan sejenak ruangn yang dipenuhi berbagai manusia dari beberapa kalangan. Ada kalangan Mahasiswa, Pelajar dan bahkan mereka yang sedang bekerja.

Bulan Ramadan yang tinggal beberapa hari ini membuat para pemilik kendaraan bermotor, baik itu kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua beramai-ramai mengunjungi bengkel, baik itu bengkel resmi ataupun bengkel yang ada di pinggir jalan.

Tidak lain para pemelik kendaraan mendatangi bengkel tidak lain tidak bukan untuk memeriksakan kendaraan mereka agar bisa digunakan untuk mudik kekampung halaman. Itulah yang menyebabkan setiap bengkel di H-5 menjadi sangat padat dan seperti tidak ada ruang sedikitpun untuk pengendara yang baru saja datang.

Alhasil mereka yang baru datang, atau datang pada tengah hari harus mencari bengkel yang benar-benar sunyi. Tapi, apapun itu semua akan ditempuh demi menyambut datangnya hari nan Fitri setelah menempuh sebulan Ramadan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah, Mohon Maaf lahir dan bathin. Semoga selamat sampai tujuan bagi ANDA yang melakukan perjalanan mudik.

NB: Bagi para pengemudi diharapkan untuk menjaga kesehatan badan agar kondisi FIT saat mengendarai kendaraan bermotor. (akb)

Tidur Larut Kebiasaanku

IST-Kebiasaan Tidur Larut
Jam dinding telah menunjukkan pukul 02.30 WIB. Namun tubuhku masih terjaga karena aku sedang melakukan aktivitas di dini hari itu. Tidur larut menjadi kebiasaanku setelah aku bekerja di salah satu media ternama di Kota Medan.
Sudah mengetahui kegiatan diesok hari dimana aku harus memulai aktivitas dipagi hari, namun

Si Kuning Kinclong Turun 2 Persen


Harga emas masih mencatatkan penurunan. Dengan demikian, sudah lima hari belakangan harga emas melandai. Pada pukul 12.10 waktu Singapura, harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi

Pena Berganti Keyboard


Masih ingatkah kalian sewaktu duduk dibangku sekolah? Mungkin itu sudah 24 tahun silam persisnya sewaktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Umumnya, siswa SD dibekali ilmu dasar, membaca dan menulis. Biasanya yang menjadi objek dalam belajar membaca adalah “Budi”. Misalnya, Ini Ibu Budi. Kalimat itu acapkali kita dengar saat kita berada di tahun pertama memijak dunia pendidikan.

Selain membaca, menulis juga menjadi pelajaran utama dalam pengenalan dunia luar nantinya. Kali pertama diajarkan menulis oleh guru menggunakan pensil. Itu merupakan alat tulis pertama yang kita kenal waktu itu. Disitulah kita mulai mengenal alphabet. Selama SD, kita mempelajari tiga ilmu, membaca, menulis dan berhitung. Ketiga ilmu itu yang menjadi pelajaran khusus baik dari kelas satu sampai kelas enam.

Namun kalau kita sedikit mengingat tentang masa-masa SD, mengarang adalah satu pelajaran yang diharuskan untuk siswa kelas empat SD. Pelajaran itu sangat tidak mengenakkan bagi sebahagian siswa. Walau ada juga siswa yang menyukai pelajaran ini, karena pelajaran tersebut tidak mesti menguras otak. Hanya sekedar batas ingatan dan apa yang dialami oleh seorang siswa.

Beranjak dari bangku SD, awal pertama duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengarang semakin ditinggalkan. Hal itu kemungkinan dikarenakan mata pelajaran mengarang sudah tidak termasuk dalam silabus. Selain dari itu dibangku SMP, pelajaran semakin bertambah sedikit kompleks dari sebelumnya. Sehingga pengetahuan tentang merangkai kata-kata atau yang lazim disebut mengarang semakin mendingin dibenak dan pikiran kita. Alhasil, kita hanya bisa mengetahui dan memahami ilmu pasti yang dimana juga kita ketahui ilmu pasti itu sendiri tidak dinamis. Selalu itu-itu dan itu saja sampai dunia ini berakhir.

Semasa SMP les tambahan untuk memahami ilmu pasti sangat digemari para siswa. Tapi ilmu tentang mengarang, seakan memang ditinggalkan. Kembali ketopik sebelumnya, semasa SMP kita sudah diajarkan menulis dengan pena. Dengan kata lain, kebiasaan kita menulis dengan pensil seakan didinginkan begitu saja. Dan semasa SMP, kita dikenalkan pensil hanya untuk menggambar. Biasanya itu terdapat dalam pelajaran Keterampilan Tangan dan Kesenian (KTK). Jadi seakan, pengenalan kita tentang pensil diluluhlantakkan dengan pena.

Pena ini terus kita gunakan sampai ketingkat perguruan tinggi. Namun sebelumnya, kita juga dikenali dengan pensil sebagai alat untuk menghitamkan lingkaran jawaban saat Ujian Nasional (UN) atau ujian lulus-lulusan. Jelas sudah, semakin lama ilmu kita bertambah sedikit demi sedikit tentang perubahan penggunaan alat tulis. Hingga akhirnya memasuki perguruan tinggi. Tahap awalnya adalah ujian yang sering dikenal orang dengan SPMB. Saat itu juga kita masih menggunakan pensil.

Setelah lulus, dan memasuki jenjang perguruan tinggi, pensil seakan ditinggal begitu saja. Pena menjadi sorotan utama untuk menulis apa yang dikatakan dosen. Memang selain soft copy yang kita terima dari dosen, namun ada sebahagian yang kita tulis di binder kita kata-kata mutiara dari dosen yang biasanya dikeluarkan saat ujian mid semester dan ujian akhir semester (UAS). Namun pola pemikiran kita menulis dengan pena hanya sebatas sampai semester delapan saja. Karena dalam pengurusan skripsi atau tugas akhir, kita harus menulis laporan tersebut dengan computer. Dimana pensil dan pena tidak dibutuhkan lagi. Ada gunanya juga kita menulis laporan menggunakan computer, selain tulisan yang kita hasilkan mudah dibaca, juga kita bisa dengan mudah mengecek kesalahan tulisan sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Tapi apalah daya, karena sudah keseringan menulis dengan keyboard computer, kita semakin kaku menulis dengan tangan kita sendiri.

Belum selesai sampai disitu, setelah tamat dari perguruan tinggi kita juga memasuki dunia pekerjaan. Untuk saat sekarang ini, dunia pekerjaan semuanya dibekali dengan computer. Jadi tulisan tangan tidak digunakan lagi. Paling tidak, tulisan tangan hanya digunakan untuk tanda tangan semata. Pensil dan pena tidak digunakan bagi mereka yang sedang membuat tugas akhir dan bagi mereka yang sudah bekerja.

Ya mungkin itu sudah zamannya. Kalau tidak mengikuti perkembangan zaman, kita bisa dibilang manusia tertinggal. Revolusi dalam diri kita acapkali terjadi. Perubahan yang terjadi pada diri kita itu memang bagus, apalagi perubahan yang positif. Namun tidak salah juga supaya kita tetap mengingat kali pertama kita belajar menulis itu menggunakan pensil. Kalau tidak ada pensil, kita tidak bisa menulis. Namun kalau tidak computer, kita tetap saja bisa menulis karena masih ada pensil dan pena.