Weekend kemarin akhirnya jadi juga, sempat hampir tidak jadi karena kemarin Minggu (20/6) ada liputan mendadak yang membuat planning jalan-jalan Kajol (Kagak Jolas-red) yang mengakibatkan tidak jadi berangkat.
Matahari yang terbit membuat hari ini menjadi cerah. Matahari yang memancarkan sinarnya masuk ke kamar 9007 The Arya Duta. sinarnya tepat didepan aku sehingga aku harus menutup kain jendela yang berada didepan jendela berlantai 9 The Arya Duta.
situasi Kota Medan terlihat masih sunyi karena seputaran Kantor walikota masih sedikit kenderaan yang berlalu lalang. Terlihat Pagi ini Minggu (20/6) banyak orang mengendarai sepeda sengaja untuk mengisi waktu libur dipagi hari yang cerah karena matahari yang tidak enggan memancarkan sinarnya.
RAF, BDEE, AKB dan RIS berada di lantai 9 The Arya Duta untuk menikmati beberapa malam dan menikmati fasilitas yang diberikan dari Hotel tersebut. The Arya Duta yang terletak di Jalan Balai Kota Medan. Karena berada di ketinggian sekitar 250 kaki, terlihat Kota Medan begitu padat dengan bangunan-bangunan yang terdiri dari bangunan rumah penduduk dan bangunan bersejarah sekaligus juga terlihat bangunan tempat penginapan yang tidak kalah tingginya dengan The Arya Duta.
Tv, Kulkas kecil, dan beberapa makanan dan minuman yang berada di kamar itu, yang merupakan fasilitas, membuat kami sedikit merasa sebagai orang yang mempunyai apa yang kami inginkan. Hingga matahari yang terus naik sampai pukul 12.00 Wib untuk menyinari Kota Medan membuat kami terus berada di kamar yang memiliki pendingin ruangan hingga 10 derjat celcius.
Baluap - Medan, Karena gelas hilang dan German kalah, seorang oknum wartawan dengan inisial BDEE marah. Hal ini dibenarkan oleh RAF yang merupakan teman dekatnya. Jumat (18/6)
Menurut teman dekatnya, RAF, mengatakan kalau BDEE marah karena kehilangan gelas dan tim andalannya kalah German 1-0 dengan Slofakia. "Dia marah karena gelas yang baru dibelinya kemarin, hilang ditambah dengan Tim unggulannya German kalah 1-0 melawan Slofakia,"jelasnya.
Saat ditanya mengenai perasaan, BDEE, menjelaskan dengan senyum bengis. Sedangkan menurut inforamsi yang diterima Baluapberaniberani, kalau BDEE merasa kecewa karena German kalah dan gelas yang baru dibelinya tidak kelihatan.
PT Fuji Elevator Terancam Tidak di Prioritaskan
created by Informasi Seputar Medan di 6/18/2010 06:52:00 PMBaluap - Medan, PT. Fuji Elevator adalah salah satu perusahaan yang mendaftar untuk memenangkan tender Lift yang berada di RSU Pirngadi Medan tepatnya Gedung berlantai VIII dengan dana hingga Rp4Milyar terancam tidak diprioritaskan karena kinerja dari Perusahaan tersebut tidak bagus, Kamis (17/6). Hal ini dikarenakan pada tahun 2005 silam, PT Fuji Elevator pernah memenangkan tender Lift yang sekarang sering membuat pengunjung bahkan keluarga korban resah.
Menurut Ketua Pelaksana tender drs M. Yasin Lubis, membenarkan kalau PT. Fuji Elevator pernah memenangkan tender dan Yasin juga membenarkan kalau Lift yang sekarang kita gunakan mulai tahun 2005 adalah kepunyaan dari PT. Fuji Elevator, saat dihubungi starberita melalui selular.
Dari 8 Perusahaan yang sudah mendaftar untuk mengikuti tender Lift yang diadakan Pemko Medan ternyata ada satu perusahaan yang sudah tahu kalau kinerja perusahaan tersebut tidak bagus, tetapi tetap saja di ikut sertakan.
Saat ditanya mengenai atas dasar apa PT. Fuji Elevator diikut sertakan dan tidak diblaklist, Ketua Pelaksana M. Yasin, menjelaskan kalau perusahaan tersebut tidak diprioritaskan dalam tender kali ini. Yasin juga menambahkan kalau masalah black list itu bukan urusan RSU Pirngadi Medan, melainkan semua itu urusan Pemko Medan."Kami tidak bisa mengambil kebijakan untuk memblack list PT. Fuji Elevator, karena itu semua wewenang Pemko Medan,"jelasnya.
Saat dikonfirmasi mengenai masalah apakah selama tender ini berjalan, Lift juga masih difungsikan, Edison, menjelaskan kalau itu adalah prosedur yang harus dijalankan. "Kita kan tidak mungkin menonaktifkan Lift yang sekarang, jadi bagaimana kalau ada pasien yang hendak ke Lantai VIII, kan tidak mungkin melalui tangga,"jelas Edison.(AKB)
Inovasi Telkomsel Membuat Duniaku Tanpa Batas
created by Informasi Seputar Medan di 6/18/2010 11:10:00 AMTema: Inovasi Telkomsel Membuat Duniaku Tanpa Batas
Awalnya aku hanya sekedar untuk mengunjungi nenek yang ada di pedalaman Langkat. Aku sudah jarang kesana dan sudah jarang berkomunikasi dengan baik karena di pedalaman Langkat, belum ada jaringan selular yang mengharuskan kita bisa berhubungan dengan masyarakrat termasuk nenek aku. Hal ini berawal sewaktu aku bersama orangtuaku dan menemaninya untuk bermain Badminton yang letaknya tidak jauh dari kediaman nenek aku. Kediaman nenek aku terletak di Pedalaman Langkat tepatnya di Desa Batang Serangan Lorong I.
Disaat aku berjalan dengan sebuah mobil Kijang berwarna Silver dan aku bisa melihat banyak terdapat pohon karet yang berjajar di sepanjang jalan menuju Desa Batang Serangan, Kecamatan Beteng Rejo, jarak yang kami tempuh memakan sekitar dua jam dari Kota Medan, Sumatera Utara. Jalan yang di tempuh harus melalui jembatan sebanyak 16 buah yang mengharuskan para pengendara lebih hati-hati, karena sekitar tahun 2002 silam jalan menuju Desa tersebut masih sangat rusak dan banyak jalan yang berlubang, sehingga saat musim hujan tiba, lubang yang terdapat dibadan jalan tertutupi oleh genangan air yang bisa membuat penglihatan para pengendara tidak mengetahui bahwa didalam genangan air itu adalah lubang yang sangat dalam. Namanya juga perkampungan, tidak selengkap sarana dan prasarana yang ada di Kota.
Batang Serangan adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Indonesia ini berjarak sekitar 30 Kilometer dari Ibukota Kabupaten Stabat. Jelas sekali bahwa daerah Batang Serangan ini masih sangat sulit untuk dijangkau dalam konteks komunikasi. Karena pada 2002 silam, jasa komunikasi hanya sebatas Warung Telepon (Wartel-red).
Karena hal itulah, tahun 2002 kemarin tidak ada satu jaringan selular yang singgah ke Desa Batang Serangan karena hal tersebut, menyulitkan untuk menghubungi keluarga yang bertempat tinggal disana.
Ditahun itu pula, aku mengenal seorang gadis Desa yang begitu manis, anak dari seorang Ustadz termashur di Desa itu. Perkenalan kami bermula saat aku hendak melihat kondisi orangtua dari papaku (Nenek-red). Hal ini sering kami lakukan paling tidak sebulan sekali.
Aku kenalan sama gadis berkulit sawo matang, yang mempunyai rambut tergerai rapi, yang membuat aku simpatik, dan ingin berkenalan dengan gadis cantik tersebut di salah satu lapangan Badminton sebelah rumahnya. Setelah sempat mencuri-curi pandang untuk melirik wajah manis gadis tersebut, akhirnya aku memberanikan diri untuk berkenalan sama gadis tersebut. Ternyata gadis manis itu memilik nama yang tidak kalah manisnya dengan wajah yang dimilikinya, gadis itu bernama Kiki Mandasari anak dari Yanto yang juga merupakan Ustadz di Desa tersebut.
Perkenalan pun terjadi antara aku dan Kiki. Saat itu secara spontan aku meminta nomor Handphonenya tidak lain tidak bukan hanya untuk bisa berkomunikasi karena jarak antara rumah aku dan Kiki sangatlah jauh. Ternyata gadis manis ini tidak mempunyai Handphone karena pada saat itu, jaringan selular belum familiar di tempat tersebut, jadi saat itu, aku merasa kesulitan untuk berkomunikasi kepadanya.
Sampai akhirnya, kalau aku kesana (Batang Serangan-red), dan bertemu dengan Kiki, kami membuat perjanjian kalau Kiki akan menghubungi aku sewaktu sore hari. Karena tahun 2002 di daerah Batang Serangan masih menggunakan wartel untuk berkomunikasi dengan saudara yang ada di Medan. Saya merasa hal itu sangat menyulitkan bagi aku untuk menghubunginya. Karena saat itu dia adalah sesosok wanita yang senangi dan ingin sekali menjalin hubungan baik dengannya.
Namun hal tersebut bisa diatasi setelah Telkomsel mengembangkan sayapnya ke Desa Batang Serangan, yang dulunya tidak bisa menggunakan Handphone jadi bisa menggunakan Handphone. Sebelum jaringan Telkomsel hadir ke Desa tersebut, Desa Batang Serangan yang memiliki penduduk, sekitar 36.158 jiwa dengan kepadatan 36 jiwa/km² ini membuat masyarakat Batang Seragan berburu untuk membeli Handphone di Medan.
Atas dasar itulah, kami bisa berkomunikasi dengan baik, dan hubungan kami semakin dekat. Seiring berjalannya waktu, komunikasi kami semakin dipermudah Telkomsel karena Telkomsel mengeluarkan inovasi baru yaitu dengan mengeluarkan inovasi 3G yang membuat kami bisa menggunakan jasa layanan Video Call. Namun Telkomsel tidak sampai disitu saja, Telkomsel yang merupakan salah satu Perusahaan bonafit tidak menghentikan inovasinya, kembali Telkomsel mengembangkan sayapnya dengan mengeluarkan inovasi untuk internetan dengan kartu Telkomsel yang begitu familiar di telinga kita dengan sebutan TelkomFlash.
Dengan begitu, hubungan jarak jauh seakan tidak ada halangannya lagi. Dimana pun kita berada, Telkomsel sebagai jembatan penghubung antara aku dan orang yang aku sayangi yang berada di Pedalaman Langkat. Dan saya sangat berharap Telkomsel bisa memberi inovasi yang lebih bagus dan lebih memudahkan lagi dan saya yakin kalau Telkomsel akan terus membangun inovasi yang sangat familiar dengan masyarakat Indonesia. Hidup Telkomsel dan Terus berjaya demi kemajuan Bangsa dan Negara.
Inovasi Telkomsel Membuat Duniaku Tanpa Batas
created by Informasi Seputar Medan di 6/14/2010 10:16:00 AMInovasi Telkomsel Membuat Duniaku Tanpa Batas
Pohon karet yang berjajar di sepanjang jalan menuju Desa Batang Serangan, Kecamatan Beteng Rejo, sekitar dua jam jaraknya dari Kota Medan, Sumatera Utara. Jalan yang di tempuh harus melalui jembatan sebanyak 16 buah yang mengharuskan para pengendara harus lebih hati-hati, karena sekitar tahun 2002 jalan menuju kampong tersebut masih sangat rusak dan banyak jalan yang berlubang sehingga kalau musim hujan terjadi, lubang-lubang tersebut tertutupi oleh genangan air yang bisa membuat penglihatan para pengendara tidak mengetahui bahwa didalam genangan air itu adalah lubang yang sangat dalam.
Batang Serangan adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Langkat,
Karena hal itulah, tahun 2002 kemarin tidak ada satu jaringan selular yang singgah ke Desa Batang Serangan sehingga sangat menyulitkan untuk menghubungi keluarga yang bertempat tinggal disana.
Sekitar tahun 2002, aku mengenal seorang gadis Kampung yang begitu manis, yang merupakan anak dari seorang Ustadz termashur di Desa itu. Perkenalan kami bermula saat aku hendak melihat kondisi orangtua dari papaku. Hal ini sering kami lakukan paling tidak sebulan sekali.
Aku kenalan sama gadis berkulit sawo matang, yang mempunyai rambut tergerai rapi, yang membuat aku simpatik, dan ingin berkenalan dengan gadis cantik tersebut di salah satu lapangan Badminton sebelah rumahnya. Setelah sempat mencuri-curi pandang untuk melirik wajah manis gadis tersebut, akhirnya aku memberanikan diri untuk berkenalan sama gadis tersebut. Ternyata gadis manis itu memilik nama yang tidak kalah manisnya dengan wajah yang dimilikinya, gadis itu bernama Kiki Mandasari anak dari Yanto yang juga merupakan Ustadz di Desa tersebut.
Perkenalan pun terjadi antara aku dan Kiki. Saat itu secara spontan aku meminta nomor Handphonenya tidak lain tidak bukan hanya untuk bisa berkomunikasi karena jarak antara rumah aku dan Kiki sangatlah jauh. Ternyata gadis manis ini tidak mempunyai Handphone, jadi saat itu, aku merasa kesulitan untuk berkomunikasi kepadanya.
Sampai akhirnya, kalau aku kesana (Batang Serangan-red), dan bertemu dengan Kiki, kami membuat perjanjian kalau Kiki akan menghubungi aku sewaktu sore hari. Karena tahun 2002 di daerah Batang Serangan masih menggunakan wartel untuk berkomunikasi dengan saudara yang ada di
Namun hal tersebut bisa diatasi setelah Telkomsel mengembangkan sayapnya ke Desa Batang Serangan, yang dulunya tidak bisa menggunakan Handphone jadi bisa menggunakan Handphone. Sebelum masuk jaringan Telkomsel ke Desa tersebut, Desa Batang Serangan yang memiliki penduduk, sekitar 36.158 jiwa dengan kepadatan 36 jiwa/km² ini membuat masyarakat Batang Seragan berburu untuk membeli Handphone di Medan.
Aku berharap pada kekuasaanMu untuk menjalani hari ini agar penuh berkah dan limpahan rezeki, karena aku tahu, rezeki sudah diatur dan semua manusia sudah ada rezekinya masing-masing.
Pagi yang Menakjubkan bagi diriku, seakan ada pelangi yang muncul di pagi hari yang dibaluti mendung ini. Rapat proyeksi telah selesai seperti yang sering dilakukan setiap pagi sebelum pergi kelapangan. Rapat proyeksi pagi ini masih sama seperti rapat proyeksi sebelumnya. Bedanya hanya rapat proyeksi pagi ini Senin (14/6) dengan cuaca yang mendung.
Menurut informasi dari situs BMKG yang bisa dipercaya, bahwa Senin (14/6) Kota Medan dilanda hujan ringan dengan suhu berkisar antara 24-33 derajat Celcius dengan kelembapan antara 62-96 persen.
Diharapkan kepada seluruh warga Kota Medan agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu.(AKB)
Adapun yang menjadi Imam malam itu Jumat (11/6) adalah Koordinator Liputan (Korlip-red) Amrizal dan yang menjadi Makmum itu Pemred (Pemimpin Redaksi-red) Aulia Andri, dan beberapa wartawan yang diantaranya Akbar yang sekaligu Menjadi Muazzin malam itu, Suhardi, Ahmad Rizal dan beberapa dari Produser.
Setelah melakukan Sholat Maqrib berjamaah, Star Rooms mengadakan acara makan malam bersama yang sering dilakukan para Jurnalis Starberita.com yang tidak lain tidak bukan untuk mendekatkan dan menyatukan kami menjadi keluarga Star Rooms. Malam itu yang menjadi donatur utama adalah Pemred Aulia Andri.
Menurut Korlip Amrizal, mengatakan kalau bisa setiap Maqrib kita mengadakan Sholat Maqrib bersama. "Ada baiknya kita melaksanakan Sholat Maqrib berjamaah agar kita bisa mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa,"jelasnya.
Sedangkan menurut Pemred Aulia Andri, mengatakan sebaiknya kita harus mengadakan Kuliah Tujuh Menit (Kultum-red) setiap selesai Sholat Maqrib. "Suhardi kan tamatan dari IAIN, jadi kita harapkan dia bisa mengisi Kultum setelah selesai mengerjakan Sholat Maqrib berjamaah,"jelasnya.
Hal ini, diusahakan akan terus berjalan biar kedekatan kita bukan sekedar tahu bentuk fisik dan suara, melainkan jiwa dan hati kita serta sifat harus kita ketahui satu sama lain yang nantinya bermanfaat bagi kita untuk saling melengkapi dan menutup segala kekurangan dengan kelebihan yang kita miliki. Sukses buat kita semua. Mantap Jaya. .
Waktu itu aku sekolah di SD 066667 yang terletak di Jalan Kiwi III terletak tidak jauh dari rumah tempat aku tinggal yang kemarin masih di Jalan Kiwi I No XVIII Perumnas Mandala Medan. Aku masuk di Sekolah itu mulai tahun 1993 saat aku berusia 6 tahun dan aku bisa menyelesaikan Sekolah Dasar ku tahun 1999 saat aku berusia 12 tahun. Sebelum aku tamat dari Sekolah Dasar, kami sempat pindah rumah ke Jalan Gagak Raya Perumnas Mandala tahun 1997. Sewaktu aku tamat dari SD Inpres 066667 saat ingin melanjut ke SLTP, aku disunat seminggu sebelum masuk untuk MOS (Masa Orientasi Siswa-red) di Sekolah Lanjutan Tahap Pertama (SLTP). Alhamdulillah aku bisa menyelesaikan study aku tepat tiga tahun dan aku tamat dari SLTP pada tahun 2002 saat aku berusia 15 tahun.
Aku semakin bertambah besar, aku terus melanjutkan study aku untuk mencapai cita-citaku menjadi orang yang berguna bagi Agama, Bangsa dan bagi Kedua Orangtuaku. Karena hal tersebut aku melanjutkan study aku di SMA Negeri 5 Medan tahun 2002 yang terletak di Jalan Pelajar No 17 Medan yang letaknya sekitar 7 Kilometer dari rumah aku yang berada di Jalan Gagak Raya Perumnas Mandala. Sewaktu SMA aku merasa kepribadianku dibentuk sewaktu aku SMA, hal ini bisa aku rasakan karena saat aku SMA, aku diajak untuk masuk kesalah satu organisasi yang bergerak dibidang ke Islaman, nama organisasi itu disingkat dengan SKI (Seksi Kerohanian Islam-red).
Lama kelamaan, aku menjadi pengurus di SKI. Jabatan pertama sekali yang aku pegang di SKI tersebut adalah Wakil Sekretaris Umum itu sekitar tahun 2002 tidak jauh dari aku masuk di SMA tersebut. Setelah aku naik ke kelas II, aku menjadi Wakil Bintal (Bina Mental-red) di SMA Negeri 5 Medan tahun 2003 sekaligus aku menjadi anggota Pramuka saat itu. Banyak acara yang kami buat saat kami beneran jadi Pengurus SKI saat itu. Diantaranya kami membuat acara Sholat Idul Adha berjamaah di Halaman SMA Negeri 5 Medan, setelah itu kami membuat Pesantren Kilat, Rihlah, Tafakur Alam dan Tadabur Alam.
Dari semua kegiatan yang kami lakukan ternyata mengikat kami menjadi lebih kenal satu sama lain. Kenal bukan hanya sekedar kenal, kami kenal hingga ke sifat-sifat teman kami.
Setelah setahun kami melakukan aktivitas untuk SKI, kami pun naik kelas III. Saat kami duduk di Kelas III, aku menjadi ketua kelas yang dulunya waktu kelas II aku hanya menjadi Wakil Ketua Kelas. Saat aku kelas III aku teringat tepatnya tahun 2004 tanggal 24 bulan desember terjadi gempa yang berpusat di Aceh. Akibat gempa tersebut tahun 2005 sewaktu sudah mau dekat Ujian Nasional (UN), SMA Negeri 5 mendapat murid dari Aceh yang mereka merupakan korban yang selamat dari Tsunami yang melanda Aceh silam.
Ada 4 Orang Aceh yang disekolahkan di SMA Negeri 5 tepatnya di Kelas 3 IPA 2 tepat di kelas yang aku pimpin saat itu. Pengalaman yang aku alami, saat kami kelas III, kami tidak pernah belajar serius sewaktu di semester II padahal sebentar lagi kami menghadapi UN. Tapi ya namanya juga anak SMA. Alhamdulillah, aku lulus dari SMA Negeri 5 tahun 2005.
Setelah aku tamat dari SMA Negeri 5 dengan nilai rata-rata 8, aku berniat untuk menyambung study aku ke jenjang yang lebih tinggi. Maka dari itu aku sempat mengikuti Belajar Intensive di Medica untuk mempersiapkan diri mengikuti SPMB tahun 2005.
Selama persiapan untuk SPMB, aku mengikuti PMP yang ada dari Sekolahku. Tepatnya kemarin untuk kuliah di Jogja, sebelumnya aku minta izin untuk mengirim berkas dan melengkapi persyaratan PMP kepada kedua orangtuaku. Alhamdulillah kemarin aku dipanggil untuk kuliah di sana, tapi orangtua tidak mengijinkan aku kuliah disana.
Gara-gara itu, aku sempat membatalkan niatku untuk kuliah. Karena kemarin orangtuaku ingin aku masuk kedokteran biar aku jadi dokter kelak, tapi aku gak mau dan gak suka jadi dokter. Setelah aku berpikir dan terus berpikir, ternyata aku harus kuliah karena kalau hanya tamat SMA, ntar payah cari kerja. Jadi aku berniat untuk mendaftar kuliah. Kemarin yang tersirat di pikiranku aku harus mendaftar di UISU.
Dan saat itu, aku masih disuruh untuk mendaftar di Kedokteran UISU. Aku tidak mau dan akhirnya aku sedikit mencari akal untuk bisa tidak kuliah dengan jurusan kedokteran. Aku mencari tahu kapan Fakultas Kedokteran tutup. Aku mendaftaran Kedokteran saat penerimaan di Kedokteran sudah tutup. Jadi saat aku tanya, jurusan apa yang masih buka di UISU periode ke-III, dan mereka bilang, tinggal Fakultas Teknik Jurusan Informatika bang. Ehm, ya sudah, aku daftar di situ saja.
Awalnya aku kuliah beranggapan ketimbang dirumah bengong-bengong tidak jelas. Tapi seiring dengan waktu, aku bisa menikmati kuliah aku. Semester demi semestera aku hadapi dan akhirnya aku tiba di Penulisan Skripsi.
Pada saat penulisan skripsi, aku kesal dengan Pembimbing satu aku, karena seakan-akan dia ingin memperlama aku untuk tamat. Karena hal tersebut, aku jadi ikut wisuda gelombang ke-III. Tapi Alhamdulillah aku bisa tamat dari UISU dan mendapat gelar, sehingga nama aku sekarang menjadi M.Sofyan Akbar, ST.
Alhamdulillah tidak lama dari aku Wisuda Desember tahun kemarin, aku mendapat pekerjaan di media online yang dikenal dengan sebutan www.starberita.com
ternyata dunia wartawan itu sangat menyenangkan, dan akhir kata aku sampaikan dan beritahu kalian kalau Itulah "Aku".
Tiada orang hebat tanpa kasih sayang dari seorang Ibu, Ibu adalah wanita yang terhebat, bahkan dia lebih hebat dari semua orang hebat yang ada di muka bumi ini. Seorang Ilmuwan sekalipun, seorang Astronot, Pilot, Tentara, Polisi, dan bahkan Presiden tidak akan ada tanpa kasih sayang dari seorang Ibu.
Seorang Ibu sering memberi kita arahan, pandangan hidup buat kita, ingin memberikan yang terbaik buat kita. Karena seorang Ibu tidak mau melihat anaknya menjadi orang yang tidak berguna dan menjadi "Sampah" Masyarakat.
Tetapi hal tersebut disalah artikan oleh seorang anak. Anak berpikir kalau Ibu menyuruh, melarang dan menasehati adalah mengekang seorang anak yang ingin bebas dan hidup sesuai dengan lingkungannya.
Terkadang kita sering salah artikan makna kasih sayang dari seorang Ibu. Kita beranggapan kalau Ibu sayang sama kita, dia tidak pernah memarahi kita, dia tidak pernah melarang kita, dan dia akan membebaskan kemana dan apa yang akan kau lakukan. Itu hal yang salah, karena kita tidak tahu hal apa yang akan terjadi pada kita kalau kita melakukan hal tersebut tanpa ada dorongan dan bantuan sekaligus arahan Hidup dari seorang Ibu.
Sahabat Nabi Muhammad SAW pernah bertanya kepada Rosul, Ya Rosul siapa yang pertama sekali yang harus kita sayangi didunia ini, dan seketika itu Rosul menjawab "Ibumu". Sahabat kemudian bertanya terus siapa yang harus kita sayang untuk yang kedua ya Rosul, dan Rosul menjawab "Ibumu". Kemudian untuk yang ketiga kali, sahabat bertanya kepada Rosul, siapa yang harus kita sayangi untuk yang ketiga ya Rosul, dan seketika itu Rosul menjawab, "Ibumu"dan yang terakhir Sahabat bertanya , Lalu ya Rosul, siapa orang yang keempat yang harus kita sayangi, Rosul menjawab dengan singkat dan padat, "Ayahmu".
Dari sini kita bisa tahu betapa pentingnya kita harus menyayangi Ibu kita. Lakukanlah yang terbaik untuk Ibumu. Kamu tidak akan rugi kalau kamu membantu Ibumu. Ingat, Hanya Ibu yang rela mati untuk kita.
Ingatlah, walaupun Ibu sering memarahi kita, tidak lain tidak bukan hanya untuk kebaikan kita hari ini dan hari yang akan datang.
Ibu, Aku Sayang Padamu...
