Jamkesmas Untuk Wira Penderita Tumor di Pipi

Baluap - Medan, Wira Ardiansyah (5) anak dari pasangan Afrida Nuryana (38) dan Safaruddin yang masih terbaring di ruangan Rindu anak B-18 RSUP H. Adam Malik Medan yang menderita Tumor Ganas di bagian pipinya semenjak tiga bulan lalu, kini sudah ada perkembangan Rabu (9/6)

Setelah di rawat di RSUP H Adam Malik Medan, Wira seorang anak yang menderita Tumor Ganas di Pipi sebeleh kirinya, kini sudah ada sedikit perkembangan.

Menurut Humas RSUP H Adam Malik Medan, Sairi M. Saragih. DCN. Mkes saat dihubungi melalui selular, mengatakan kondisi Wira Ardiansyah anak dari pasangan Afrida dan Safaruddin kini sudah ada perkembangan, tetapi kondisinya belum begitu pulih.

Saat ditanya sudah sampai mana penanganan yang dilakukan pihak Rumah Sakit, Sairi, menjelaskan sejauh ini sudah kami lakukan pemeriksaan setiap hari untuk mengecek kesehatan Wira, dan kalau kesehatannya sudah pulih total, kami akan mengoperasi Wira.

Menyangkut masalah biaya perobatan, Sairi menjelaskan untuk masalah itu, kami sudah mengeluarkan Jamkesmas untuk membiayai semua perobatan Wira.
Orangtua Wira kini bisa sedikit lega saat mendengar masalah biaya sudah ditanggung oleh dana talangan Jamkesmas. (AKB)

Selama 2 Bulan, Baru 2 kali Buang Air Besar

Baluap - Medan, Nurul Hasanah bayi umur 2 bulan anak dari pasangan Ahmadin (32) dan Sri Hayani (27) kini terbaring lemah di Ruang XI RSU Pirngadi Medan karena diserang penyakit Hichprung Diases (sistem syaraf usus tidak berfungsi-red) yang dideritanya sejak 2 hari setelah kelahirannya. Karena penyakit yang dideritanya, menyebabkan perut Nurul menjadi membesar. Rabu (9/6).

Dua hari setelah kelahiran Nurul pada 12 Maret 2010 kemarin, Nurul diserang demam. Mengetahui hal tersebut Ahmadin yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan membawa anak keduanya ke Rumah Sakit Katarina untuk diberi pengobatan.

Menurut Ahmadin saat diwawancara baluapberaniberani di Ruang XI RSU Pirngadi, mengatakan sejak dia lahir sampai sekarang, Rabu (9/6) anak saya baru dua kali buang air besar (BAB-red). "Selain terkena demam, anak saya baru dua kali buang air besar, dan itu yang menyebabkan perut anak saya membesar sampai sekarang,"jelasnya.

Menurut Tim Kesehatan klinik Nabila, Aldi Hasibuan, mengatakan kemarin bayi tersebut sempat dibawa ke Rumah Sakit Katarina guna mendapat perawatan yang intensif. Namun sekitar 15 hari di RS Katarina, selain karena keterbatasan biaya dan perlatan dari Rumah Sakit Katarina, Ahmadi yang sehari-hari tinggal bersama mertuanya di Desa Sei Kamah II Kec. Sungai Dadap Kisaran, akhirnya memindahkan buah hatinya atas rujukan Aldi ke RSU Pirngadi Medan.

"Saya yang mengantar Nurul dan keluarganya ke RSU Pirngadi Medan karena masalah biaya dan peralatan yang kurang lengkap dari Rumah Sakit Katarina,"papar Aldi.

Setelah ditangani oleh dr. Jeni Diantoro SpA, bayi yang bernama Nurul mengalami kelainan pada usus atau sistem syaraf pada usus Nurul tidak berfungsi dengan baik.

Sebelumnya, saat ditanya baluapberaniberani, tindakan yang sudah dilakukan untuk kesembuhan Nurul, Ahmadin menjelaskan usai 15 hari di RS Katarina, Nurul kami bawa ke orang pintar untuk penyembuhan. "Saya melakukan hal tersebut, karena penyakit Nurul tak kunjung sembuh walau sudah dirawat di RS Katarina selama 15 hari,"paparnya. Ahmadin juga menambahkan kalau dirinya sudah 6 kali membawa Nurul ke orang pintar.

Humas Pirngadi Medan Edison Parangin-angin, mengatakan pihaknya akan mengusahakan dana talangan untuk Nurul dan kami akan memasang alat bantu Soster (Nama alat bantu-red) untuk mengeluarkan kotoran didalam perut Nurul.

"Saya sangat mengharapkan anak saya Nurul sembuh dari sakitnya, kasian dia masih kecil sudah mengalami sakit kayak begitu,"ungkapnya. (AKB)

Saat itu pun Terjadi

Hujan deras yang menghampiriku malam ini seakan menggambarkan suasana hatiku yang sedang murung. Udara yang dingin dikarenakan hujan seakan menemani malamku yang sedang murung ini. Ntah apa yang aku pikirkan satu hari ini, ntah hal apa yang membuatku jadi seperti ini, seakan aku mendapat kutukan yang sangat dalam. Kutukan yang seakan tidak pernah aku tahu kenapa terjadi.
Pagi, siang, sore hingga malam aku selalu teringat akan masalah yang selalu datang dan seakan tidak mau pergi dari kehidupanku. Mulai aku terbangun dari tidur hingga aku tertidur kembali, setiap hari, setiap bulan bahkan setiap tahun dalam hidupku aku selalu memikirkan bagaimana mengatasi dan memecahkan masalah yang kualami mulai 2 tahun silam. Murung kenapa ko baluap??? mengapa dikau murung???
Aku murung dikarenakan masalah yang aku hadapi tak kunjung hilang. Aku udah berusaha tegar, tapi dari kemarin tetap saja gak bisa. Karena masalah ini, aku sering kena marah, aku sering menjadi korban untuk menyelesaikan masalah ini.
Masalah yang aku hadapi seakan-akan seperti hujan turun yang membasahi bumi. Terkadang hujan, terkadang tidak turun. Terkadang masalah yang aku hadapi diungkit terkadang tidak diungkit.
Ntah sampai kapan aku bisa tahan dengan masalah ini, ntah sampai kapan aku harus selamanya begini. Adakah akhir dari masalah ini merupakan hadiah yang menggembirakan? ? ??
Aku ingin akhir dari masalah ini bisa membuat semuanya senang termasuk aku.
Tapi aku tetap bersyukur dengan semua masalah yang menimpa aku, karena yang aku tahu "Allah tidak akan memberi cobaan kepada hambaNYA, kalau hambaNYA tidak sanggup"
Dan saat itupun terjadi, saat-saat sedih yang aku takuti telah menjadi bagian dari hidupku karena saat-saat senang yang kujalani kemarin, seakan tidak pernah kembali lagi. Walau begitu, aku tetap berdoa agar semua akan kembali seperti yang dulu lagi. Bersatu seperti dulu dipenuhi canda tawa yang hangat. Karena gak selamanya yang salah itu harus tetap divonis salah untuk selamanya.

Entah Apa yang Mereka Mau

hari ini';aowtkv'ovjlhjcuytvyv

awltucaltoyc a4iytbvliw4bvul rta

tvajlritcy aliw4yt ;liw4tvn;laiurtva

rtvalieryveirutnv;loiuy'v;oseruivnert

cairthnlrieutna;liutnvliuretcn;aoitrv

tvmpseruynbpuitncpur tpurtnl;ear8unloauc

arpotynpoeirn;liaeurtcnpawtou put[awt

feroicnpaeri7tpoaw7cnpoa7tcn aw'tp8cpnaeorutcaw

poriutcnpoe8rutpco7e4utc oaiweutnvpo9ertc

awotiycnpowe87r6pvo9eur tc[wep9r7tcpoei7rv]eartocyqw

tcqwo8ytcbpoqw876p cwpeor8t7c[qwp8tnc[aw

\0tpnoaw47tpo9vu4ntpo58eycnpoa875paw

prutnco8u5c;o9;ioune5a

li4ouncau94;a7w9puvnpe9ua;lskjg'paw94u7[jp0rivn

qw4jipotcn[aw49uv[qwpjt'a;kt['it[5uybn]qw4t

votierwpnuvyn[wqoe5y9u7qwporjtcm[pawo59ivn[peruoyjv [apw94utncoiywhtcn[qw46

aeporitycpqw9ruynv[]uitn]qtuv wyt

]

ini semua karena video bokep ariel, lunamaya, cut tari yang beredar.



Bocah Periang itu Pun telah terbaring Lemah. .

Baluap - Medan, Bocah Periang yang tinggal dikeluarga sederhana ini terpaksa terbaring di tempat tidur akibat benjolan yang terletak di lutut kirinya sebesar bola basket. Kecerian itu hilang sejak Februari 2009 lalu. Bocah yang sering di panggil dengan sebutan Jesica (15) ini sempat berobat, baik itu ke tukang urut atau ke Rumah Sakit. Namun tetap saja tidak ada membuahkan hasil, Senin (7/6)

Jesica yang merupakan anak sulung dari pasangan suami istri Disel Sibeua (44) dan Renti Simorangkir (38), mengatakan awalnya Jesica tiba-tiba demam, selain itu Jesica kelihatan tertatih-tatih saat berjalan. "Saat mengetahui hal tersebut, Orangtua Jesica langsung membawa Jesica untuk kusuk. Saat dikusuk, tukang kusuk itu menyatakan kalau engselnya lari,"jelasnya.

Karena benjolan dikaki kirinya terus membesar, atas saran tetangganya, Jesica dibawa ke RSU Swadana Tarutung, dengan rujukan menggunakan kartu Jamkesmas. Sesampainya disana, kaki Jesica difoto. Tetapi dokter yang memeriksa mengaku belum bisa mendiagnosa apa penyakit yang diderita Jesica.

“dokter hanya menduga tulang Jesica retak, setelah itu Jesica diberi tiga macam obat,” papar Renti. Tiga minggu berlalu, namun tetap tidak ada perubahan pada kaki kiri Jesica, malahan benjolan dikakinya semakin membesar. Mengetahui hal tersebut, dokter yang merawat Jesica menyuruh Jesica dibawa ke RSUP Adam Malik Medan. Setelah dilakukan beberapa test, akhirnya Jesica terdiagnosa penyakit Tumor Ganas dan harus diamputasi.

"Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, ternyata Jesica terkena Tumor Ganas dan harus diamputasi karena gumpalan daging dan cairan dikaki kiri Jesica,"papar Renti.
Renti menambahkan, kalau bisa kaki anak saya jangan diamputasi.

Saat ditanya Baluapberaniberani terkait masalah pendanaan, Renti mengatakan, kami sudah menggalang dana dari Tarutung. Tetapi tidak menutup kemungkinan, saya masih membutuhkan uluran tangan dari para dermawan yang mau membantu untuk kesembuhan Jesica. (AKB)

Gizi Buruk Masih Menghantui Medan

Baluap - Medan, Balita penderita gizi buruk di Medan bak kata pepatah, 'patah tumbuh hilang berganti'. Kondisi ini terjadi di kota Medan dengan kembali masuknya pasien penderita gizi buruk di rumah sakit Pirngadi Medan, Rabu (2/6) Penyakit ini masih menghantui warga kota terbesar ketiga di Indonesia ini.

Meskipun telah dilakukan upaya penanggulangan gizi buruk oleh Dinas Kesehatan. Namun pasien gizi buruk tak berpantang surut. Hari ini seorang bayi asal Medan Belawan bernama Mutiara Dwi Rahmadani Usia 20 bulan dibawa ke RSU Pirngadi Medan.

Menurut Nina Misyuliana (30) selaku ibu Mutiara, mengatakan dirinya tidak pernah menyangka kalau anak keduanya yang akrab dipanggil Mutiara ini bakal mengalami gizi buruk. Karena saat Mutiara dilahirkandi klinik dalam keadaan normal dan cukup bulan dengan berat badan 3 kg dan panjang 56 cm. Bahkan sewaktu saya (Nina-red) hamilpun diperiksakan ke Puskesmas, kondisi bayi saya bagus dan sehat.

Namun, ungkapnya, pada usia 10 bulan berat badan Mutiara sekitar 8,9 kg sejak itulah buah hatinya tidak bisa apa-apa lagi yang sebelumnya bisa duduk dan menyebut nenek dan mama, namun sejak berusia 11 bulan berat badan anaknya mulai turun. Begitupun anaknya tidak pernah sakit. "Waktu usia anak saya ini 12 bulan sempat saya bawa ke Puskesmas dan dibilang gizi buruk. Sejak itu saya tidak pernah lagi bawa anak saya ke Puskesmas karena kami orang tidak mampu. Ayahnya hanya jualan sosis, kalaupun jualan kami habis untungnya cuma Rp20.000," ujarnya sambil mendiami anaknya yang terus menangis.

Saat ini dengan kondisi keluarganya yang hidup miskin, Nina berharap anaknya dapat kembali sehat seperti anak-anak yang lain dan kiranya adanya bantuan dari para dermawan disebabkan kehidupan mereka yang susah.

Kasubag Hukum dan Humas RSU Dr Pirngadi Edison P SH MKes saat melihat kondisi Mutiara yang berada di lantai III ruang anak gedung baru Rumah Sakit, mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin merawat dan menanganinya. Menyangkut biaya rumah sakit, mereka akan dimasukkan kedalam dana talangan Pemprovsu walaupun surat-surat belum diselesaikan, walaupun saat masuk, Mutiara yang merupakan anak dari pasangan Kristanto dan Nina masuk dengan pasien Umum.

Menurut informasi yang diterima baluapberaniberani, saat masuk ke Rumah Sakit Milik Pemko Medan ini, Mutiara Dwi Rahmadani memiliki berat badan sekitar 4,4 kg. Padahal berat normal saat usia 20 bulan seharusnya mempunyai berat sekitar 10-11 kg. (AKB/BHI)

Gizi Buruk Masih Menghantui Medan

Baluap - Medan, Balita penderita gizi buruk di Medan bak kata pepatah, 'patah tumbuh hilang berganti'. Kondisi ini terjadi di kota Medan dengan kembali masuknya pasien penderita gizi buruk di rumah sakit Pirngadi Medan, Rabu (2/6) Penyakit ini masih menghantui warga kota terbesar ketiga di Indonesia ini.

Meskipun telah dilakukan upaya penanggulangan gizi buruk oleh Dinas Kesehatan. Namun pasien gizi buruk tak berpantang surut. Hari ini seorang bayi asal Medan Belawan bernama Mutiara Dwi Rahmadani Usia 20 bulan dibawa ke RSU Pirngadi Medan.

Menurut Nina Misyuliana (30) selaku ibu Mutiara, mengatakan dirinya tidak pernah menyangka kalau anak keduanya yang akrab dipanggil Mutiara ini bakal mengalami gizi buruk. Karena saat Mutiara dilahirkandi klinik dalam keadaan normal dan cukup bulan dengan berat badan 3 kg dan panjang 56 cm. Bahkan sewaktu saya (Nina-red) hamilpun diperiksakan ke Puskesmas, kondisi bayi saya bagus dan sehat.

Namun, ungkapnya, pada usia 10 bulan berat badan Mutiara sekitar 8,9 kg sejak itulah buah hatinya tidak bisa apa-apa lagi yang sebelumnya bisa duduk dan menyebut nenek dan mama, namun sejak berusia 11 bulan berat badan anaknya mulai turun. Begitupun anaknya tidak pernah sakit. "Waktu usia anak saya ini 12 bulan sempat saya bawa ke Puskesmas dan dibilang gizi buruk. Sejak itu saya tidak pernah lagi bawa anak saya ke Puskesmas karena kami orang tidak mampu. Ayahnya hanya jualan sosis, kalaupun jualan kami habis untungnya cuma Rp20.000," ujarnya sambil mendiami anaknya yang terus menangis.

Saat ini dengan kondisi keluarganya yang hidup miskin, Nina berharap anaknya dapat kembali sehat seperti anak-anak yang lain dan kiranya adanya bantuan dari para dermawan disebabkan kehidupan mereka yang susah.

Kasubag Hukum dan Humas RSU Dr Pirngadi Edison P SH MKes saat melihat kondisi Mutiara yang berada di lantai III ruang anak gedung baru Rumah Sakit, mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin merawat dan menanganinya. Menyangkut biaya rumah sakit, mereka akan dimasukkan kedalam dana talangan Pemprovsu walaupun surat-surat belum diselesaikan, walaupun saat masuk, Mutiara yang merupakan anak dari pasangan Kristanto dan Nina masuk dengan pasien Umum.

Menurut informasi yang diterima baluapberaniberani, saat masuk ke Rumah Sakit Milik Pemko Medan ini, Mutiara Dwi Rahmadani memiliki berat badan sekitar 4,4 kg. Padahal berat normal saat usia 20 bulan seharusnya mempunyai berat sekitar 10-11 kg. (AKB/BHI)

Abdillah Bebas, Medan pun Senang. . .

Baluap - Medan, Kebebasan Walikota Medan nonaktip yang akrab disapa dengan sebutan Abdillah, disambut meriah oleh masyarakat Kota Medan umumnya dan disambut hangat masyarakat daerah Medan Area khususnya. Kebebasan Abdillah ini diramaikan di Rumah Ibundanya Hj Rudayah di Jalan Intan No 61 L. Dalam acara sederhana ini diundang sekitar 100 orang anak yatim piatu untuk menyempurnakan acara yang sangat sederhana, Rabu (2/6).

Salwa selaku adik Abdillah mengatakan, acara ini dibuat sekedarnya saja. Acara syukuran ini hanya mengundang anak yatim dan sanak saudara, karena saudara kami sudah banyak ditambah seluruh warga dan sahabat dekat Abdillah. "Acara ini memang kami rancang sesederhana mungkin, karena beliau tidak mau penyambutannya dengan meriah,"jelasnya. Saat ditanya starberita mengenai apakah ada acara tepung tawar kepada Salwa, dirinya menjawab "Tidak ada acara tepung tawar, tetapi kami tidak tahu apakah dari warga sekitar dan sahabat Abdillah yang menyediakan acara tepung tawar," ungkapnya.

Kedatangan Abdillah di Medan tepatnya di Bandara Polonia sekitar pukul 13.00 WIB, ternyata sekitar pukul 10.30 WIB kediaman Hj Rudayah sudah dipadati oleh warga sekitar dan para sahabat Abdillah untuk menunggu kedatangan beliau. Menurut pantauan baluapberaniberani situasi kediaman Hj Rudayah sangat ramai dihadiri oleh beberapa Ormas diantaranya Pemuda Muslimin Indonesia (PMI), dan juga di hadiri Sekda Kota Medan Fitriyus, Mantan Pjs Walikota Medan Afifuddin Lubis dan salah satu calon Walikota Medan Rahudman yang turut hadir dalam penyambutan Abdillah ke Medan tepatnya kekediaman Hj Rudayah selaku Ibunda Abdillah.

Sementara kedatangan Abdillah yang tiba dirumah Ibundanya sekitar pukul 15.00 WIB, membuat semua warga begitu antusias untuk memeluk dan mencium tangan beliau, sehingga keadaan Jalan Intan sepanjang 50 Meter menjadi macet karena dipenuhi sekitar seratusan masyarakat yang ingin berjumpa langsung dengan Abdillah. Sedangkan disela-sela acara tepung tawar yang diadakan oleh warga sekitar dan pihak keluarga, baluapberaniberani berkesempatan bicara langsung kepada Abdillah, dan beliau mengatakan dirinya sangat senang dan mengucapkan ribuan terima kasih kepada keluarga dan masyarakat Kota Medan yang sudah meringankan langkahnya untuk menyambut kedatangan saya. "Saya mengucapkan beribu teima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Medan yang sudah meringankan langkahnya untuk menyambut kedatangan saya, dan terima kasih juga kepada teman-teman saya yang juga turut hadir dalam penyambutan saya,"jelasnya.

Saat ditanyai tentang perkembangan Kota Medan dan pemimpin Kota Medan untuk kedepannya, beliau enggan menjabarkan. (AKB)

Hari Senin, Kenapa Tidak. . . .!!!!!!!!

Baluap - Medan, Hari Senin merupakan hari pertama yang terkadang begitu menyenangkan dan terkadang menyedihkan, bahkan hari Senin sering dibilang orang hari sial.

Sebahagian orang sangat menakutkan datangnya hari Senin, ada juga beberapa orang yang sangat menantikan datangnya hari Senin. Biasanya orang yang takut akan kedatangan hari Senin, mereka adalah orang-orang yang mempunyai masalah dan akan diklarifikasi pada hari Senin.

Sebagian orang mengharap-harap tibanya hari Senin karena hari itu mereka mendapat uang. Yang telah libur, kembali berjualan sehingga uang masuk lancar lagi. Yang bekerja harian, berarti upah harian akan diterima kembali. Sebagian orang tidak suka dengan hari Senin. Yang malas bekerja merasakan beban berat karena Senin berarti mulai bekerja kembali. Yang tadinya bisa santai di rumah, kini harus kembali masuk kantor. Anak sekolah kembali bersekolah, tidak bisa main-main PlayStation lagi. Para ibu harus bangun pagi lagi untuk memasak makan pagi anak-anak yang akan berangkat sekolah. Ada yang menunggu-nunggu hari Sabtu lagi yang rasanya masih sangat lamaaaa… Apapun sikap yang kita pilih, tidak akan merubah hari Senin.

Senin tetap datang. Senin tetap harus kita lalui entah kita senang atau tidak. Sikap mana yang akan kita pilih? Memulai hari Senin dengan menggerutu atau memulai hari Senin dengan Semangat nan indah?

Apapun itu, Hari Senin harus tetap kita, anda, saya dan mereka harus menjalani aktivitas di Hari Senin, Apapun itu. (AKB)

Kasih Sayang Papa dan Mama

Baluap - Medan, Waktuku kecil hidupku, amatlah senang, senang dipangku-dipangku dipeluknya, serta dicium-dicium dinamakan, namanya "Kesayangan".

Mungkin kita sering mendengar lagu itu sewaktu kita kecil dulu. Ternyata lagu itu mempunyai makna tersendiri. Makna yang tersimpan di dalam lagu itu bisa mengingatkan kita tentang kasih sayang yang diberikan kepada kita oleh kedua orang tua kita.

Kasih sayang itu terus melekat didalam sanubari kita. Ingat, saat kita masih kecil, apa yang kita inginkan pasti diberi oleh orang tua. Walau terkadang itu membuat kita sering menangis karena apa yang kita inginkan tidak diberi.

Saat dewasa sekarang ini, kita sering jauh dengan orang tua kita. Kita pasti menginginkan belaian plus kasih sayang yang nyata dari mereka ke kita. Seolah-olah ada gaya tarik yang membuat kita ingin dibuai dan dimanja oleh orang tua kita.

Misalnya saat kita jauh dari orangtua kita dan kita mempunyai masalah, kita ingin menangis dan ingin cerita panjang lebar dengan orang tua kita, kita ingin mencurahkan suasana hati kita kepadanya. Apalagi kalau kita sedang marah sama orang tua kita, karena terkadang orang tua ingin membuat anaknya menjadi yang terbaik bagi kita. Tetapi terkadang tidak sesuai dengan hati kita. Coba dech kawan, kalau kita sedang marah dan kesal sama orang tua, begitu juga dengan orang tua yang sedang kesal sama kita. Aku sarani kepada kalian agar kalian mengirim SMS (Send Message System=red) lagu itu ke orangtua kita.

Apalagi kalau orang tua kita sudah tiada, kita pasti sedih yang begitu dalam, karena kita tidak bisa mengirimkan SMS kepadanya, kita hanya bisa berdoa dan mendoakan orangtua kita kepada yang Maha Kuasa. Lagu diatas bisa mengingatkan kita tentang apa yang kita alami sewaktu dia masih didunia bersama kita.

Oh orangtua, betapa mulianya kasih sayang yang engkau berikan kepada kami. Walaupun kita sering berbeda pendapat, tetapi itu engkau lakukan demi aku dan masa depanku. Terima kasih aku sampaikan untuk orang tua ku.
Papa dan Mama, aku anakmu Rindu kepadamu.

Ingatlah sewaktu kalian memanjakan aku sewaktu aku kecil. Sekarang aku ingin kalian berdua memberi kasih sayang itu lagi kepadaku. Jangan memikirkan dunia saja yang kita tidak tahu kapan akhir dari dunia ini.
Papa Mama, aku sayang padamu. (AKB)